Tugujatim.id – Pondok Inspirasi (Pondasi), yayasan pengembangan diri dan karir bagi pemuda, kembali mengadakan Bincang Malam Inspirasi (Bimais) pada Sabtu (28/08/2021). Bimais kali ini mengangkat tema Build Your Cinematography Skill dengan menghadirkan Nely Rahmawati selaku Corporate Communication PT Paragon Technology and Innovation.
Wakil Ketua II Yayasan Pondok Inspirasi Agung Suharyana mengatakan, adanya Covid-19 mengakibatkan pengangguran yang semakin meningkat karena terjadi PHK di perusahaan. Akibatnya, dia melanjutkan, sektor industri mengalami penurunan. Sebagian besar masyarakat kembali ke sektor pertanian.
“Dibutuhkan sebuah keahlian di era industri 4.0 sekarang ini,” ujar Agung.
Sementara itu, Nely Rahmawati mengatakan, pasca pandemi Covid-19, kebutuhan adaptasi teknologi kian meningkat, termasuk soal media dan komunikasi. Salah satunya adalah cinematography skill.
“Sebagian orang menganggap videografer dan sinematografer adalah hal yang sama. Namun, jika kita telisik dari ilmu sinematografi dan production media, ada perbedaan di antara keduanya. Videografer hanya membuat video atau konten yang biasa, tapi sinematografer masuk ke ranah film,” ujar Nely.
Sebelum menjadi sinematografer, Nely melanjutkan, ada unsur dasar yang harus dipahami, yaitu shoot atau take, scene, dan sequence. Shoot sendiri merupakan proses merekam dari awal hingga akhir. Untuk scene merupakan settingan tempat yang digunakan untuk pengambilan beberapa rekaman. Dan gabungan dari beberapa rekaman dan scene inilah yang disebut dengan sequence.
Nely membeberkan, pembuatan cinematography meliputi 3 sesi, yaitu pra-production, production, dan post-production. Sesi pra-production terbagi menjadi 3 tahap, yaitu scripting, planning, dan development concept.
Sementara pada sesi production terdiri dari shooting, acting, creating animation, record sound, dan create text (graphic). Sesi terakhir dari pembuatan cinematohraphy yaitu pos-production yang cenderung membutuhkan waktu lebih lama. Sebab, ada dua tahapan pada sesi ini, yaitu composting dan editing.
“Seorang sinematografer harus detail dan berpikir cepat, memiliki pengetahuan dan teknik penggunaan handphone, lighting, dan produksi film; berkomunikasi dengan baik; dapat mengelola tim; pendengar yang baik; serta cepat beradaptasi. Namun, kemampuan tersebut akan semakin meningkat seiring berjalannya waktu, learning by doing,” ujarnya.
Dia menegaskan, ketika sudah memilih menjadi sinematografer, maka kita harus mengenalnya sebaik mungkin.
“Setiap orang memiliki spesifikasi yang berbeda, ada yang suka membuat konten motivasi, hiburan, ataupun pendidikan. Poin paling utama adalah mengetahui nilai dan tujuan saat memutuskan membuat konten,” ujarnya.
Hal ini, dia melanjutkan, agar karya kita tak hanya dinikmati, tapi bisa menjadi inspirasi atau ladang kebaikan yang bermanfaat bagi sesama.
Untuk diketahui, Bincang Malam Inspirasi (Bimais) merupakan sesi bincang-bincang santai yang diadakan oleh Pondok Inspirasi dengan menghadirkan narasumber untuk berbagi ilmu. Pondok Inspirasi sendiri merupakan Yayasan yang bergerak di bidang kepemudaan dan pendidikan nasional.
*Penulis adalah member Pondok Inspirasi.