JEMBER, Tugujatim.id – Gelombang pantai di selatan Pulau Jawa terkenal dengan atraksi alam yang indah. Salah satunya deburan ombak yang kuat namun menakjubkan di Pantai Watu Ulo, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember, Jawa Timur.
Di balik keindahannya, tidak jarang ombak mampu menyeret pengunjung yang hendak berenang di pesisir pantai. Momen menyenangkan bisa berubah menjadi malapetaka apabila tak memahami bagaimana tips berenang aman di pantai selatan.
Gelombang ombak di Pantai Watu Ulo terbentuk karena adanya perbedaan tekanan udara yang signifikan antara Samudera Hindia dan daratan. Hal ini menghasilkan gelombang tinggi dan berbahaya bagi pengunjung.
Selain itu, terdapat palung di sepanjang pesisir Pantai Watu Ulo, yang menjadi titik lokasi berbahaya bagi pengunjung, yang hendak berenang. Palung merupakan area di dekat pantai, yang secara tiba-tiba dan drastis mengalami pendalaman di dasar laut.
Sehingga, kejadian tersebut dapat berakibat fatal bagi pengunjung yang berenang, karena dapat menyeret dan menenggelamkan korbannya.

“Ini palung, ini pusaran air di sini, zona yang sangat berbahaya sekali. Di sini biasanya kalau sudah hanyut korban tidak dapat ditemukan dan ditanam hidup-hidup di dalam pasir. Ini palung ini, di depan ini palung,” jelas Ansori, relawan penjaga pantai selama 25 tahun di Pantai Watu Ulo, pada Minggu (21/4/2024).
Oleh karena itu, Ansori memberikan tips berenang aman di pantai selatan untuk menghindari terjadinya korban jiwa saat bermain air atau berenang. Ansori mengimbau kepada penjung agar tidak mengejar ombang.
“Tapi kalau bisa, jangan boleh ada orang, kalau pantai selatan itu jangan mengejar gelombang, itu saja,” jelas Ansori.
Salah satu karakteristik ombak di pantai selatan menurut Ansori yaitu, jangkauan ombak yang tidak menentu. Kadang-kadang sampai pada daratan yang cukup tinggi, terkadang juga menjauh ke arah laut. Sehingga Ansori menegaskan untuk tidak sekali-kali mengejar ombak tersebut.
“Jangan mengejar gelombang atau jangan mengejar air, karena ini, pantai ini kadang air nyampek kadang enggak. Tolong di mana tadi titik itu yang besar airnya besar cukup di situ saja, jangan kita mengejar air itu terus ke selatan, itu sangat berbahaya sekali, sangat berbahaya sekali,” tegas Ansori.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Diki Febrianto
Editor: Imam A. Hanifah