• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Kasus DBD. (Foto: Pexels/Tugu Jatim)

Ilustrasi nyamuk penyebab DBD. (Foto: Pexels)

Selama 17 Hari, Dinkes Bojonegoro Catat 112 Kasus DBD pada 2022

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
4 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

BOJONEGORO, Tugujatim.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Bojonegoro mencatat ada 112 kasus demam berdarah dengue (DBD) dalam kurun waktu 1-17 Desember 2022. Bahkan akibat kasus DBD, 2 orang di antaranya meninggal dunia.

Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Bojonegoro dr Whenny Dyah Prajanti mengatakan, tren kasus penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes aegypti itu mulai mengalami kenaikan sejak November 2021, seiring dengan musim hujan yang terjadi di wilayah Bojonegoro.

You might also like

Cuaca di Jawa Timur.

Hujan Ringan dan Udara Kabur Dominasi Cuaca di Jawa Timur 13 Juni 2026, Waspadai Kelembapan Tinggi dan Jarak Pandang

13/06/2026 8:58 AM
Santri

Terkendala Gelombang Tinggi, Pencarian Hari Kedua Santri Terseret Ombak di Blitar Nihil

12/06/2026 8:54 PM

“Karena ketika hujan, kemudian banyak genangan air sehingga nyamuk-nyamuk mudah menetas,” jelasnya kepada Tugu Jatim, Senin (17/01/2022).

Terhitung pada 1-17 Januari 2022, dinkes mencatat 112 kasus DBD dengan rincian kasus terbanyak tercatat di Puskesmas Kalitidu sebanyak 15 kasus dan Puskesmas Wisma Indah 15 kasus. Dari jumlah tersebut, 2 orang di antaranya meninggal dunia, yaitu di Kecamatan Kedungadem dan Trucuk.

Whenny mengungkapkan, untuk mengatasi kasus DBD semakin meluas, pihaknya telah melakukan berbagai cara, di antaranya gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) serta penyuluhan kepada masyarakat.

Tindakan pemberantasan sarang nyamuk, Whenny melanjutkan, dilakukan dengan membentuk Juru Pemantau Jentik (Jumantik) nyamuk di setiap keluarga, bisa dari kepala keluarga atau anggota keluarga yang lain. Hal tersebut bertujuan untuk memberantas sarang jentik nyamuk di masing-masing rumah.

Dinkes juga akan melakukan fogging atau pengasapan terhadap daerah yang terindikasi adanya DD (demam degue), tiga kasus demam tanpa sebab, dan pada rumah yang ditemukan jentik lebih dari 5 persen. Namun, menurut dia, masyarakat tidak bisa hanya mengandalkan fogging bagi daerah terindikasi, karena tidak bisa membunuh telur dan jentiknya, namun juga harus disertai PSN.

“Nyamuk merupakan hewan dengan metamorfosis sempurna dari wujud jentik hingga jadi nyamuk dewasa, 1 nyamuk tersebut dapat bertelur hingga 100 butir telur. Jadi tidak bisa kalau hanya diberantas nyamuk dewasa saja, tapi jentiknya juga harus diberantas,” lanjutnya.

Wheny berharap, agar masyarakat memiliki kesadaran tersendiri untuk selalu membersihkan lingkungan dan terutama tempat-tempat yang rawan dijadikan sarang bagi nyamuk untuk bertelur.

“Kami harapkan masyarakat juga tetap melakukan gerakan PSN tadi dan semoga kasus DBD khususnya di Kabupaten Bojonegoro ini segera mengalami penurunan bahkan agar segera hilang,” ujarnya.

Tags: berita BojonegoroBerita demam berdarahBojonegoro hari iniCegah DBDDBDDemam BerdarahDemam berdarah dengueDemam berdarah di BojonegoroDinkes BojonegoroFogging DBDKasus DBDKasus demam berdarahPasien demam berdarah
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Cuaca di Jawa Timur.

Hujan Ringan dan Udara Kabur Dominasi Cuaca di Jawa Timur 13 Juni 2026, Waspadai Kelembapan Tinggi dan Jarak Pandang

by Dwi Linda
13/06/2026 8:58 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jawa Timur pada Sabtu (13/06/2026) didominasi hujan ringan, udara kabur, dan kondisi berawan di berbagai wilayah....

Santri

Terkendala Gelombang Tinggi, Pencarian Hari Kedua Santri Terseret Ombak di Blitar Nihil

by Mochamad Abdurrochim
12/06/2026 8:54 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Operasi pencarian terhadap santri asal Kabupaten Kediri yang terseret ombak di Pantai Pangi, Desa Tumpakkepuh, Kecamatan Bakung,...

Bediding

Fenomena Bediding 2026: Kenapa Suhu Malam hingga Dini Hari Terasa Lebih Dingin Saat Musim Kemarau?

by Mochamad Abdurrochim
12/06/2026 8:22 PM
0

Tugujatim.id - Masyarakat di sejumlah wilayah Indonesia bagian selatan mulai merasakan perubahan suhu udara yang lebih dingin dalam beberapa hari...

DPRD Surabaya.

Warga Ketar-ketir, DPRD Surabaya Tegaskan Kenaikan Pertamax Bukan Alasan Utama Harga Barang Naik

by Dwi Linda
12/06/2026 6:33 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Menyikapi kenaikan harga Pertamax, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya melihat adanya penyesuaian tersebut tidak serta...

Next Post
Bupati Gus Irsyad. (Foto: Laoh Mahfud/Tugu Jatim)

Dugaan Kasus Omicron di Kabupaten Pasuruan, Bupati Gus Irsyad: Masih Diteliti Labkes Jatim

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID