Segera! PT KAI Gusur Ratusan Bangunan Liar di Pinggir Rel Kota Malang - Tugujatim.id

Segera! PT KAI Gusur Ratusan Bangunan Liar di Pinggir Rel Kota Malang

  • Bagikan
Bangunan liar. (Foto: M. Sholeh/Tugu Jatim)
Kawasan bangunan di Jagalan, Kota Malang, yang berdekatan dengan rel kereta api. (Foto: M. Sholeh/Tugu Jatim)

MALANG, Tugujatim.id – PT KAI akan segera menertibkan bangunan liar yang menjamur di pinggir rel Kota Malang. Mereka mulai bersiap menggusur ratusan bangunan yang berada di sepanjang rel kereta api kawasan Jagalan.

Banyaknya bangunan liar itu dinilai sangat membahayakan keselamatan masyarakat karena terlalu berdekatan dengan rel kereta api. Rencananya, ratusan bangunan liar sepanjang 1,3 kilometer itu bakal rata dengan tanah.

“Jadi, bangunan liar sepanjang 1,3 kilometer di sisi kanan maupun kiri rel itu ada pemukiman yang sangat berbahaya. Menurut UU, ini tidak boleh dan dilarang,” kata Executive Vice President PT KAI Daop 8 Surabaya Heri Siswanto pada Selasa (21/06/2022).

Dia kini mulai melakukan sosialisasi kepada warga setempat agar secara sukarela meninggalkan atau memindahkan bangunan liar itu. Dia belum memperkirakan batas waktu yang akan diberikan kepada warga untuk pindah.

Menurut dia, jarak minimal bangunan dengan rel kereta api adalah 6 meter. Dia menyebutkan, ada sekitar 301 KK yang bakal terdampak penggusuran. Meski begitu, sejumlah warga setempat juga telah menyadari dan mengakui memang tak memiliki legalitas.

“Rencananya, tim yang bekerja dan akan menjabarkan. Nanti (terkait kompensasi) ada mekanisme yang dituangkan dalam surat keputusan,” ujarnya.

Dia mengakui, dimungkinkan dulunya ada pembiaran yang membuat bangunan liar itu berdiri. Lama-lama akhirnya bangunan liar itu telah menjamur.

“Kami belum membedah kenapa mereka tinggal di situ. Mungkin dulunya kegiatan itu semacam pembiaran dan sekarang kan sudah ada aturannya di perda setempat,” ucapnya.

Sementara itu, Kabag Ops Polresta Malang Kota Kompol Supiyan mengatakan, pihaknya akan mengedepankan pendekatan humanis dan kondusivitas dalam upaya sterilisasi bangunan liar itu.

“Tentu tindakan yang dilakukan harus ada sisi humanisnya. Kami kedepankan pendekatan persuasif dan penegakan hukum alternatif terakhir,” paparnya.

Terpisah, Ketua RW 7, Kelurahan Sukoharjo, Klojen, Kota Malang, Ahmad Zakariya mengatakan, pihaknya masih belum mengetahui secara detail seperti apa mekanismenya. Dia mengatakan telah menerima undangan sosialisasi.

“Saya baru dapat undangan hari ini, tapi akan kami tindak lanjuti. Kami belum sosialisasi karena belum tahu detailnya. Kalau sudah tahu, nanti akan kami sampaikan,” ucapnya.

Dia mengaku pasrah dengan adanya rencana sterilisasi bangunan liar di wilayahnya. Namun, dia mengaku akan memberikan sosialisasi kepada warganya agar bisa lebih baik lagi.

“Saya gak tahu ke depannya gimana. Katanya sosialisasi sampai awal Juli. Setelah ada tim, nanti kami sampaikan. Soal ganti rugi juga belum tentu,” ujarnya.

 


Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugujatim , Facebook Tugu Jatim
Youtube Tugu Jatim ID , dan Twitter @tugujatim

 

 

  • Bagikan