• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Ilustrasi virus berusia 15.000 tahun yang ditemukan di dataran tinggi Tibet/tugu jatim

Ilustrasi virus berusia 15.000 tahun yang ditemukan di dataran tinggi Tibet. (Foto: Pixabay)

Virus 15.000 Tahun Lalu Ditemukan di Es Gletser Dataran Tibet

Herlianto A by Herlianto A
5 years ago
in Internasional, Pilihan Redaksi
0
Share on FacebookShare on Twitter

TIBET, Tugujatim.id – Sebuah studi tentang es gletser di Tibet yang berusia hampir 15.000 tahun menemukan bahwa es tersebut berisi virus yang belum pernah diketahui sebelumnya. Temuan ini sebagaimana dilaporkan IFL Science.

Virus yang ditemukan sejauh ini mungkin tidak dapat menginfeksi manusia, tetapi belum diketahui jika terdapat hal lain yang muncul di lain waktu. Adapun penemuan virus ini tidak terlepas dari melelehnya es.

You might also like

Eksfoliasi

7 Kandungan dalam Moisturizer yang Dapat Membantu Menenangkan Kulit setelah Eksfoliasi

17/07/2026 3:30 PM
Oversized Outfit

Cara Memakai Oversized Outfit agar Tetap Terlihat Proporsional

17/07/2026 2:45 PM

“Pelelehan es tidak hanya menyebabkan hilangnya mikroba dan virus purba yang terperangkap, tetapi juga melepaskannya ke lingkungan di masa kini,” tulis para peneliti dalam sebuah studi baru di microbiome journal.

Dalam penelitian yang dipimpin oleh ahli mikrobiologi Zhi-Ping Zhong dari universitas Ohio tersebut telah berhasil mengidentifikasi berbagai macam virus unik berusia 15.000 tahun. Virus ini ditemukan pada lapisan es guliya di dataran tinggi Tibet.

“Gletser ini terbentuk secara bertahap bersama dengan debu dan gas. Jadi banyak virus juga yang tersimpan di es itu,” kata Zhong.

Selain itu para peneliti tersebut menemukan kode genetik dari 33 virus yang ada. Dari sekian ini, hanya empat di antaranya yang berhasil diketahui. Keempatnya adalah virus yang menginfeksi bakteri dan lebih mungkin dimanfaatkan oleh manusia daripada menimbulkan ancaman.

Sementara 29 jenis virus lainnya tidak banyak yang diketahui, namun diperkirakan virus-virus ini juga hidup di mikroba tanah atau tanaman, bukan pada hewan.

“Virus ini dapat berkembang biak di lingkungan yang ekstrem,” kata Matthew Sullivan, ahli mikrobiologi univesitas Ohio.

Menurut Science Alert, setelah membandingkan urutan genetik virus tersebut dengan data base virus yang diketahui, peneliti menemukan bahwa virus paling banyak ditemukan di inti es adalah bakteriofag. Virus ini menginfeksi methylobacterium, yaitu bakteri penting untuk siklus metana di dalam es.

Dengan demikian, peneliti menyimpulkan bahwa virus beku ini kemungkinan berasal dari tanah atau tanaman dan memfasilitasi perolehan nutrisi untuk inangnya.

Tags: bakterigenetikMikrobamikrobiologiPurbavirus
Herlianto A

Herlianto A

Related Stories

Eksfoliasi

7 Kandungan dalam Moisturizer yang Dapat Membantu Menenangkan Kulit setelah Eksfoliasi

by Mochamad Abdurrochim
17/07/2026 3:30 PM
0

Tugujatim.id - Melakukan eksfoliasi menjadi salah satu langkah perawatan kulit untuk membantu mengangkat sel kulit mati sehingga wajah terasa lebih...

Oversized Outfit

Cara Memakai Oversized Outfit agar Tetap Terlihat Proporsional

by Mochamad Abdurrochim
17/07/2026 2:45 PM
0

Tugujatim.id – Oversized Outfit kini menjadi salah satu gaya fashion yang banyak dipilih karena menawarkan tampilan stylish sekaligus nyaman untuk...

Outfit Timeless

15 Fashion Item Outfit Timeless yang Tidak Pernah Ketinggalan Zaman

by Mochamad Abdurrochim
16/07/2026 3:46 PM
0

Tugujatim.id – Outfit timeless memang nggak pernah kehilangan pesonanya. Di saat tren fashion datang dan pergi begitu cepat, justru gaya...

Warna Pakaian

Cara Memilih Warna Pakaian sesuai Warna Kulit agar Penampilan Lebih Menarik

by Mochamad Abdurrochim
15/07/2026 5:30 PM
0

Tugujatim.id – Warna pakaian sering jadi penyebab munculnya pertanyaan, "Kok bajunya bagus di orang lain, tapi pas aku pakai malah...

Next Post
Ilustrasi tindakan plagiat. (Foto: Pexels/Tugu Jatim)

Ombudsman RI Dalami Kasus Plagiat Bakal Calon Rektor UIN Malang

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID