• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Hendro Fujiono dalam suatu acara/tugu jatim

Hendro Fujiono dalam suatu acara. (Foto: Dokumen Hendro Fujiono)

Raja Standard

Herlianto A by Herlianto A
5 years ago
in Catatan
0
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh : Hendro Fujiono*

Tugujatim.id – Pagi ini diskusi kami diawali dengan obrolan mengenai banyak orang yang pernah kami jumpai.

You might also like

Gus Yahya.

Menakar Dua Periode Gus Yahya: Mungkinkah?

30/05/2026 8:27 PM
Tasyakuran 50 tahun pernikahan

Tasyakuran 50 Tahun Pernikahan Surya Burhanuddin dan Sjenny Jamain, Penuh Kesan dan Menginspirasi

03/05/2026 7:42 PM

Ada yang disebut pintar yang penuh imajinasi juga termotivasi dengan pencapaian-pencapaian. Entitlement-driven kami menyebutnyaa. Senang bergerak dengan cepat dan bisa dipastikan will get things done. Meski kadang tidak ragu untuk tabrak rambu sana sini.

Ada juga yang pintar, termotivasi dengan idealisme dan nilai-nilai. Value-driven kami menyebutnya. Anak-anak muda yang sebetulnya tidak begitu senang menjadi sorotan. Anak-anak muda yang tetap will get things done, tetapi mungkin bagi sebagian orang terlihat tidak seksi dan strategis.

Nah, ternyata ada juga yang biasa saja atau masih perlu suport untuk kemampuan kognitifnya. Ada yang masih berjuang keras untuk survive, ada yang termotivasi tinggi ingin seperti si value-driven dan si entitlemen-driven. Ada pula yang masih kebingungan.

Pertanyaan standard dari pemimpin bisnis yang biasanya saya temui adalah seperti ini:

“Gimana menumbuhkan lebih banyak yang pinter-pinter ini dan gimana cara ngaturnya?”

Baru pagi inilah saya mendapatkan pertanyaan yang berbeda dari sahabat saya Salman Subakat, CEO PT. Paragon Technology and Innovation. Kami biasa ngobrol virtual sambil ngopi di pagi hari.

“Ini kalau dicampur, bagaimana pembagian perannya ya agar optimal?” begitu pertanyaannya.

Pertanyaan yang didasari filosofi – no one left behind.

Dan, memang begitulah realitasnya. Anak bangsa sangat beragam kondisinya. Semua harus mendapatkan kesempatan yang sama untuk terus berkembang.

Di suatu kesempatan, saya mendengarkan langsung bahwa program professional development yang benar-benar dikurasi dan dipikirkan secara matang dalam sebuah perusahaan, mungkin hanya akan menyentuh 4-11 persen of the top of the pyramid.

Padahal di sisi lain banyak bos dan atasan mengeluhkan betapa tidak capable-nya atau minimnya kemampuan mengambil keputusan dari para stafnya. Sebuah kontradiksi antara harapan dan fokus yang dilakukan.

Solusi standar dan pragmatis bagi pemimpin? Tentu menentukan standar dan memfilter siapa saja yang bisa masuk untuk dibina. Lalu diberikan pula standar yang lebih tinggi untuk menentukan siapa yang dapat mendapatkan promosi dan belajar.

Bangsa ini tidak bisa hidup dengan solusi pragmatis. Caranya dengan memahami bahwa selain standar, dibutuhkan juga pembagian peran yang memberdayakan dan menumbuhkan.

Karena itu kita perlu ber refleksi, apakah kita sudah menjadi pemimpin yang memberdayakan? Atau masih berkutat menjadi si Raja Standard.

*Executive Coach GlobalDISC Master Trainer Perth, Western Australia

Tags: anak mudabisnisPemimpinStandard
Herlianto A

Herlianto A

Related Stories

Gus Yahya.

Menakar Dua Periode Gus Yahya: Mungkinkah?

by Dwi Linda
30/05/2026 8:27 PM
0

Oleh: Abdur Rahim** Tugujatim.id - Kepemimpinan di Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sedang berada di persimpangan yang tidak mudah. Ketegangan...

Tasyakuran 50 tahun pernikahan

Tasyakuran 50 Tahun Pernikahan Surya Burhanuddin dan Sjenny Jamain, Penuh Kesan dan Menginspirasi

by Mochamad Abdurrochim
03/05/2026 7:42 PM
0

JAKARTA, Tugujatim.id – Tasyakuran 50 tahun pernikahan Surya Burhanuddin dan Sjenny Jamain berlangsung penuh kesan, syukur, dan inspirasi di Hotel...

AHWA.

Menimbang Pelembagaan AHWA sebagai Otoritas Kepemimpinan NU

by Dwi Linda
14/04/2026 7:52 PM
0

Oleh: Abdur Rahim (Warga NU; tinggal di Desa Simo, Tuban)   TUBAN, Tugujatim.id - Beberapa waktu lalu, saya bertemu dengan...

Busana Khas Malang

Kajian Sejarah Busana Khas Malang

by Darmadi Sasongko
11/04/2026 3:25 AM
0

Tugujatim.id - Kajian Sejarah Busana Khas Malang ditulis oleh Dwi Cahyono, Yayasan Inggil. Identitas sebuah daerah tidak hanya tercermin dari...

Next Post
Bintan Humeira saat menjalani sidang terbuka Promosi Doktor Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Indonesia (FISIP UI), secara daring, pada Senin (9/8/2021). (Foto: Dokumen/UI)

Otoritas Keagamaan Perempuan Muslim di Ranah Online

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID