Sutikno, Warga Bojonegoro Ekspor Keripik Bayam ke Malaysia-Taiwan hingga Beromzet Rp 50 Juta Per Bulan - Tugujatim.id

Sutikno, Warga Bojonegoro Ekspor Keripik Bayam ke Malaysia-Taiwan hingga Beromzet Rp 50 Juta Per Bulan

  • Bagikan
Sutikno, pria asal Desa Bojo, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, ini menjual aneka makanan ringan dari dedaunan. (Foto: Mila Arinda/Tugu Jatim)
Sutikno, pria asal Desa Bojo, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, ini menjual aneka makanan ringan dari dedaunan. (Foto: Mila Arinda/Tugu Jatim)

BOJONEGORO, Tugujatim.id – Olahan makanan dari dedaunan memang memiliki beragam manfaat untuk tubuh. Dan melalui tangan dingin Sutikno, pria asal Desa Bojo, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, ini mampu menyulap dedaunan menjadi aneka camilan yang memiliki beragam varian rasa. Dia menggunakan daun bayam, kangkung, daun pepaya, hingga daun beluntas sebagai bahan untuk membuat makanan ringan yang gurih dan renyah. Bahkan, penjualannya mampu menghasilkan omzet Rp 30 juta-Rp 50 juta dalam sebulan.

“Saya memulai usaha ini pada 2010. Awalnya hanya ada keripik bayam, tapi karena banyak peminatnya jadi berkembang dengan mengolah beberapa keripik dari sayuran yang lain,” ujarnya.

Di rumah produksi milik Sutikno, daun bayam seharga Rp 100.000 ini bisa mengasilkan 20 kilogram keripik dalam sehari. Sedangkan untuk menghasilkan 35-37 kilogram keripik singkong, dia membutuhkan bahan baku 1 kuintal.

Menurut dia, keripik bayam yang paling diminati masyarakat. Itulah produksi keripik pertamanya. Usaha yang dia geluti selama 10 tahun lebih ini juga telah berhasil merambah di berbagai swalayan yang ada di Bojonegoro, bahkan bisa memasarkan hingga ke Malaysia dan Taiwan.

“Alhamdulillah, keripik saya sudah go international. Semoga ke depannya semakin berkembang dan dicintai banyak masyarakat,” harapnya.

Dengan usahanya tersebut, dalam sebulan Sutikno mampu memperoleh omzet Rp 30 juta-Rp 50 juta. Selain memiliki toko sendiri, dia juga mampu menjualnya kepada reseller di berbagai kota.

  • Bagikan