Soal Ketahanan Pangan, Wali Kota Malang Sutiaji: Urban Farming Dispangtan Harus Berbasis Organik

  • Bagikan
Wali Kota Malang Sutiaji saat diwawancarai soal calon kandidat sekda. (Foto:Azmy/Tugu Jatim)
Wali Kota Malang Sutiaji saat diwawancarai soal calon kandidat sekda. (Foto:Azmy/Tugu Jatim)

MALANG, Tugujatim.id – Ketua DPRD Kota Malang I Made Riandiana Kartika mendukung penuh upaya Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang memperkuat ketahanan pangan di masa pandemi Covid-19.

Menurut Made, dengan membentuk ketahanan pangan juga turut membantu pemulihan ekonomi. Salah satu cara yang diapresiasi itu adalah program urban farming yang coba digalakkan dispangtan.

Sumbangan Kemanusiaan Gempa Malang

“Itu terobosan dan inovasi yang baik agar kita tidak bergantung pada bahan pokok impor,” kata dia.

Ketua DPRD Kota Malang I Made Riandiana Kartika (tengah). (Foto: Azmy/Tugu Jatim)
Ketua DPRD Kota Malang I Made Riandiana Kartika (tengah). (Foto: Azmy/Tugu Jatim)

Selama ini, pria asal Bali itu merasa miris dengan pagu anggaran yang dialokasikan untuk dispangtan selama ini yang hanya tembus Rp 3 miliar. Artinya, serapannya terbilang sedikit sehingga sulit untuk mengembangkan program kerja.

“Saya akan kawal juga soal ini. Nanti akan dibahas lagi,” jelasnya.

Terpisah, Wali Kota Malang Sutiaji menambahkan, dalam program urban farming nantinya juga harus mengutamakan konsep pertanian berbasis organik yang sehat dan higienis.

Selain itu, tugas penting yang digawangi dispangtan nanti juga berkaitan dengan pemulihan ekonomi. Salah satu caranya adalah berkolaborasi dengan aneka usaha, baik dalam manajemen pemasaran, peningkatan produk, dan lain-lainnya.

“Semua hal harus dikerjakan secara kolaboratif. Kolaborasi pentahelix. Karena inflasi adalah tugas bersama dan juga menjadi tugas dinas ketahanan pangan dan pertanian,” harapnya. (azm/ln)

  • Bagikan