TUBAN, Tugujatim.id – Dalam dua hari terakhir, dua jemaah haji Tuban, Jawa Timur, dilaporkan meninggal dunia di Tanah Suci. Total, sudah tiga jemaah asal Bumi Wali yang wafat sejak awal keberangkatan ke Arab Saudi.
Plt Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Tuban Moh. Ansori menyampaikannya pada Selasa (10/06/2025). Dia menyebut bahwa jemaah haji Tuban terakhir yang wafat adalah H. Suwidodo, 65, warga Desa Tlogowaru, Kecamatan Merakurak.
Baca Juga: Mayoritas Jemaah Haji Tuban Pilih Nafar Awal Dibanding Nafar Tsani, Apa Bedanya?
Sebelumnya, Hj Masfiah Masngoed, 66, jemaah perempuan asal Dusun Krajan Binangun, Kecamatan Singgahan, juga berpulang sehari sebelumnya.
“Kami sampaikan duka cita mendalam. Dua jemaah meninggal dalam dua hari ini, menyusul almarhum Sunhaji, 90, dari Grabagan yang lebih dulu wafat pada 1 Juni lalu,” jelas Ansori, Rabu (11/06/2025).
Penyebab meninggalnya para jemaah haji Tuban ini, Ansori melanjutkan, didominasi oleh faktor penyakit bawaan seperti sesak napas dan stroke. Seluruh jemaah tersebut tergolong kategori risiko tinggi (risti), sehingga kondisi mereka memang perlu pengawasan ketat sejak awal keberangkatan.
“Total tiga orang asal Tuban meninggal. Dua laki-laki dan satu perempuan. Mayoritas karena kondisi medis bawaan yang kambuh saat berada di Makkah,” tambahnya.
Para Jemaah Tuntaskan Rangkaian dengan Sempurna
Seluruh jemaah haji Tuban diketahui telah menuntaskan seluruh rangkaian rukun haji secara sempurna. Mereka mengikuti puncak ibadah di Arafah, bermalam di Muzdalifah, dan melontar jumrah di Mina dengan pengawalan intensif dari petugas kloter.
Memasuki tanggal 13 Dzulhijjah 1446 H atau bertepatan dengan fase akhir hari-hari tasyriq, mayoritas jemaah telah menyelesaikan proses nafar tsani dan kembali ke Makkah. Beberapa kloter bahkan mulai bersiap menuju fase akhir masa haji, yakni tawaf wada’ atau perpisahan.
Menurut informasi dari Kemenag Tuban, kondisi umum jemaah dalam keadaan baik, meskipun tetap ada pemantauan khusus untuk jemaah lanjut usia dan yang masuk kategori risiko tinggi. Mobilitas jemaah mulai menurun setelah fase puncak ibadah terlewati.
“Alhamdulillah, seluruh jemaah sudah menyelesaikan kewajiban haji mereka,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Mochamad Abdurrochim
Editor: Dwi Lindawati








