• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Pilpres 2024.

Ilustrasi kotak dan surat suara Komisi Pemilihan Umum (KPU). (Foto: kpu.go.id)

Pilpres 2024: Laku Jualan Masa Lalu atau Masa Depan?

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
3 years ago
in Catatan
0
Share on FacebookShare on Twitter

Tugujatim.id – Tinggal hitungan hari, masa kampanye Pilpres 2024 dimulai. Tepatnya pada 28 November 2023 hingga 10 Februari 2024, selama 75 hari, masa kampanye berlangsung. Selasa malam (14/11/2023), Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI sudah mengundi, juga menetapkan nomor urut pasangan calon (paslon) presiden dan wakilnya. Hasilnya: nomor 1) paslon Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar, 2) paslon Prabowo Subianto-Gibran RR, dan 3) paslon Ganjar Pranowo-Mahfud MD.

Artinya, fenomena musim politik lima tahunan bisa muncul kembali. Seperti tetangga tidak saling sapa karena beda pilihan, saling bongkar “kelemahan” lawan politik, saling sindir antar tokoh, dan lain-lainnya. Semua ini harus dihentikan, mulai sekarang. Ganti dengan: adu gagasan, bukan bongkar “kelemahan” lawan. Biar paslon berlomba-lomba untuk menawarkan program terbaiknya. Sehingga, rakyat bisa memilih dengan akal sehatnya. Bukan emosional.

You might also like

Surya.

Membaca Eksistensi Estetis dan Spiritual dalam 50 Tahun Perjalanan Kasih Surya dan Sjenny (1976–2026)

20/07/2026 4:35 PM
Muktamar

Siapakah Kuda Hitam Muktamar NU ke-35 di Jombang?

14/07/2026 2:15 PM

Dalam hal ini, penulis ingin menyampaikan keresahan salah satu komika nasional, Mamat Alkatiri, runner-up Suci 7, dalam sebuah acara. Pria kelahiran 24 Juni 1992 ini pernah menyampaikan bahwa rakyat sangat rindu akan pemimpin yang adu gagasan, bukan saling bongkar “kelemahan” lawan politik. Korbannya tetap rakyat. Elitenya sudah ngopi bareng, rakyat masih belum bisa akur. Fenomena ini tidak boleh terjadi lagi, di pemilu tahun depan. Kurang lebih seperti ini keresahannya. Versi lengkapnya bisa cari sendiri di YouTube.

Keresahan ini mungkin juga dirasakan rakyat biasa, seperti kita, dan Anda, para pembaca. Tapi tidak bisa berbuat banyak. Kita, rakyat bukan ketua parpol (partai politik), yang bisa menentukan calon pemimpin. Tapi rakyat seolah hanya dijadikan “alat” oleh oknum calon pemimpin, untuk mendapatkan “kursi”. Begitu dapat kursi, lupa mengabdi.

Tidak hanya itu, tiap lima tahun, seolah rakyat juga tidak ubahnya penonton film, yang terpaksa, kadang juga dipaksa untuk menonton film yang belum tentu disukai. Bosan. Lebih tepatnya membosankan. Karena alur ceritanya itu-itu saja, mirip, kadang juga sama, dengan lima tahun sebelumnya. Bedanya hanya akting aktornya. Ada yang natural, ada yang canggung. Ada yang peduli, ada pula yang pura-pura peduli.

Pentingnya Adu Gagasan Dengan Etika (Moral)

Hanya moral (etika) yang bisa mengendalikan praktik kampanye hitam. Sehingga, semua paslon harus menjunjung tinggi etika dalam perang gagasan. Bukan saling maki, tapi memuji. Biarkan rakyat yang menilai. Moral dan gagasan siapa yang mampu memikat hati, hati seluruh warga Indonesia yang sama-sama kita cintai. Bukankah tidak ada yang sempurna di dunia ini?

Tahun 2019 lalu, harus jadi pelajaran berharga. Beda pilihan hampir merusak sendi-sendi persatuan dan kesatuan. Tahun depan, jangan terjadi lagi. Kita, rakyat biasa harus smart. Tidak mudah terprovokasi. Apalagi hanya dengan iming-iming janji manis oknum politisi.

Hujatan dan Pujian Tak Menentukan

Hujatan dan pujian tidak akan menentukan hasil akhir kontestasi perpolitikan tahun depan. Mungkin, hal ini bisa memengaruhi popularitas dan elektabilitas, tapi tidak akan menentukan siapa yang terpilih di Pilpres 2024. Karena yang akan menentukan adalah kehadiran pemilih ke tempat pemungutan suara (TPS).

Anda boleh sependapat, juga boleh tidak. Yang jelas: ribuan hujatan dan pujian di luar TPS akan kalah dengan 1 orang yang datang ke TPS, untuk menyampaikan hak pilihnya. Semoga! Persatuan dan kesatuan tetap kokoh di tahun politik.

Penulis: Kang Im*, seorang penulis biasa tinggal di kolong langit.

Editor: Dwi Lindawati

Tags: Berita Pemilu 2024Jelang Pemilu 2024Jelang Pilpres 2024KPU RIPemilu 2024Penetapan nomor urut capres 2024
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Surya.

Membaca Eksistensi Estetis dan Spiritual dalam 50 Tahun Perjalanan Kasih Surya dan Sjenny (1976–2026)

by Dwi Linda
20/07/2026 4:35 PM
0

Oleh: Narudin Pituin Tugujatim.id - Saya menguji dan meneliti buku berjudul 50 Tahun Perjalanan Kasih Surya dan Sjenny (1976–2026) melalui...

Muktamar

Siapakah Kuda Hitam Muktamar NU ke-35 di Jombang?

by Mochamad Abdurrochim
14/07/2026 2:15 PM
0

Oleh: Abdur Rahim** Tugujatim.id - Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Tambakberas, Jombang, semakin dekat. Momentum krusial ini...

Muktamar.

Mengapa Tambakberas Menjadi Pilihan untuk Muktamar Ke-35 NU?

by Dwi Linda
08/07/2026 8:34 AM
0

Oleh: Abdur Rahim* Tugujatim.id - Setelah melalui proses seleksi panjang yang melibatkan sembilan pondok pesantren di lima provinsi, Pengurus Besar...

Muktamar

Muktamar dan Belajar dari Verifikasi Ahli Hadis

by Mochamad Abdurrochim
05/07/2026 10:21 AM
0

Oleh: Achmad Diny Hidayatullah Dosen UIN Maulana Malik Ibrahim Malang/Wakil Sekretaris PCNU kota Malang Ada satu kalimat yang sejak lama...

Next Post
Ekuador vs Panama, Pertarungan Sengit Demi Tiket 16 Besar Piala Dunia U-17

Ekuador vs Panama, Pertarungan Sengit Demi Tiket 16 Besar Piala Dunia U-17

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID