Pria asal Poncokusumo Malang Tewas di Kebun Bambu, Kematiannya Misterius - Tugujatim.id

Pria asal Poncokusumo Malang Tewas di Kebun Bambu, Kematiannya Misterius

  • Bagikan
Olah TKP penemuan mayat S di kebun bambu yang terletak di Dusun Wonosari, Desa Pandansari, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, Rabu malam (17/11/2021). (Foto: Dokumen/Tugu Jatim)
Olah TKP penemuan mayat S di kebun bambu yang terletak di Dusun Wonosari, Desa Pandansari, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, Rabu malam (17/11/2021). (Foto: Dokumen)

MALANG, Tugujatim.id – Sesosok mayat ditemukan di kebun bambu yang terletak di Dusun Wonosari, Desa Pandansari, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, Rabu malam (17/11/2021). Pria itu berinisial S berusia 55 tahun ditemukan dalam kondisi tewas tanpa tahu penyebabnya.

Kapolsek Poncokusumo AKP Sumarsono mengonfirmasi kabar tersebut pada Kamis (18/11/2021).

“Korban (S, red) diduga tewas sudah sekitar empat harian. Hal itu terlihat dari kondisi jenazah korban yang sudah lebam,” ungkapnya.

Dia menyatakan, semua berawal dari kecurigaan Rohman, 53, tetangga korban.

Penyebab tewasnya S di kebun bambu yang terletak di Dusun Wonosari, Desa Pandansari, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, Rabu malam (17/11/2021), masih misterius. (Foto: Dokumen/Tugu Jatim)
Penyebab tewasnya S di kebun bambu yang terletak di Dusun Wonosari, Desa Pandansari, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, Rabu malam (17/11/2021), masih misterius. (Foto: Dokumen)

“Awalnya ada tetangga yang curiga karena korban yang tinggal seorang diri tersebut sudah beberapa hari tidak pulang,” ujar Sumarsono.

Dia melanjutkan, Rohman kemudian melaporkannya ke Kepala Dusun Wonosari Muhammad, 46. Kemudian Muhammad bersama warga mendobrak pintu rumah korban, tapi tak ada siapa pun di dalam.

Akhirnya warga pun berinisiatif mencari korban di sekitar rumah.

“Korban berhasil ditemukan di kebun bambu yang terletak di belakang rumah korban dengan kondisi sudah tewas,” jelas Sumarsono.

Polisi yang mendapat laporan dari warga datang ke lokasi kejadian dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Korban pun dibawa ke Rumah Sakit Syaiful Anwar (RSSA) Kota Malang untuk diotopsi. Hasil dari otopsi menunjukkan tidak ada tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan.

“Pihak keluarga sudah menerima hasil otopsi dan menyatakan menerima kematian korban,” ujar Sumarsono.

  • Bagikan