• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Pengusaha asal Madiun. (Foto: Dokumen/Tugu Jatim)

Titin Nurfarida, pengusaha asal Kota Madiun, ini foto bersama produk barang bekas yang disulap jadi bernilai tinggi. (Foto: Dokumen)

Titin Nurfarida, Pengusaha asal Madiun “Sulap” Barang Bekas Jadi Berkelas dengan Omzet Rp 80 Juta Per Bulan

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
4 years ago
in Featured
0
Share on FacebookShare on Twitter

MADIUN, Tugujatim.id – Kepuasan pelanggan menjadi salah satu kebahagiaan tersendiri bagi pengusaha asal Madiun bernama Titin Nurfarida ini. Dan slogan itu pula yang membuat warga asal Kelurahan Josenan tersebut menikmati kesibukannya “menyulap” barang-barang mebel bekas perkantoran menjadi barang berkelas yang memiliki nilai tinggi. Bahkan, dari usahanya itu dia dapat meraup omzet hingga Rp80 juta per bulan. Seperti apa kisahnya?

Awalnya kesibukan yang sudah dimulai Titin sejak lima tahun lalu itu didorong dari keinginannya untuk fokus merawat anak-anaknya. Titin yang merupakan seorang pengajar di salah satu SMP swasta di Ngawi itu memutuskan resign setelah 11 tahun mengajar di sekolah tersebut.

You might also like

Teras Semeru.

Mengenal Muhammad Syafi’i, Santri Sukses Berdayakan Warga Kampung berkat Rumah Makan Teras Semeru Lumajang yang Viral

06/07/2026 5:13 PM
Blitar

Kisah Anak Buruh Setrika di Kota Blitar Menjemput Asa Lewat Sekolah Rakyat

26/06/2026 10:54 PM

‘’Setelah anak usia tiga tahun, saya resign sebagai guru karena ingin fokus mengurus anak,’’ ujar pengusaha asal Madiun Titin.

Keputusan yang berani tersebut menuntut Titin memutar otak untuk tetap bisa mandiri mencari penghasilan. Dia pun mencari usaha yang kala itu tak banyak dilakoni warga Kota Madiun. Yakni, menjual barang-barang perlengkapan bekas perkantoran. Istimewanya, dia jual barang bukan “kaleng-kaleng” alias eksklusif.

‘’Barang-barang yang kami jual itu barang afkir perkantoran. Biasanya keluaran pabrikan kelas atas,’’ ucap perempuan berhijab ini.

Ide tersebut muncul setelah perempuan kelahiran 1981 itu berdiskusi dengan sahabat sekaligus mentornya dalam usaha barang bekas. Berkat ketekunan dan kepiawaian Titin dalam memainkan media sosial, barang-barang yang ditawarkan pun laku terjual. Bahkan, peminatnya pun tinggi. Jadi, media sosial membantu dia dalam memasarkan barang-barangnya agar cakupannya semakin luas.

‘’Ternyata banyak peminatnya, gak menyangka sampai selaris ini waktu itu,’’ ujarnya.

Untuk pangsa pasarnya, Titin tak hanya menyasar di lokal saja. Sebab, media sosial membuat dagangan mebel bekas perkantoran itu banyak dilirik pembeli luar kota. Mulai dari Semarang hingga kawasan Jawa Tengah, Bali, dan lain-lainnya.

Kenapa pelanggannya tertarik? Menurut Titin, karena merek barang-barang yang dia tawarkan dikenal luas memiliki kualitas bagus.

‘’Kondisi barang saat saya terima itu 80% bagus, terus dicat, diplitur, diganti sebagian bahan menjadi baru. Untuk sofa dan lain-lainnya ada yang di-laundry, jadi benar-benar layak pakai,’’ imbuh perempuan kelahiran Ngawi, Jawa Timur, ini.

Seiring berjalannya waktu, usaha Titin terus berkembang. Permintaan pasar tak hanya barang bekas, tapi merambah juga ke barang-barang baru. Titin mulai membuat set meja makan, meja dan kursi kantor, meja rias, backdrop partisi ruangan, kitchen set, dan lain-lainnya.

Pengusaha asal Madiun ini juga aktif menularkan ilmunya ke para pemuda di lingkungannya yang mau belajar. Kini ada enam karyawan yang ikut menjadi timnya.

‘’Alhamdulillah, senang menjalani usaha ini karena bagian dari hobi saya,’’ tutur pengusaha dari Kota Pecel ini.

Tags: berita Madiun hari iniInfo Terbaru MadiunKota MadiunMadiun hari iniPengusaha asal MadiunPengusaha di MadiunPengusaha mebelPengusaha sukses
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Teras Semeru.

Mengenal Muhammad Syafi’i, Santri Sukses Berdayakan Warga Kampung berkat Rumah Makan Teras Semeru Lumajang yang Viral

by Dwi Linda
06/07/2026 5:13 PM
0

LUMAJANG, Tugujatim.id – Di balik meroketnya angka kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) di Kabupaten Lumajang selama libur Lebaran 2026, ada satu...

Blitar

Kisah Anak Buruh Setrika di Kota Blitar Menjemput Asa Lewat Sekolah Rakyat

by Mochamad Abdurrochim
26/06/2026 10:54 PM
0

"Sedih rasanya melihat teman-teman lain berseragam. Tapi saya harus sabar, menepi dulu demi bantu orang tua. Saya jualan es teh....

Sekolah Rakyat.

Menolak Padam, Asa Baru Silvia dan “The Invisible People” dari Bangku Sekolah Rakyat

by Dwi Linda
26/06/2026 5:47 PM
0

"Ada banyak pahlawan dalam kamus hidup Silvia Putri Cahyani, pelajar 14 tahun di Kota Batu, Jawa Timur. Paman dan bibinya,...

Bupati Sidoarjo.

Terharu! Bocah Usia 7 Tahun Luka Bakar 46 Persen, Bupati Sidoarjo Subandi Siapkan Pengobatan hingga Pekerjaan untuk sang Ayah

by Dwi Linda
16/06/2026 9:24 PM
0

SIDOARJO, Tugujatim.id – Bupati Sidoarjo H. Subandi menjenguk Izzan, 7, bocah yang mengalami luka bakar hingga 46 persen dan kini...

Next Post
Korupsi dana desa. (Foto: Freepic/Tugu Jatim)

Bikin Laporan Fiktif, Kades Kemirisewu Pasuruan Diduga Korupsi Dana Desa hingga Rp 240 Juta

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID