Sastrawan Leak Ajak Pemuda Tuban Kembali Berpuisi

Leak mengisi matari kuliah praktisi di Universitas PGRI Ronggolawe (Unirow) Tuban, pada Senin (28/11/2022). Foto: dok Humas Unirow

TUBAN, Tugujatim.id – Pecinta sastra di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, mendapat kesempatan bertemu langsung dengan Sastrawan Indonesia, Sosiawan Budi Sulistyo atau yang akrab disapa Sosiawan Leak saat memberikan kuliah praktisi di Universitas PGRI Ronggolawe (Unirow) Tuban, pada Senin (28/11/2022)

Kedatangan seniman yang dijuluki “penyair gaduh” di Bumi Wali ini, merupakan bagian dari tour silaturahmi yang sudah dilakoninya di beberapa tempat, seperti Blora, Jombang, Banyuwangi, Tuban, dan pada Desember mendatang akan dilanjutkan di Kecamatan Lasem dan Sarang, Kabupaten Rembang.

“Perjalanan silaturahmi di Tuban ini sangat menarik. Ada dua hal yang berbeda pada sesi kegiatan di dua lokasi. Yang satu dengan format akademik dan yang satu bersifat apresiatif, dua hal yang saya rasa akan terlalu asyik untuk dilewatkan,” terang sastrawan asal Solo itu, saat ditemui di Kampus Unirow Tuban.

Bagi Leak, perjalanan ini merupakan sebuah misi untuk merepresentasikan kondisi sosial, khususnya kesenian di daerah-daerah pasca pandemi COVID-19 yang melanda seluruh negeri.

Ia mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk kembali berpuisi karena puisi adalah warisan budaya timur yang adiluhung untuk menjaga semangat “Pulih Lebih Cepat dan Bangkit Lebih Kuat”.

“Puisi atau poetry reading adalah warisan budaya masyarakat timur. Di barat, orang baca puisi itu ya cukup dibaca saja bahkan bisa dalam hati. Tapi kalau masyarakat Asia dan Afrika punya sejarah panjang pada pertunjukan seni tutur yang terus berkembang hingga sekarang,” imbuh penyair seangkatan Widji Thukul ini.

Penyair yang identik dengan karakter pembawaannya yang lantang dalam membaca puisi ini, ingin mengulas sejarah yang dimiliki masyarakat Tuban sebagai pijakan ideologi.

Baginya, anak muda harus bisa mengikuti jejak Ronggolawe yang berani dan tegas menyuarakan dengan lantang untuk memperjuangkan apa yang dianggapnya benar.

Penyair kondang berusia 55 tahun dengan rambut gondrong ini berharap agar anak-anak muda di Tuban bisa lebih mencintai puisi dan kembali bersemangat pasca-dilanda pandemi COVID-19 yang hampir membuat sebagian besar seniman tak berkutik.

“Berpuisi itu bisa di mana saja dan tidak terbatas pada ruang dan waktu, siapa saja bisa berpuisi dan boleh berpuisi,” tutur alumnus Fisip Universitas Negeri Sebelas Maret Surakarta (UNS) ini.

Ketua Pelaksana Kuliah Tematik untuk Mahasiswa Prodi Bahasa Indonesia Unirow Tuban, Sri Yanuarsih mengatakan bahwa kegiatan ini digelar untuk memberikan wawasan baru bagi mahasiswa dengan menghadirkan praktisi di bidangnya.

“Ini penting bagi mereka untuk memotivasi agar kelak jika menjadi guru bukan lantas berpangku tangan tapi juga tetap memiliki karya sendiri yang bisa dibanggakan,” tuturnya

Sehari sebelumnya, pada Minggu (27/11/2022), pria yang dijuluki oleh sastrawan WS Rendra sebagai penyair Gelombang Baru ini, memberikan workshop kepada para pecinta puisi di sebuah warkop di Tuban.