MOJOKERTO, Tugujatim.id – Ketua Asosiasi Futsal Kabupaten (AFK) Mojokerto mendapatkan target sebagai finalis untuk Cabor Futsal Mojokerto pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IX Malang Raya.
Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua terpilih AFK Mojokerto, Didik Santoso pasca Kongres Luar Biasa (KLB) AFK Mojokerto di eLKISI Edupark, Pungging, Mojokerto, Minggu (21/07/2024).
“Target tersebut dari Askab PSSI Mojokerto. Kalau untuk Cabang Olahraga (Cabor) sepak bola proyeksi Porprov, target medali emas, sama seperti target pada Porprov sebelumnya,” terang Didik Santoso, Minggu (21/07/2024).
Didik melanjutkan, satu pekan pasca KLB, pengurus AFK Mojokerto periode 2024-2028 segera dibentuk. Lalu, beberapa program kerja rencananya mulai digulirkan pada Agustus 2024 mendatang.
“Program kerja terdekat rencana akan ada kompetisi jenjang usia 17 tahun. Namun memang ada masukan dari asosiasi tingkat provinsi untuk menggulirkan kompetisi dua jenjang usia yakni 13 dan 15 tahu,” sambung Didik.
Dengan demikian, Didik mengatakan kemungkinan rekrutmen pemain futsal untuk proyeksi Porprov masih belum diketahui secara pasti. “Masih menunggu pengurus baru beres semua. Tapi jelas kami punya beberapa persiapan terutama target untuk Porprov mendatang,” tandasnya.
Walau begitu, beberapa pemain potensial yang terjun dalam Porprov edisi sebelumnya rencananya bakal dipanggil. Namun beberapa catatan juga disiapkan Askab Mojokerto sebelum pemanggilan para pemain tersebut.
“Kami tekankan dulu kalau pemain yang akan dipanggil harus bisa menjaga performa. Hal itu juga menjadi bekal kami apakah yang bersangkutan bisa tetap kami bawa ke Porprov Malang Raya atau mencari alternatif pemain lain,” imbuh Sekretaris Askab PSSI Mojokerto, Alfiyah Berliana.
Selain itu, AFK Mojokerto berusaha menjalin komunikasi dengan beberapa sekolah menengah atas (SMA/SMK), terutama sekolah dari pemain-pemain futsal Porprov sebelumnya. Upaya ini tidak hanya untuk membangun kepercayaan dengan pihak sekolah belaka, tetapi pemain potensial diharap dapat terpantau lewat komunikasi tersebut.
“Komunikasi juga dibangun untuk memantau barangkali ada pemain yang dibutuhkan dan sesuai dengan kerangka tim. Apalagi Cabor Futsal juga masih ramai dimainkan anak-anak dari sekolah menengah atas,” tukas Alfiyah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Hanif Nanda Zakaria
Editor: Darmadi Sasongko








