Tarif PCR Turun Jadi Rp 275 Ribu, Pemkot Malang Siap Pantau Harga di Lapangan - Tugujatim.id

Tarif PCR Turun Jadi Rp 275 Ribu, Pemkot Malang Siap Pantau Harga di Lapangan

  • Bagikan
Masyarakat melakukan pemeriksaan PCR di Kota Malang (Foto: Rubianto/Tugu Malang/Tugu Jatim) tarif pcr
Masyarakat melakukan pemeriksaan PCR di Kota Malang (Foto: Rubianto/Tugu Malang/Tugu Jatim)

MALANG, Tugujatim.id – Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Kesehatan siap memantau kondisi harga tes Polymerase Chain Reaction (PCR) di lapangan. Pihaknya mengaku bahwa tarif tes tersebut akan disesuaikan dengan pemerintah pusat, yakni sebesar Rp 275 ribu.

Sebagai informasi, sebelumnya pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah resmi menurunkan tarif tertinggi harga pemeriksaan PCR mandiri sebesar Rp 275 di Jawa-Bali. Sementara daerah lain di luar Jawa-Bali ditetapkan sebesar Rp 300 ribu.

Ketentuan itu tertuang dalam Surat Edaran (SE) Kemenkes RI Dirjen Pelayanan Kesehatan No. HK 02.02/1/3843/2021 tentang batas tarif tertinggi pemeriksaan PCR yang ditetapkan pada Rabu (27/10/2021).

Masyarakat melakukan pemeriksaan PCR di Kota Malang (Foto: Rubianto/Tugu Malang/Tugu Jatim)
Masyarakat melakukan pemeriksaan PCR di Kota Malang (Foto: Rubianto/Tugu Malang/Tugu Jatim)

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, dr. Husnul Muarif mengaku akan menyesuaikan tarif PCR di Kota Malang sesuai dengan SE yang telah ditetapkan tersebut.

“Kalau SE Dirjen-nya diterapkan mulai tanggal itu, mudah-mudahan nanti semua laboratorium PCR bisa menerapkan SE itu setelah tanggal penetapan itu,” ujarnya, Kamis (28/10/2021).

Menurutnya, regulasi batas tarif tersebut harus ditaati oleh seluruh penyedia jasa pemeriksaan PCR. Untuk itu, Dinkes Kota Malang juga akan melakukan pemantauan terhadap penerapan batas tarif itu di sejumlah laboratorium pemeriksaan PCR di Kota Malang

Adapun sejumlah layanan kesehatan yang memiliki fasilitas laboratorium pemeriksaan PCR di Kota Malang diantaranya yakni RSSA, RS Lavallete, RSUB, RS Panti Nirmala, hingga Lab Klinik Prodia Kota Malang.

“Saya kira layanan kesehatan juga sudah harus tau terkait SE itu. Nanti akan kita pantau lah di beberapa laboratorium PCR yang ada di Kota Malang itu,” ucapnya.

Dia menambahkan, penetapan batas tarif tersebut memang sudah sesuai dengan harga bahan PCR. Disebutkan, bahan PCR yang paling mahal yakni ada di reagen.

  • Bagikan