Video Pelaku Penganiayaan pada Kekasihnya Viral, Pemuda di Malang Minta Maaf - Tugujatim.id

Video Pelaku Penganiayaan pada Kekasihnya Viral, Pemuda di Malang Minta Maaf

  • Bagikan
Pelaku penganiayaan. (Foto: tangkapan layar/Tugu Jatim)
Tangkapan layar video penganiayaan pemuda di Kabupaten Malang yang aniaya kekasihnya. (Foto: tangkapan layar)

MALANG, Tugujatim.id – Video penganiayaan yang terjadi pada seorang perempuan di Kabupaten Malang viral di media sosial (medsos). Mirisnya, pelaku penganiayaan adalah kekasihnya sendiri dengan menampar muka perempuan tersebut. Akibat viralnya video itu, akhirnya pelaku meminta maaf.

Untuk diketahui, aksi penganiayaan itu terjadi di Jalan Anggrek, Desa Donowari, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, Minggu sore (20/02/2022). Dalam video itu, tampak pelaku penganiayaan ini melayangkan bogem mentah ke wajah kekasihnya beberapa kali. Perempuan yang dipukul itu tak memberikan perlawanan dan meninggalkan pemuda ini begitu saja. Namun, pemuda ini menghadangnya dan merebut ponsel perempuan itu.

Pelaku penganiayaan. (Foto: tangkapan layar/Tugu Jatim)
Mediasi antara pihak korban dan pelaku penganiayaan di Kabupaten Malang. (Foto: Istimewa)

Kapolsek Karangploso AKP Syamsul Hidayat menjelaskan, pihaknya membenarkan adanya aksi penganiayaan itu. Namun, korban tak menempuh jalur hukum dan memilih menyelesaikannya secara kekeluargaan atas penganiayaan itu.

Dia mengatakan, pelaku penganiayaan merupakan warga Kecamatan Junrejo, Kota Batu, berinisial CSA. Sementara korban adalah warga Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, dengan inisial EY.

“Korban saat itu tidak melaporkan aksi penganiayaan. Sebab, korban dan pelaku saling kenal dan keduanya ada hubungan asmara,” ujarnya pada Selasa (22/02/2022).

Pelaku penganiayaan. (Foto: tangkapan layar/Tugu Jatim)
Tangkapan layar video permintaan maaf pelaku penganiayaan di Kabupaten Malang.(Foto: tangkapan layar)

Pihaknya juga sempat melakukan penyelidikan terhadap kasus ini hingga menginterogasi pelaku dan melakukan visum terhadap korban. Namun, pihak korban memilih menyelesaikannya secara damai.

“Setelah kami mediasi, semua pihak membuat kesepakatan dan pernyataan. Kemudian pelaku minta maaf dan tidak mengulangi perbuatannya melalui klarifikasi video permohonan maaf kepada korban, keluarga, dan masyarakat umum,” ujarnya.

 

  • Bagikan