Waspadai Sopir Travel Gelap Angkut Pemudik, Ini Strategi Polres Malang - Tugujatim.id

Waspadai Sopir Travel Gelap Angkut Pemudik, Ini Strategi Polres Malang

  • Bagikan
Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar meminta agar masyarakat menahan diri untuk mudik karena berpotensi adanya lonjakan wabah Covid-19. (Foto: Rizal Adhi/Tugu Jatim) sopir travel gelap lebaran
Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar meminta agar masyarakat menahan diri untuk mudik karena berpotensi adanya lonjakan wabah Covid-19. (Foto: Rizal Adhi/Tugu Jatim)

MALANG, Tugujatim.id – Banyaknya kasus sopir-sopir travel gelap yang berusaha memberangkatkan pemudik dengan berbagai cara salah satunya dengan melewati jalur-jalur tikus membuat Polres Malang lebih berhati-hati.

Bahkan, Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar, memberikan perhatian yang cukup serius kepada sopir-sopir travel gelap yang berusaha menyisir jalur-jalur tikus guna menghindari razia petugas.

“Kita juga sudah mengantisipasi travel-travel yang nekat membawa penumpang ke jalur tikus. Kita menyiapkan 5 jalur tikus yang merupakan jalur antar desa yang tempatnya cukup jauh dan jalannya tidak cukup bagus dengan mengantisipasi para pemudik melewati jalur tersebut,” tegasnya saat dikonfirmasi beberapa waktu lalu.

Polres Malang melalui Satlantas telah membuat beberapa cek poin mandiri di titik-titik yang memiliki jalur-jalur tikus.

“Kita siapkan cek poin mandiri di Desa Jamboer di Kecamatan Kromengan untuk antisipasi Malang-Blitar, Desa Ngadas di Kecamatan Poncokusumo untuk antisipasi Malang-Lumajang dan Pasuruan-Probolinggo, Desa Sumberoto di Kecamatan Donomulyo untuk antisipasi dari Blitar, dan di Desa Kemiri di Kecamatan Jabung,” terangnya.

Lebih lanjut, Kapolres Malang kelahiran Solok, Sumatera Barat, ini juga menjelaskan jika pihaknya sudah menyiapkan 20 pos selama Idul Fitri 1442 H ini.

“Total ada 20 pos yang terdiri dari 4 Posko Penyekatan yang terdiri dari exit tol Lawang, exit tol Pakis, exit tol Singosari, dan di Karangkates,” tuturnya.

Kemudian juga ada 3 Pos Pelayanan dan 1 Pos Pengamanan yang berfungsi untuk mengatasi kemacetan selama libur lebaran.

“Kita juga punya 3 Pos Pelayanan dan 1 Pos Pengamanan untuk mengantisipasi kemacetan dan masyarakat yang datang ke tempat-tempat wisata. Kita siapkan Pos Pelayanan di Kepuharjo, di JLS, dan di Karanglo,” ungkapnya.

Selain itu, ada Pos Observasi untuk memantau apakah ada pemudik di tempat-tempat umum seperti stasiun, terminal dan bandara.

“Kita juga punya 7 Posko Observasi Mudik yang kita siapkan di stasiun, terminal dan bandara yang sifatnya antar provinsi. Contohnya di Stasiun Singosari, Stasiun Lawang, Stasiun Kepanjen, Bandara Abdulrahman Saleh, Terminal Landungsari Dau dan di Terminal Dampit,” bebernya.

Terakhir, Cek Poin Mandiri yang berfungsi memantau jalur-jalur tikus seperti yang sudah dibicarakan Hendri sebelumnya.

“Kemudian 5 Check Poin Mandiri yang ada di Kromengan, Donomulyo, Kalipare, Poncokusumo dan Jabung,” pungkasnya.

  • Bagikan