Terkendala Listrik dan Lahan Parkir, Peresmian Pasar Sumedang Kepanjen Tertunda - Tugujatim.id

Terkendala Listrik dan Lahan Parkir, Peresmian Pasar Sumedang Kepanjen Tertunda

  • Bagikan
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Malang Agung Purwanto. (Foto: Rizal Adhi Pratama/Tugu Malang/Tugu Jatim)
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Malang Agung Purwanto. (Foto: Rizal Adhi Pratama/Tugu Malang/Tugu Jatim)

MALANG, Tugujatim.id – Pembangunan megaproyek Pasar Sumedang di Jalan Sumedang, Cokoleo, Cempokomulyo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, saat ini ternyata masih terkendala pemasangan listrik dan lahan parkir.

“Kalau kelengkapan pasar tinggal lahan parkir, kalau itu bisa sambil jalan, karena (pasar darurat yang sekarang) dirobohkan dulu untuk dijadikan parkir. Kemudian nanti ada listrik yang perlu disiapkan, sekarang masih diprogramkan oleh dinas cipta karya. Karena kasihan kalau belum ada listrik dan pedagang dipindahkan nanti gelap-gelapan,” terang Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Malang Agung Purwanto saat dikonfirmasi pada Kamis (16/09/2021).

Namun, Agung memastikan jika saat ini Pasar Sumedang telah melalui proses serah terima dari Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) Kabupaten Malang kepada Disperindag Kabupaten Malang.

“Pasar Sumedang saat ini masih dalam proses serah terima ke disperindag, kalau secara administrasi sudah kami terima sehingga akan segera merelokasi pedagang ke Pasar Sumedang. Sekarang masih proses serah terima di BKAD karena harus mengubah aset dari cipta karya ke disperindag,” bebernya.

Dia menjelaskan, pasar yang menelan biaya lebih dari Rp 20 miliar ini rencananya akan merelokasi sekitar 400 pedagang.

“Ada sekitar 400 pedagang, dan semua harus tertampung. Kemarin kan sudah dihitung jumlah pedagangnya berapa dan pertumbuhan pedagangnya ada berapa,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, 400 pedagang itu tidak perlu memberikan kompensasi atau tambahan biaya untuk bisa menempati pasar yang dibangun lebih dari 5 tahun tersebut.

“Pedagang juga tidak perlu memberikan kompensasi, tinggal masuk aja. Karena dia dulu berdagang di situ, sekarang karena dibangun harus berdagang di tempat lain, jadi kalau pembangunannya selesai yang tinggal nempati,” tegasnya.

Terakhir, saat dikonfirmasi terkait kapan para pedagang bisa mulai menempati pasar tersebut, Agung mengatakan harapannya bisa ditempati pada akhir 2021 atau awal 2022.

“Kalau dari kami pinginnya sebelum akhir tahun bisa menempati pasar yang baru. Karena di akhir tahun ini kan masyarakat kebutuhannya akan semakin baik dan meningkat. Kalau pasarnya sudah tersedia, maka pedagangnya akan senang,” ujarnya

“Sekarang kan pedagang omzetnya turun terus karena saat ini berdagang di tempat relokasi. Tempatnya juga kumuh, semoga di awal 2022 sudah menempati pasar yang baru sehingga awal tahun ini menjadi kado bagi pedagang di Pasar Sumedang,” ujarnya.

  • Bagikan