Rahasia Sukses PT Paragon Technology and Innovation: Kerja Keras dan Terus Kembangkan Inovasi - Tugujatim.id

Rahasia Sukses PT Paragon Technology and Innovation: Kerja Keras dan Terus Kembangkan Inovasi

  • Bagikan
Riyanti Kusuma Dewi, Employer Branding Executive PT Paragon Technology and Innovation tatkala menyampaikan materi tentang ‘Innovation Culture’ dalam agenda ‘Goes to Campus: Pelatihan Jurnalistik dan Fotografi’, Senin (22/02/2021). (Foto: Dokumen) tugu jatim
Riyanti Kusuma Dewi, Employer Branding Executive PT Paragon Technology and Innovation tatkala menyampaikan materi tentang ‘Innovation Culture’ dalam agenda ‘Goes to Campus: Pelatihan Jurnalistik dan Fotografi’, Senin (22/02/2021). (Foto: Dokumen)

MALANG, Tugujatim.id – PT Paragon Technology and Innovation, perusahaan yang terkenal dengan produk kecantikan seperti Wardah, tidak menjadi besar begitu saja. Butuh proses panjang dan kerja keras hingga bisa besar seperti sekarang. Tak ketinggalan, inovasi juga memainkan faktor kunci terkait kemajuan perusahaan ini.

Lalu, bagaimana sejarah PT Paragon Technology and Innovation (PTI) ini? Employer Branding Executive PTI, Riyanti Kusuma Dewi  membeberkan bahwa perusahaan ini telah berdiri sejak tahun 1985 silam dan didirikan oleh perempuan hebat bernama Nurhayati Subakat. Saat itu, perusahaan itu bergerak pada ‘branding’ ‘skin care’, ‘face care’ dan ‘health care’.

Beridiri Sejak Tahun 1985

“Jadi ini perusahaan asli Indonesia yang bergerak di bidang kecantikan, ‘skin care’, ‘face care’, ‘health care’. Berdiri sejak tahun 1985, PT Paragon bisa mencapai titik ini karena memiliki tujuan (purpouse, red) yang jelas. Kerja keras dan inovasi, tanpa inovasi belum tentu PT Paragon bisa terus eksis hingga saat ini,” terang Riyanti dalam agenda ‘Goes to Campus: Pelatihan Jurnalistik dan Fotografi’, Senin (22/02/2021) pagi.

Agenda ‘Goes to Campus: Pelatihan Jurnalistik dan Fotografi’ diadakan oleh Tugu Malang yang merupakan bagian dari Tugu Media Group. Serta bekerjasama dengan PT Paragon Technology and Innovation yang merupakan perusahaan market kosmetik terbesar di Indonesia. Peserta agenda ini meliputi 6 Sekolah Menengah Atas (SMA) dan 6 Perguruan Tinggi di wilayah Jawa Timur.

Riyanti melanjutkan, PT Paragon berupaya menjawab berbagai kebutuhan konsumen yang ada di setiap generasi. Sehingga perlahan, lanjut Riyanti, PT Paragon selalu menghasilkan produk konsisten berkualitas tinggi yang dapat menjawab persoalan di tingkat ‘market’ atau pasaran.

“Lahirnya berbagai macam ‘brand’ dari PT Paragon, jawaban dari kebutuhan konsumen. Makanya PT Paragon terus berinovasi ‘brand’ yang dibutuhkan oleh konsumen di Indonesia. Mungkin bisa inovasi untuk menjawab kebutuhan ‘market’ atau pasar,” imbuhnya.

Hanya Memiliki 2 Karyawan saat Pertama Berdiri

Riyanti juga menceritakan, hiruk-pikuk PT Paragon ketika awal berdiri yang hanya mempunyai 2 karyawan. Tahun 1985, PT Paragon masih dalam bentuk industri rumah yang berlokasi di Kampung Baru, Jakarta Selatan. Namun sekarang, lanjut Riyanti, PT Paragon semakin maju hingga memiliki 100.000 lebih karyawan dan 41 cabang di Indonesia dan Malaysia.

“PT Paragon berawal dari industri rumahan, dulu tahun 1985 tidak sebesar sekarang. Ada 2 karyawan di Kampung Baru, Jakarta Selatan. Akhirnya PT Paragon bisa mencapai titik ini, karyawan ada 10.000 lebih, 41 cabang yang tersebar di Indonesia dan Malaysia,” tuturnya.

Sedangkan produk pertama yang ditelurkan PT Paragon, bernama ‘Putri’. Namun saat awal berdiri, PT Paragon sempat merasakan pahit-manis menjalankan usaha, salah satunya pernah mengalami kebakaram di pabrik dan kantornya.

Pernah Ditimpa Bencana Kebakaran Tahun 1990

“Ada ’brand’ pertama namanya ‘Putri’. Selama perjalanan PT Paragon juga mengalami jatuh-bangun, tidak semata-mata sukses terus. Salah satunya di tahun 1990, adanya kebakaran di pabrik dan kantor PT Paragon. Jadi bayangin, dulu tatkala Bu Nur memulai usaha, ada kebakaran yang tidak menyisahkan apapun,” jelasnya.

Kalau misalnya, lanjut Riyanti, perusahaan PT Paragon tidak dibangun kembali, bagaimana nasib karyawan. Riyanti membahas, bahwa Nurhayati Subakat sendiri bisa dibilang orang yang luar biasa. Tapi yang paling utama, lanjut Riyanti, Nurhayati Subakat selalu memikirkan bagaimana nasib orang yang bergantung hidupnya pada PT Paragon, mempunyai niat membantu.

“Akhirnya tahun 1995, Wardah lahir jadi pionir kosmetik halal di Indonesia. Kemudian ‘launching brand’ Wardah, ingin memberi manfaat pada wamita muslim. Tahun 1995, belum ada produk yang bisa dibilang produk halal, jadi ingin memberi manfaat bagi muslimah,” lanjutnya.

Riyanti menerangkan, produk PT Paragon dipasarkan pertama kali, melalui Multi Level Marketing (MLM) Syariah. Selain itu, Riyanti melanjutkan bahwa tidak hanya mengalami kebakaran pada tahun 1990, akan tetapi pada tahun 1998 juga mengalami krisis ekonomi, Riyanti bersyukur PT Paragon bisa bangkit lagi. Di tahun 2002, 2003, Harman Subakat dan Salman Subakat bergabung, PT Paragon perusahaan yang berbasis ‘family bussiness’.

“Tahun 2020, kita baru banget menjawab konsumen pria muslimah membuat produk terbaru (bernama Kafh, red). Wardah adalah satu-satunya produk Indonesia yang mendapat ‘Global Fastest Growing Brand’. Menjadi ‘market leader’ di Indonesia. Mendapat posisi pertama di kategori ‘face care’, pernah masuk di ‘Harvard Bisnis Review’,” pungkasnya.

Sebagai informasi, dalam agenda ‘Goes to Campus: Pelatihan Jurnalistik dan Fotografi’ menghadirkan narasumber-narasumber yang kompeten, pengalaman di dunia media tidak diragukan lagi, terjun dalam dunia jurnalistik profesional yaitu Tugu Malang (Tugu Media Group). (Rangga Aji/gg)

  • Bagikan