• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Radio kuno yang dulunya menjadi salah satu media informasi. (Foto: Unsplash) tugu jatim hari radio nasional 11 september

Radio kuno yang dulunya menjadi salah satu media informasi. (Foto: Unsplash)

Sejarah Hari Radio Nasional yang Diperingati Tiap 11 September

Gigih Mazda by Gigih Mazda
5 years ago
in Pendidikan
0
Share on FacebookShare on Twitter

Tugujatim.id – Indonesia memperingati Hari Radio Nasional ke-76 pada Sabtu (11/9/2021) ini. Peringatan Hari Radio Nasional yang selalu diperingati untuk menandai lahirnya Radio Republik Indonesia (RRI) yang berdiri pada 11 September 1945. Yakni untuk merayakan kehadiran radio sebagai media penyalur informasi dan hiburan sejak sebelum kemerdekaan hingga kini.

Peringatan ini menjadi hal yang sangat wajib untuk dirayakan oleh para insan radio. Pandemi Covid-19 bukan jadi penghalang bagi mereka untuk dapat menyeramakkan Hari Radio Nasional yaitu dengan menggunakan twibbon, foto, serta postingan dan peringatan lainnya melalui sosial media.

You might also like

Jatim

Dindik Jatim Tegaskan Kepala Sekolah Dilarang Terima Titipan Siswa pada SPMB 2026

03/06/2026 3:53 PM
LPPM UM.

Kolaborasi LPPM UM X Direktorat Inovasi UM Dorong Hilirisasi Riset Global melalui Pameran AFRASIA 2026

03/06/2026 3:16 PM

Saat ini, selain Radio Republik Indonesia (RRI) banyak perusahaan radio yang terus berkembang dan mengikuti perkembangan jaman untuk menghibur dan memberikan informasi bagi masyarakat. Tapi, tahukah kita sejarah lahirnya Hari Radio Nasional itu?

Sejarah Hari Radio Nasional

Melansir dari laman resmi KPI, RRI dibentuk pada saat sebulan setelah Radio siaran milik pemerintahan Jepang yang berkedudukan di Jakarta yang bernama Hoso Kyoku dihentikan, tepatnya 19 Agustus 1945.

Pada saat itu, rakyat Indonesia baru saja merdeka dari penjajahan. Masyarakat tidak tahu harus mendapat informasi dari mana. Kondisi ini menjadi tidak karuan karena banyak radio luar negeri yang menyiarkan bahwa tentara Inggris (sekutu) akan menduduki pulau Jawa dan Sumatera.

Orang-orang yang pernah aktif bekerja di radio pada masa kependudukan Jepang menyadari radio merupakan alat yang diperlukan pemerintah Republik Indonesia untuk memberikan informasi dan berkomunikasi dengan rakyat.

Kemudian, delapan orang yang pernah aktif di radio Hosu Kyoku mengadakan pertemuan bersama pemerintah di Jakarta. Delapan orang yang mengikuti delegasi radio saat itu adalah Abdulrahman Saleh, Adang Kadarusman, Soehardi, Soetarji Hardjolukita, Soemarmadi, Sudomomarto, Harto, dan Maladi.

Abdulrahman Saleh, yang menjadi ketua delegasi, menguraikan garis besar dari rencana pada pertemuan tersebut dimana radio menjadi hal yang penting sebagai alat komunikasi pemerintah dengan rakyat karena lebih cepat dan tidak mudah terputus saat pertempuran.

Pertemuan tersebut menghasilkan kesimpulan, antara lain dibentuknya Persatuan Radio Republik Indonesia yang akan meneruskan penyiaran dari delapan stasiun di Jawa, mempersembahkan RRI kepada Presiden dan Pemerintah RI sebagai alat komunikasi dengan rakyat. Serta menghimbau supaya semua hubungan antara pemerintah dan RRI disalurkan melalu Abdulrahman Saleh.

Pertemuan tersebutlah yang menjadi awal bagi perkembangan radio di Indonesia sampai pada pada hari ini.

Tags: Hari Radio NasionalradioSejarah
Gigih Mazda

Gigih Mazda

Related Stories

Jatim

Dindik Jatim Tegaskan Kepala Sekolah Dilarang Terima Titipan Siswa pada SPMB 2026

by Mochamad Abdurrochim
03/06/2026 3:53 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim menegaskan seluruh kepala sekolah SMA, SMK, dan SLB negeri di wilayah setempat dilarang...

LPPM UM.

Kolaborasi LPPM UM X Direktorat Inovasi UM Dorong Hilirisasi Riset Global melalui Pameran AFRASIA 2026

by Dwi Linda
03/06/2026 3:16 PM
0

MALANG, Tugujatim.id — Pusat Sains dan Rekayasa (PSR) di bawah naungan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri...

Pelanggaran Etik Sosial

Pelanggaran Etika Sosial Masih Marak, Tempat Umum dan Medsos Jadi Lokasi Dominan

by Mochamad Abdurrochim
02/06/2026 8:10 AM
0

MALANG, Tugujatim.id – Pelanggaran etika sosial masih kerap ditemukan di tengah masyarakat. Tempat umum dan media sosial disebut menjadi lokasi...

Net Zero Campus.

Perkuat Transformasi, UM Inisiasi Kerja Sama Net Zero Campus dengan Climateworks Centre Monash University

by Dwi Linda
30/05/2026 11:19 AM
0

MALANG, Tugujatim.id - Universitas Negeri Malang (UM) menginisiasi kerja sama dengan program Net Zero Campus dari Climateworks Centre, Monash University,...

Next Post
Ilustrasi swab test antigen. (Foto: Pixabay/Tugu Jatim)

Besok, Peserta Tes SKD Bojonegoro Gratis Swab Test Antigen di Labkesda

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID