Waspada, Marak Penipuan Mengatasnamakan Bupati Bojonegoro! - Tugujatim.id

Waspada, Marak Penipuan Mengatasnamakan Bupati Bojonegoro!

  • Bagikan
Ilustrasi penipuan melalui telepon genggam mengatasnakaman Bupati Bojonegoro: Pixabay/Tugu Jatim
Ilustrasi penipuan melalui telepon genggam mengatasnakaman Bupati Bojonegoro: Pixabay/Tugu Jatim

BOJONEGORO, Tugujatim.id – Modus penipuan kembali terjadi. Kali ini penipuannya mengatasnamakan Bupati Bojonegoro Anna Muawanah. Dengan meng

Tangkapan layar penipuan mengatasnamakan Pemkab Bojonegoro. (Foto: Humas Pemkab Bojonegoro/Tugu Jatim)
Tangkapan layar penipuan mengatasnamakan Pemkab Bojonegoro. (Foto: Humas Pemkab Bojonegoro/Tugu Jatim)

gunakan nomor telepon, pelaku melancarkan aksinya.

Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro Masirin meminta masyarakat untuk waspada terhadap penipuan yang mengaku sebagai bupati Bojonegoro.

“Masyarakat diharapkan waspada jika ada informasi mendapat bantuan melalui telepon atau pesan singkat dari nomor yang tidak dikenal. Sebab, saat ini sedang marak modus penipuan dengan mengatasnamakan Bupati Bojonegoro Anna,” tutur Masirin kepada Tugu Jatim Minggu (24/01/2021).

Masirin menjelaskan, ada kejadian penipuan dengan modus memberi bantuan di sebuah pesantren di Bojonegoro.

“Ada kejadian nomor 081218424973 tersebut menginformasikan ke Pondok Pesantren Al-Rahmani, Desa Kanten, Kecamatan Trucuk; dan Pesantren Halaqotud Tadris, Desa Bakalan, Kecamatan Kapas. Di mana kedua pondok pesantren tersebut akan menerima bantuan hibah dari Pemkab Bojonegoro,” lanjutnya.

Masirin melanjutkan, pondok pesantren tersebut harus mentransfer uang ke rekening tertentu jika ingin mendapatkan bantuan.

“Jadi, modusnya ada 2 pondok pesantren tersebut akan diberi bantuan hibah, tapi syaratnya harus mentransfer ke rekening tertentu terlebih dahulu. Alhamdulillah, kedua pondok pesantren tersebut sudah waspada dan langsung mengklarifikasi ke kami sehingga tidak sempat terjadi transaksi ke oknum tersebut,” ujarnya.

Sebelumnya, penipuan tersebut sudah pernah terjadi pada 2020. Dan saat itu pelaku penipuan berhasil memperdaya korbannya.

“Hal ini perlu kami informasikan kepada masyarakat karena sudah pernah terjadi di akhir tahun 2020. Sayangnya waktu itu pelaku berhasil memperdaya korbannya,” sambung Masirin.

Masirin pun mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mudah percaya dengan informasi yang belum jelas kebenarannya.

“Jadi, kami menekankan kepada masyarakat agar tidak mudah percaya dengan informasi yang belum jelas kebenarannya,” ujarnya. (Mila Arinda/ln)

  • Bagikan