• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Petani Surabaya.

Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Surabaya bersama Kelompok Tani saat berada di lahan bekas Tanah Kas Desa (BTKD) Jeruk, Kecamatan Lakarsantri, Kota Surabaya. (Foto: dok. Surbaya.go.id)

Petani Surabaya Panen 22,4 Ton Padi, Hasil Manfaatkan Eks Lahan Pemkot

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
4 years ago
in Pilihan Redaksi
0
Share on FacebookShare on Twitter

SURABAYA, Tugujatim.id – Mengawali 2023, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Surabaya bersama Kelompok Tani (Poktan) Sri Sedono menyelenggarakan panen raya padi. Petani Surabaya panen hingga 22,4 ton di lahan bekas Tanah Kas Desa (BTKD) Jeruk, Kecamatan Lakarsantri, Jumat (06/01/2023).

Kepala DKPP Kota Surabaya Antiek Sugiharti menyampaikan, panen raya padi sebagai wujud keberhasilan dari program ketahanan pangan yang digeber Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. Panen padi kali ini dilaksanakan oleh Poktan Sri Sudono, Kecamatan Lakarsantri.

You might also like

Muktamar

Pesantren Tambakberas Jombang Disterilkan, Golf Cart dan Becak Listrik Disiagakan untuk Muktamar NU

21/07/2026 11:17 AM
Eksfoliasi

7 Kandungan dalam Moisturizer yang Dapat Membantu Menenangkan Kulit setelah Eksfoliasi

17/07/2026 3:30 PM

“Panen raya ini dilakukan mulai pukul 08.30 WIB di lahan BTKD Jeruk, Kecamatan Lakarsantri. Panen dilakukan oleh Poktan Sri Sudono di lahan seluas 4 hektare dari luas total lahan sekitar 40 hektare,” katanya pada Jumat (06/01/2023).

Dia mengungkapkan, di lahan total 40 hektare tersebut, tidak seluruhnya merupakan BTKD atau aset milik Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Sebab, sebagian lahan ada yang milik pengembang dan perorangan yang masih digunakan untuk pertanian.

“Sedangkan yang dipanen kali ini merupakan eks lahan BTKD Jeruk seluas 4 hektare. Panen dilaksanakan Poktan Sri Sedono yang beranggotakan sekitar 35 orang,” jelasnya.

Selain itu, Antiek juga menyebutkan, padi yang berhasil dipanen petani Surabaya kali ini sebelumnya telah ditanam sekitar tiga bulan lalu atau tepatnya pada Oktober 2022. Sedangkan untuk jenis padi yang ditanam, merupakan varietas ciherang.

“Panen dilakukan secara manual karena kondisi tanahnya terlalu becek dan tidak memungkinkan pakai alat. Kalau biasanya panen, kami pakai alat combine harvester,” ungkapnya.

Karena panen padi dilakukan secara manual, Kepala Bidang Pertanian DKPP Kota Surabaya Rahmad Kodariawan memperkirakan prosesnya bisa rampung dalam dua hari. Sedangkan untuk hasil panen, diperkirakan mencapai sekitar 5,6 ton per hektare.

“Kalau normalnya bisa sampai 7-8 ton per hektare. Tapi karena ada hama tikus dan burung, turun jadi sekitar 5,6 ton per hektare. Karena di lokasi lain sedang tidak ditanami padi,” katanya.

Rahmad juga mengungkapkan, hasil panen di lahan BTKD Jeruk seluruhnya digunakan oleh kelompok tani. Sebagian padi itu ada yang dikonsumsi, ada yang dijual untuk menambah pendapatan mereka. Padi yang sudah dipanen selanjutnya dikemas dalam bentuk gabah kering basah (GKB) atau gabah kering panen (GKP), kemudian dijual.

“Jadi, hasil panen dijual kelompok tani. Sekarang kami berupaya menjual dalam bentuk beras, kerja sama dengan koperasi. Jadi, nanti setelah padi dipanen, kemudian dijemur dan diselep. Karena kalau dijual dalam bentuk beras, hasilnya lumayan, harganya bisa Rp11 ribu per kilo,” imbuhnya.

Menurut Rahmad, selain di BTKD Jeruk, lahan pertanian khusus padi juga tersebar di 11 wilayah kecamatan lain. Namun, tidak seluruhnya lahan BTKD digunakan penuh dalam satu tahun untuk tanam padi.

“Kalau di lahan BTKD Jeruk, setahun full ditanam padi semua. Dalam jangka setahun, di BTKD Jeruk bisa panen padi 3-4 kali,” ujarnya.

Dia juga menambahkan, selain di Kecamatan Lakarsantri, kelompok tani padi di Kota Surabaya juga terdapat di beberapa wilayah lain. Pihaknya mencatat, saat ini ada 35 kelompok tani yang ada di Kota Pahlawan.

“Petani padi di Surabaya ada 35 poktan. Setiap kelompok itu jumlah anggotanya tidak sama, ada yang sekitar 25, 35, hingga 40 anggota,” ujarnya.

Tags: Berita Kota Surabaya hari iniBerita panen rayaKota Surabaya hari iniPanen rayaPetani SurabayaPetani Surabaya panen raya
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Muktamar

Pesantren Tambakberas Jombang Disterilkan, Golf Cart dan Becak Listrik Disiagakan untuk Muktamar NU

by Mochamad Abdurrochim
21/07/2026 11:17 AM
0

JOMBANG, Tugujatim.id – Alih-alih kendaraan bermotor, panitia gelaran Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang...

Eksfoliasi

7 Kandungan dalam Moisturizer yang Dapat Membantu Menenangkan Kulit setelah Eksfoliasi

by Mochamad Abdurrochim
17/07/2026 3:30 PM
0

Tugujatim.id - Melakukan eksfoliasi menjadi salah satu langkah perawatan kulit untuk membantu mengangkat sel kulit mati sehingga wajah terasa lebih...

Oversized Outfit

Cara Memakai Oversized Outfit agar Tetap Terlihat Proporsional

by Mochamad Abdurrochim
17/07/2026 2:45 PM
0

Tugujatim.id – Oversized Outfit kini menjadi salah satu gaya fashion yang banyak dipilih karena menawarkan tampilan stylish sekaligus nyaman untuk...

Outfit Timeless

15 Fashion Item Outfit Timeless yang Tidak Pernah Ketinggalan Zaman

by Mochamad Abdurrochim
16/07/2026 3:46 PM
0

Tugujatim.id – Outfit timeless memang nggak pernah kehilangan pesonanya. Di saat tren fashion datang dan pergi begitu cepat, justru gaya...

Next Post
Komplotan begal Pasuruan.

Terduga Komplotan Begal Pasuruan Nekat Bacok Warga di Seberang Masjid Agung Rembang

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID