Ramai Pernyataan Jokowi Promosikan Bipang Ambawang, Ini Klarifikasi Kemendag - Tugujatim.id

Ramai Pernyataan Jokowi Promosikan Bipang Ambawang, Ini Klarifikasi Kemendag

  • Bagikan
Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat memberi ucapan duka cita atas bencana alam yang melanda NTT dan NTB. (Foto: Dok Sekretariatan Presidenan/Tugu Jatim)
Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat memberi ucapan duka cita atas bencana alam yang melanda NTT dan NTB. (Foto: Dok Sekretariatan Presidenan/Tugu Jatim)

JAKARTA, Tugujatim.id – Masyarakat dihebohkan dengan video berisi ajakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar masyarakat membeli kuliner khas daerahnya masing-masing jika rindu kampung halaman. Yang menjadi sorotan, terselip jenis kuliner dari Kalimantan Barat yaitu bipang ambawang yang yang diartikan sebagai babi panggang.

Ajakan tersebut disampaikan oleh Kepala Negara sebagai solusi melepas kerinduan lantaran pada Lebaran tahun ini pemerintah melarang masyarakat untuk mudik. Masyarakat menilai bahwa hal tersebut tak pantas lantaran bipang ambawang merupakan masakan olahan babi yang haram bagi umat muslim di Indonesia.

“Untuk bapak ibu yang rindu kuliner khas daerah, atau yang biasanya mudik membawa oleh-oleh tidak perlu lagu untuk memesannya secara online. Yang rindu makan gudeg jogja, bandeng semarang, siomay bandung, pempek Palembang, bipang ambawang dari Kalimantan, dan lain-lainnya tinggal pesan,” ujar Jokowi, dikutip Minggu (09/05/2021)

Berdasarkan penelusuran, pernyataan Jokowi terkait bipang ambawang yang ramai jadi perbincangan masyarakat tersebut diunggah oleh akun YouTube Kementerian Perdagangan RI pada tanggal 5 Mei 2021. Di mana video berdurasi 28 menit 39 detik tersebut berisi ajakan agar masyarakat Indonesia bangga akan buatan Indonesia.

Menteri Perdagangan Indonesia, Muhammad Lutfi saat klarifikasi pernyataan Jokowi mengenai bipang ambawang yang ramai di media sosial. (Foto: YouTube/Kementerian Perdagangan)
Menteri Perdagangan Indonesia, Muhammad Lutfi saat klarifikasi pernyataan Jokowi mengenai bipang ambawang yang ramai di media sosial. (Foto: YouTube/Kementerian Perdagangan)

Menanggapi hal ini, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi meminta maaf kepada masyarakat. Video tersebut, menurut Lutfi merupakan ajakan untuk mencintai produk lokal.

“Berkaitan dengan pernyataan tentang bipang Ambawang, yang pertama kita harus melihat dalam konteks keseluruhan. pernyataan bapak Presiden ada dalam video yang mengajak masyarakat Indonesia untuk mencintai dan juga membeli produk lokal,” kata Mendag Muhammad Lutfi.

Menurutnya, pernyataan Jokowi mengenai bipang Ambawang ditujukan kepada seluruh masyarakat Indonesia yang terdiri dari beragam suku, agama dan budaya.

“Jadi, sekali lagi, kuliner khas daerah yang disebut bapak Presiden dalam video tersebut adalah untuk mempromosikan kuliner nusantara yang memang sangat beragam,” sambungnya.

Meski demikian, pihaknya meminta maaf atas pernyataan yang diberikan Presiden Jokowi. Ia mengatakan, niat dari pernyataan Jokowi tersebut hanya ingin masyarakat bangga terhadap produksi dalam negeri. Termasuk berbagai kuliner khas daerah dan menghargai keberagaman bangsa seperti bipang ambawang.

“Kami dari kementerian perdagangan selaku penanggung jawab dari acara tersebut sekali lagi memastikan tidak ada maksud apa pun dari pernyataan bapak Presiden. Kami mohon maaf sebesar-besarnya jika terjadi kesalahpahaman,” jelas Lutfi.

“Mari kita bangga dan promosikan kuliner nusantara yang beragam sehingga bisa menggerakkan ekonomi, terutama UMKM,” katanya.

  • Bagikan