JEMBER, Tugujatim.id – Permintaan daging sapi di Kabupaten Jember mengalami peningkatan signifikan sejak minggu ketiga bulan Ramadan, mencapai dua kali lipat dari kondisi normal.
Peningkatan permintaan daging sapi ini diperkirakan akan terus berlanjut selama masa libur Lebaran. Masyarakat tidak perlu khawatir karena ketersediaan daging sapi dijamin mencukupi bahkan berlebih hingga libur Lebaran berlangsung.
Baca Juga: Jelang Lebaran Kebutuhan LPG di Jember Naik, Pasokan Terancam?
Kenaikan permintaan daging sapi berbanding lurus dengan peningkatan aktivitas pemotongan di rumah potong hewan (RPH) di wilayah Jember. Jika dalam kondisi normal hanya sekitar tiga ekor sapi yang dipotong setiap hari di setiap RPH, saat ini jumlahnya meningkat hingga tujuh ekor per hari.
Kepala UPT RPH Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Jember Kurniawan Eko menjelaskan, fenomena ini memang rutin terjadi setiap tahun menjelang Lebaran.
“Dalam tiga hari terakhir kami mencatat kenaikan permintaan pemotongan sapi dan permintaan daging. Di RPH besar seperti Kaliwates yang biasanya hanya memotong tiga ekor sapi per hari, kini meningkat menjadi enam hingga tujuh ekor. Angka ini kemungkinan akan terus bertambah saat mendekati hari H Lebaran,” ujarnya pada Sabtu pagi (29/03/2025).
Rata-rata sapi yang dipotong di RPH Jember memiliki bobot antara 300-500 kilogram. Dari bobot tersebut, setiap ekor sapi dapat menghasilkan sekitar 175 kilogram daging segar untuk konsumsi warga Jember.
“Satu ekor sapi dengan berat 300-500 kilogram akan menghasilkan daging sekitar 45 persen dari total bobotnya, yaitu sekitar 175 kilogram. Jika di RPH Kaliwates kini memotong tujuh ekor per hari, maka jumlah daging yang dihasilkan sangat signifikan,” imbuhnya.
Selain peningkatan permintaan, harga daging sapi juga mengalami kenaikan di pasaran. Semula harga daging sapi di tingkat pedagang berkisar Rp120.000 per kilogram, namun kini telah mencapai Rp125.000 hingga Rp140.000 per kilogram.
“Harga sudah mulai naik dan kemungkinan akan terus meningkat menjelang Lebaran karena permintaan yang tinggi,” lanjut Kurniawan.
Stok Daging sesuai Permintaan Pasar
Mengenai ketersediaan stok, Kurniawan menegaskan bahwa penyediaan daging sapi di Jember dilakukan sesuai dengan permintaan pasar. Hal ini dimungkinkan karena Jember merupakan salah satu wilayah penghasil ternak sapi terbesar di Jawa Timur.
“Kami tidak menyimpan stok daging, tetapi menyesuaikan dengan permintaan pasar. Daging yang dijual umumnya merupakan daging segar hasil pemotongan. Para jagal juga tampaknya sudah mempersiapkan stok ternak di RPH untuk mengantisipasi lonjakan permintaan,” jelasnya.
Berdasarkan data per Februari 2025, dari 11 RPH yang beroperasi di Jember, tercatat mampu memotong sekitar 500 ekor sapi. Jumlah ini diperkirakan akan meningkat hingga 10% mencapai 600 ekor seiring dengan tingginya permintaan daging sapi di masa Lebaran.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Diki Febrianto
Editor: Dwi Lindawati








