Polda Jatim-BKSDA Tangkap Pasutri asal Kediri karena Menjual Satwa secara Ilegal

Polda Jatim-BKSDA Tangkap Pasutri asal Kediri karena Menjual Satwa secara Ilegal

  • Bagikan
Satwa-satwa yang berhasil diselamatkan karena perdagangan ilegal yang dilakukan oleh tersangka pasutri asal Kediri. (Foto:Rangga Aji/Tugu Jatim)
Satwa-satwa yang berhasil diselamatkan karena perdagangan ilegal yang dilakukan oleh tersangka pasutri asal Kediri. (Foto:Rangga Aji/Tugu Jatim)

SURABAYA, Tugujatim.id – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jatim berhasil membekuk sepasang suami-istri (pasutri) asal Kediri yang menjadi pelaku perdagangan ilegal satwa langka dan dilindungi. Mereka berinisial VPE , 29, dan istrinya NK, 21. Kedua tersangka terjerat Undang-Undang Republik Indonesia No 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

“Tersangka VPE dan NK menyimpan, memiliki, dan memelihara satwa dilindungi berupa 1 (satu) ekor Elang Brontok (Spizaetus cirrhatus) dan 8 (ekor) Lutung Budeng (Trachypithecus Auratus),” terang Kepala Humas Polda Jatim Kombes Pol Gatot Repli Handoko pada pewarta Tugu Jatim¬†Rabu (17/02/2021), pukul 10.30 WIB.

“Lalu hewan dijual melalui media online Facebook menggunakan atas nama akun Miidha dan Enno Arekbonek songolaspitulikur. Caranya, foto satwa di-posting, kemudian satwanya dipelihara sekaligus disimpan sebelum laku terjual,” lanjutnya.

Kepala Humas Polda Jatim Kombes Pol Gatot Repli Handoko bersama jajaran Ditreskrimsus dan BKSDA di Ruang Konferensi Pers Polda Jatim, Rabu (17/02/2021). (Foto: Rangga Aji/Tugu Jatim)
Kepala Humas Polda Jatim Kombes Pol Gatot Repli Handoko bersama jajaran Ditreskrimsus dan BKSDA di Ruang Konferensi Pers Polda Jatim, Rabu (17/02/2021). (Foto: Rangga Aji/Tugu Jatim)

Kombes Pol Gatot menjelaskan bahwa penangkapan yang dilakukan Ditreskrimsus Polda Jatim dilaksanakan pada 8 Februari 2021, pukul 13.00 WIB, di tempat kejadian perkara yang beralamat Pakunden, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, Jawa Timur. Di lokasi banyak ditemukan barang bukti, kemudian dibawa menuju Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Timur.

“Petugas Unit III Subdit IV/Tipidter Ditreskrimsus Polda Jatim melakukan penyelidikan di Perum Permata Biru Kelurahan Pakunden, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, diketahui yang bersangkutan menjual satwa yang dilindungi,” tuturnya.

Virtual Class Tugu Malang x Paragon, Tugu Jatim, Tugu Media Group
Ads.

Kombes Pol Gatot menyebutkan, barang bukti yang berhasil diamankan Polda Jatim seperti 1 ekor elang brontok dalam keadaan hidup, 2 ekor lutung budeng anakan dalam keadaan hidup, dan 6 ekor lutung budeng remaja dalam keadaan hidup.

“Selain itu, ada juga barang bukti yang diamankan berupa 1 kotak kardus warna cokelat, 1 kotak kardus warna putih dan cokelat, 1 unit HP merek Vivo 1817 warna merah, 1 buah SIM Card IM3, 1 buah buku tabungan BNI, 2 lembar foto akun Facebook atas nama Miidha, dan 1 lembar foto akun Facebook atas nama Enno,” ujarnya.

Kombes Pol Gatot mengatakan, untuk pasal yang dilanggar meliputi Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Yaitu, Pasal 40 Ayat (2), Pasal 21 Ayat (2) huruf ‘a’. (Rangga Aji/ln)

 

 

  • Bagikan