• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
ptsd

Ilustrasi Gejala Post-Traumatic Stress Disorder dan Cara Penyembuhannya. Foto: CBIRT

Kenali Gejala Post-Traumatic Stress Disorder dan Cara Penyembuhannya

Darmadi Sasongko by Darmadi Sasongko
2 years ago
in Tips
0
Share on FacebookShare on Twitter

Tugujatim.id – Kasus penganiayaan, pelecehan, pemerkosaan dan lain sebagainya yang terjadi mengakibatkan korbannya mengalami trauma yang berkaitan dengan Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD).

Uun Zulfiana, M.Psi, Psikolog dan juga Dosen Psikologi Universitas Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menjelaskan PTSD adalah gangguan jiwa yang cukup ekstrim. Penyebabnya adalah rasa trauma yang besar, bukan hanya stressor atau problem kecil saja.

You might also like

Tips merawat HP Vivo.

Tips Merawat HP Vivo agar Tetap Lancar dan Awet Digunakan Bertahun-tahun

21/07/2026 5:15 PM
Kucing

Kucing Tiba-Tiba Buang Air Sembarangan? Ini 8 Hal yang Bisa Menjadi Penyebabnya

20/07/2026 11:00 AM

“Namun seseorang tidak bisa serta merta dikatakan menderita PTSD jika tidak sesuai dengan gejalanya dan mengalami secara konsisten selama satu bulan atau lebih,” ujar Uun Zulfiana.

Terdapat empat kategori gejala yang dialami oleh penderita PTSD yang akan muncul secara konsisten dan resisten minimal selama satu bulan atau lebih. Pertama, intrusif yakni gejala yang berhubungan dengan ingatan dan pikiran yang traumatis tanpa disadari. Misalnya saat diam tiba-tiba teringat peristiwa buruk yang pernah dialami. Kedua, penghindaran terhadap kognitif pikiran dan perilaku. Misalnya ketika ada keluarga atau orang terdekat yang mengalami kecelakaan sampai meninggal saat hujan dan menggunakan kendaraan tertentu. Orang PTSD cenderung akan menghindari hujan dan kendaraan yang mirip seperti peristiwa tersebut.

Ketiga, perubahan negatif dalam pikiran atau suasana hati. Orang dengan PTSD akan lebih mudah marah atau takut saat mengingat sesuatu. Bahkan ekstrimnya, mereka bisa menyalahkan diri sendiri. Terakhir, adalah perubahan gairah atau reaktivitas seperti sulit berkonsentrasi, respon kejut, kesulitan tidur dan sebagainya.

“Tentu gangguan jiwa seperti PTSD bisa muncul karena adanya penyebab. Jelas penyebab utamanya adalah kejadian traumatik, baik yang dialami sendiri atau orang lain yang ia saksikan dan berdampak pada dirinya,” jelasnya.

PTSD bisa semakin parah jika ditambah dengan faktor resiko. Misalnya kurangnya dukungan sosial, sudah mempunyai riwayat trauma dan penyakit mental sebelumnya serta penggunaan zat aditif. Jika sudah mengetahui penyebanya, maka langkah selanjutnya adalah melakukan intervensi atau pengobatan.

Pengobatan yang harus dilakukan adalah dengan melakukan psikoterapi ke psikiater melalui cara seperti Cognitive behavioural Therapy (CBT). Yaitu mengubah pola pikirnya dan menerapkan pada perilaku. Bisa juga dengan terapi eksposur, yaitu terapi behavioral di mana subjek dihadapkan secara langsung atau bertahap dengan ketakutan dan trauma yang dialami.

Setelah pasien menerima pengobatan dan telah dinyatakan sebagai eks pasien, maka perlu ada beberapa hal agar gejala tidak kambuh kembali. Pertama, harus ada motivasi eksternal seperti supporting system orang terdekat yang paham dengan keadaan eks pasien. Saat sudah mulai ada situasi atau indikasi yang mengarah pada trauma, maka orang terdekatnya harus mendampingi agar tidak merasa sendiri. Kedua, eks pasien harus melakukan latihan kewaspadaan, misalnya melatih kemampuan awareness terhadap dirinya saat merasa ketakutan atas traumanya. Di situlah dia dilatih agar tidak mudah terpengaruh oleh ketakutannya.

“Terakhir yang penting dan harus selalu diingat bagi pasien atau eks pasien, yakni menjauhi konsumsi alkohol dan zat adiktif,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

 

Editor: Darmadi Sasongko

Tags: Post-Traumatic Stress DisorderPTSDUMMUniversitas Muhammadiyah Malang
Darmadi Sasongko

Darmadi Sasongko

Related Stories

Tips merawat HP Vivo.

Tips Merawat HP Vivo agar Tetap Lancar dan Awet Digunakan Bertahun-tahun

by Dwi Linda
21/07/2026 5:15 PM
0

Tugujatim.id – Kamu pengguna Vivo yang ingin perangkatnya tetap responsif meski telah digunakan selama bertahun-tahun? Ini Tugu Jatim kasih tips...

Kucing

Kucing Tiba-Tiba Buang Air Sembarangan? Ini 8 Hal yang Bisa Menjadi Penyebabnya

by Mochamad Abdurrochim
20/07/2026 11:00 AM
0

Tugujatim.id - Kucing yang biasanya selalu buang air di litter box terkadang bisa tiba-tiba pipis atau buang air besar di lantai,...

Teknik Feynman

Sering Kesulitan Memahami Materi? Coba 7 Langkah Belajar dengan Teknik Feynman

by Mochamad Abdurrochim
13/07/2026 8:26 AM
0

Tugujatim.id – Bagi sebagian pelajar maupun mahasiswa, memahami materi pelajaran tidak selalu cukup hanya dengan membaca berulang kali. Meski sudah...

Charger HP Cepat Rusak

Kenapa Charger HP Cepat Rusak? Ini 11 Kebiasaan yang Sering Menjadi Penyebabnya

by Mochamad Abdurrochim
12/07/2026 12:00 PM
0

Tugujatim.id - Charger HP yang cepat rusak sering kali membuat proses pengisian daya menjadi terganggu dan memaksa pengguna membeli charger...

Next Post
PPDB Online

Ratusan Calon Siswa Berebut Kursi PPDB Kota Mojokerto Jalur Prestasi

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID