Tugujatim.id – Lana Del Rey bukan sekadar menyanyi, lagunya mengisahkan banyak luka, cinta dan kerinduan dalam alunan nada dan irama yang berhasil menghipnotis para pendengar hingga menyayat hati.
Perempuan asal negeri Paman Sam ini berhasil dengan segudang karya dan prestasi dari ‘Video Games’ hingga ‘Born to Die’ dan sejak momen itu terlahirlah lagu-lagu yang cocok untuk playlist pengantar tidur. Young and Beautiful, Cinnamon Girl, Summertime Sadness, Say Yes to Heaven, Brooklyn Baby, Radio, Margaret, White Mustang, Art Deco, The Other Women, Dark Paradise, Sad Girl, Black Beauty. Yuk simak!
Kecantikan yang mempesona dengan keindahan suara menjadi perpaduan mematikan yang dimiliki Lana Del Rey. Penyanyi bernama asli Elizabeth Woolridge Grant musiknya telah ditandai oleh para kritikus karena gaya kualitas sinematiknya dengan tema romansa tragis, kemewahan dan melankolis. Lagunya berhasil populer tidak hanya didengar namun digemari sebagai Track Instagram Story, lagu pengiring hingga pengantar tidur. Inilah playlist pengantar tidur 15 lagu Lana Del Rey menemani malam yang sepi hingga kea lam mimpi:
1. Video Game
Diliris pada tahun 2011, lagu ini menandakan momen penting dalam perjalanan karir Lana Del Rey. Ia menggambarkan sebuah cinta yang tidak seimbang, dimna pasangan lebih terpaku pada video game disbanding dirinya. Meskipun begitu, lana tetap mencintainya tanpa syarat.
2. Born to Die
Setelah lagu Video Game membeludak dan menarik perhatian banyak pendengar lagu ini menjadi lagu pembuka dari album pertamanya, liriknya menyuarakan cinta yang indah namun berakhir tragis. Dengan alunan orkestra yang megah, Lana menyampaikan bahwa cinta bisa jadi jalan menuju kehancuran, tetapi tetap pantas untuk diperjuangkan.
3. Young and Beautiful
Lagu ini tercipta untuk film The Great Gatsby menimbulkan pertanyaan tentang keberlangsungan cinta saat kecantikan mulai memudar. Liriknya menggambarkan ketakutan akan kehilangan dan penilaian diri didalam dunia yang menghargai penampilan.
4. Cinnamon Girl
Lagu ini menggambarkan hubungan dengan seseorang yang emosional dan sulit dijangkau. Lana merindukan kedekatan, tetapi pasangannya lebih memilih untuk menjauh. Lirik “all the pills that you take to keep me at arm’s length” menjadi metafora dari cinta yang tak bisa diraih.
5. Summertime Sadness
Meskipun berlatar musim panas, lagu ini dipenuhi dengan kesedihan dan kehilangan Del Rey merayakan cinta yang telah berlalu dengan nuansa sinematik tema tragis yang menjadi ciri khas. Alunan musiknya merayu mata untuk tertidur lelap menuju mimpi.
6. Say Yes to Heaven
Lagu ini bocor sebelum diluncurkan secara resmi. Liriknya sederhana namun spiritual, berbicara tentang menerima cinta dan ketenangan. Ini menjadi lagu kebangsaan bagi mereka yang mencari kedamaian dalam kerentanan.
7. Brooklyn Baby
Faktanya lagu ini menunjukan sisi humor dan kritik sosial dengan nada sarkastik, Del Rey mengecam stereotip hipster di New York. Lagu keempat dari album Ultraviolence (2014).
Ditulis langsung oleh Lana bersama Berrie- James O’Neill. Lirik “They judge me like a picture book/ By the colors, like they forget to read” bukan sekedar aransemen musik yang penuh estetika namun terdapat pesan tersirat di dalamnya.
8. Radio
Lagu ini merayakan keberhasilan Del Rey di industry musik. Ia menyuarakan perubahannya dari tidak dikenal menjadi terkenal, dengan lirik “Now my life is sweet like cinnamon” menggambarkan keberhasilan hidup sang penyanyi yang telah melewati jatuh bangun perjalanan karir yang ia bangun dan kini bisa merasakan potongan hidup semanis kayu manis.
9. Margaret
Dari album Did You Know That There’s a Tunnel Under Ocean Blvd, lagu ini ditujukan untuk Margaret Qualley, tunangan produser Jack Antonoff. Lagu ini membawa nuansa lembut dan refleksi tentang cinta yang tenang dan matang.
10. White Mustang
Mustang putih melambangkan kebebasan, gaya hidup yang tak terikat, dan ketidakmampuan untuk berkomitmen. Lagu yang diliris pada 2017 bercerita tentang seorang perempuan yang terpikat oleh pesona sang pria, meski tahu bahwa hubungan mereka tidak akan bertahan. “You were driving your white mustang in the rain” lirik ini menggambarkan tentang seseorang yang pergi tanpa menoleh, meninggalkan kenangan di tengah hujan.
11. Art Deco
Dirilis pada 18 September 2015 sebagai bagian dari album Honeymoon, lagu “Art Deco” adalah potret sinis dan melankolis tentang generasi muda urban yang terjebak dalam pencarian identitas, eksistensi, dan validasi sosial. Dengan aransemen minimalis, beat lambat, dan nuansa trip-hop yang kabur, Lana Del Rey menyampaikan kritik sosial yang halus namun tajam. Lagu ini bisa menemani galaumu dimalam hari.
12. The Other Woman
Versi terbaru dari lagu klasik Nina Simone ini menyoroti perspektif perempuan sebagai “orang ketiga” Del Rey menyanyikannya dengan gaya vintage, menggarisbawahi nuansa tragis dan elegan.
13. Dark Paradise
Lagu ini menggambarkan cinta yang tetap ada meskipun kekasihnya telah tiada. Lirik “Setiap kali aku menutup mata, rasanya seperti surga yang gelap” mencerminkan rasa rindu yang terus berlanjut. Perasaan gagal move-on mu tidak lagi sendiri karena Lana menciptakan lagu ini untuk menemani kesedihan para pendengar setia.
14. Sad Girl
Del Rey mempersembahkan sosok perempuan yang menyadari citranya sebagai “gadis sedih.” Lagu ini membahas tema tentang identitas, penampilan, dan kekuatan dalam kelemahan.
15. Black Beauty
Lagu ini menunjukkan cinta yang tidak mampu memahami kesedihan yang dialami perempuan. Del Rey menyampaikan harapannya untuk dicintai apa adanya, termasuk sisi gelap yang dimilikinya.
Di tengah riuhnya industri musik pop yang serba cepat dan penuh formula, Lana Del Rey hadir sebagai anomali yang memikat. Lagu-lagunya tak sekadar enak didengar—ia menciptakan semesta rasa yang bisa membuat pendengar larut, tenggelam, bahkan lupa waktu. Dari denting piano yang sendu hingga aransemen orkestra yang megah, setiap track miliknya terasa seperti potongan film vintage yang menyentuh sisi paling sunyi dari jiwa manusia. Playlist Pengantar Tidur: 15 Lagu Lana Del Rey Menemani Malam Sepi Hingga ke Alam Mimpi, tidak boleh terlewatkan.
Penulis: Diandra Talifta/ Magang








