Usai 31 Positif Corona, 748 Penghuni Ponpes Al Izzah Kota Batu Jalani Isolasi

  • Bagikan
pondok pesantren ponpes batu covid-19
Al Izzah International Islamic Boarding School alias Pondok Pesantren (Ponpes) Al Izzah, Kota Batu, Malang, Jawa Timur. (Foto: Instagram Ponpes Al Izzah)

Batu – Pasca diketahuinya sebanyak 31 orang di lingkungan Ponpes Al Izzah International Islamic Boarding School Kota Batu, Malang positif COVID-19, sebanyak 748 penghuni melakukan isolasi mandiri.

Isolasi mandiri dilakukan dengan fasilitas Ponpes Al Izzah sendiri, di bawah pengawasan intensif petugas tim medis Satgas COVID-19 Kota Batu. Sementara, seluruh santri dan pengelola, termasuk yang memiliki riwayat kontak erat dengan kasus positif telah menjalani karantina mandiri di lokasi terpisah.

Proses karantina tersebut juga dipantau tim Satgas COVID-19 Kota Batu secara intensif secara virtual atau video conference. Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Batu, M. Chori mengatakan, pemantauan di Al-Izzah terus dilakukan.

Baca Juga: Mengulik Fenomena Pencurian Kain Kafan di Jombang yang Konon untuk Pesugihan

“Berdasarkan informasi dari Dinas Kesehatan bahwa dari inti video conference adalah untuk mengetahui dan mendapatkan informasi tentang perkembangan terkini kondisi Al -Izzah,” ungkap

Chiri menambahkan, kondisi terkini 31 orang yang terdiri daei santri, pengajar dan pengasuh Ponpes ini sudah dalam kondisi baik. ”Setiap hari dilakukan pengukuran suhu dan saturasi oksigen. “Secara umum kondisi kesehatan terkontrol dan kondisinya baik,” paparnya.

Selain itu, pihak tim medis internal juga secara rutin melakukan pemeriksaan, pengukuran suhu tubuh, saturasi. Pasien juga sudah mendapatkan asupan makanan gizi seimbang dan suplemen untuk menambah imun. ”Diperiksa juga foto thorax, dan hasilnya baik,” tambahnya.

Chori menambahkan, berdasarkan rekomendasi dari Dinkes, meski nantinsetelah masa isolasi dan karantina nanti berakhir, akan tetap dilakukan observasi sampai 1 bulan ke depan sampai dipastikan tidak muncul kasus baru.

Seperti diketahui, temuan ini bermula dari tes swab massal yang dilakukan terhadap 748 penghuni ponpes. Mulai dari santri, pegawai dan pengelola terhitung sejak 31 Agustus hingga 13 September 2020 lalu.

Tes usap (swab) dilakukan, sebagai buntut dari diketahuinya seorang santri berusia 14 tahun dinyatakan positif terjangkit virus Sars-Cov-2 ini pada 23 Agustus 2020 lalu.

Baca Juga: 31 Penghuni Ponpes Al Izzah Kota Batu Positif COVID-19

”Kasus santri pertama kali ini terkonfirmasi pada tanggal 23 Agustus 2020 yang melakukan tes swab mandiri di National Hospital Surabaya. Hasilnya positif dan dirawat. Lalu pada 28 Agustus 2020 dinyatakan sembuh dengan hasil tes usap, negatif,” ungkapnya, Sabtu (19/9).

Mendapati hal tersebut, pihak Ponpes baru melapor pada Satgas COVID-19 pada tanggal 30 Agustus 2020. Namun, karena menimbang jangka waktu pelaporan yang terlalu lama dari tanggal awal terkonfirmasi, maka diputuskan pihak Satgas COVID-19 melaksanakan uji PCR terhadap seluruh penghuni.

”Dari 748 orang yang di tes swab, didapatkan hasil 31 orang terkonfirmasi positif COVID-19 dalam kondisi tidak bergejala,” bebernya. (azm/gg)

  • Bagikan