TUBAN, Tugujatim.id – Selama pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2025 yang berlangsung selama 17 hari, tercatat 18 kejadian kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polres Tuban. Dari rentetan kecelakaan di Tuban tersebut, dua orang dinyatakan tewas, sementara puluhan lainnya luka-luka.
Kanit Penegakan Hukum (Gakkum) Satlantas Polres Tuban Iptu Eko Sulistyono mengungkapkan, angka ini menunjukkan penurunan signifikan dibandingkan pelaksanaan operasi yang sama pada tahun sebelumnya.
Baca Juga: Waspada! Ini Titik Rawan Kecelakaan Jelang Lebaran di Mojokerto
“Dibanding 2024, jumlah kejadian kecelakaan di Tuban menurun cukup drastis. Tahun kemarin ada 46 kejadian, sekarang hanya 18. Itu artinya turun sebanyak 28 kejadian atau sekitar 60,8 persen,” terangnya saat dikonfirmasi Tugujatim.id, Selasa (08/04/2025).
Dari 18 kejadian yang terjadi tahun ini, tercatat dua orang meninggal dunia, sementara 28 lainnya mengalami luka ringan. Tidak ada korban luka berat yang tercatat selama masa operasi berlangsung. Selain itu, kerugian material akibat insiden tersebut ditaksir mencapai Rp32 juta.
“Korban luka ringan sebanyak 28 orang dan dua meninggal dunia. Tidak ada luka berat yang kami catat tahun ini. Secara keseluruhan, kerugian materi jauh lebih kecil dibanding tahun lalu,” sambungnya.
Korban Kecelakaan selama Operasi
Sebagai perbandingan, selama Operasi Ketupat Semeru 2024, total korban jiwa mencapai tiga orang, lima luka berat, dan 64 luka ringan, dengan total kerugian materi sekitar Rp67,5 juta. Lonjakan angka kecelakaan di Tuban tahun lalu menjadi perhatian serius pihak kepolisian.
Penurunan angka kecelakaan tahun ini, menurut Eko, tidak lepas dari masifnya sosialisasi dan imbauan yang disampaikan kepada masyarakat, terutama menjelang dan selama masa arus mudik serta balik Lebaran.
“Kami intens memberikan edukasi tertib berlalu lintas di berbagai titik. Mulai dari terminal, jalur rawan kecelakaan, hingga tempat wisata. Kami juga melibatkan berbagai elemen masyarakat dalam kampanye keselamatan,” ujarnya.
Lebih jauh, Eko menekankan pentingnya kewaspadaan dan kondisi fisik pengemudi sebagai salah satu faktor utama dalam mencegah kecelakaan.
“Mayoritas kejadian yang kami temukan disebabkan oleh kelalaian pengemudi sendiri. Ngantuk, tidak konsentrasi, atau memaksakan diri berkendara dalam kondisi lelah,” jelasnya.
Pihaknya berharap, tren positif ini dapat dipertahankan, bahkan ditekan lebih rendah lagi di masa mendatang.
“Keselamatan di jalan bukan hanya tanggung jawab polisi, tapi tanggung jawab semua pengguna jalan. Mari sama-sama jaga keselamatan,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Mochamad Abdurrochim
Editor: Dwi Lindawati








