TUBAN, Tugujatim.id – Jemaah haji Tuban dijadwalkan mulai diberangkatkan secara bertahap pada akhir April 2026 menuju Tanah Suci, dengan total 1.636 calon jemaah yang terbagi dalam lima kelompok terbang (kloter).
Ribuan Calon Jemaah Haji (CJH) pun kini terus memantapkan persiapan, salah satunya melalui kegiatan manasik haji sebagai bekal pemahaman teknis dan kesiapan ibadah.
Pelaksana Tugas (Plt) Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Tuban, Abdul Ghofur, menyampaikan bahwa total jemaah haji tahun 2026 mencapai 1.636 orang. Jumlah tersebut terdiri dari 736 jemaah laki-laki dan 898 jemaah perempuan.
“Total ada 1.636 jemaah yang terbagi dalam lima kelompok terbang (kloter). Empat kloter merupakan kloter utuh dari Tuban, sementara satu kloter lainnya bergabung dengan daerah lain,” ujarnya.
Menjelang keberangkatan, berbagai persiapan administrasi dan logistik telah diselesaikan. Dokumen penting seperti paspor dan visa jemaah telah rampung.
Selain itu, kebutuhan penunjang seperti koper juga telah didistribusikan melalui maskapai, serta seragam batik haji yang akan digunakan selama perjalanan.
Untuk jadwal pemberangkatan, jemaah haji asal Tuban dijadwalkan mulai berangkat pada akhir April 2026. Kloter 26 akan menjadi rombongan pertama yang diberangkatkan pada Senin, 27 April 2026.
Selang sehari, tiga kloter berikutnya yakni kloter 27, 28, dan 29 akan diberangkatkan secara bertahap. Sementara itu, kloter 30 yang merupakan kloter gabungan dijadwalkan berangkat pada 29 April 2026.
Selain kesiapan administrasi, aspek kesehatan juga menjadi perhatian utama. Para calon jemaah haji diwajibkan mengikuti serangkaian pemeriksaan kesehatan sebagai bagian dari prosedur sebelum keberangkatan ke Arab Saudi.
Pemeriksaan ini bertujuan untuk memastikan kondisi fisik jemaah benar-benar siap menjalankan rangkaian ibadah haji yang dikenal cukup menguras tenaga.
Mengingat, pelaksanaan ibadah haji menuntut aktivitas fisik dengan intensitas tinggi, ditambah kondisi cuaca di Tanah Suci yang berbeda dengan Indonesia.
“Kesehatan menjadi faktor penting. Ibadah haji membutuhkan fisik yang kuat karena aktivitasnya cukup padat dan dilakukan di tengah cuaca panas,” jelasnya.
Para calon jemaah juga diimbau untuk menjaga kondisi tubuh sejak dini. Salah satunya dengan memperhatikan pola makan dan istirahat. Jemaah diminta menghindari makanan yang berpotensi menimbulkan gangguan pencernaan serta memastikan waktu istirahat yang cukup.
Dengan persiapan yang matang, baik dari sisi administrasi, logistik, maupun kesehatan, diharapkan seluruh jemaah haji asal Tuban dapat menjalankan ibadah dengan lancar dan kembali ke tanah air dalam kondisi sehat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Penulis: Muchamad Abdurrochim
Editor: Darmadi Sasongko








