KEDIRI, Tugujatim.id – Menjelang perayaan Hari Raya Idul Adha, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri mulai mengawasi peredaran hewan kurban. Hasilnya, ditemukan 20 kambing mati mendadak selama seminggu terakhir. Kejadian ini membuat Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Kediri mengecek ke lapangan di Desa Bendo, Kecamatan Pare, untuk memastikan apakah kematian tersebut disebabkan virus antraks.
“Seminggu ada 20 kambing yang mati di Desa Bendo,” terang Kepala DKPP Tutik Purwaningsih.
Penemuan kasus kematian kambing ini membuat DKPP waspada untuk mengambil sampel dari kambing tersebut pada Minggu (06/06/2021) dan bekerja sama dengan Balai Besar Veteriner (BBVet) Yogyakarta.
“Minggu malam teman dari Yogya dan Malang datang, langsung melakukan pengecekan,” ujarnya.
“Jadi, untuk antraks disebabkan bakteri, dan itu termasuk zoonosis artinya penyakit yang bisa menular ke manusia,” imbuhnya.

Dari sifat spora bakteri, Tutik melanjutkan, tidak mudah mati dan tahan hingga puluhan tahun. Pencegahan dilakukan dengan pelaporan masyarakat ke dinas, dan lalu lintas ternak harus diawasi lebih ketat. Khususnya di wilayah Kabupaten Kediri yang berbatasan dengan Kabupaten Tulungagung dan Blitar.
Berdasarkan informasi di lapangan, Tutik mendapatkan data di Desa Sidomulyo, Kecamatan Pagerwojo, Kabupaten Tulungagung, yang sudah ada kasus tersebut. Jadi, dia khawatir jika tidak melakukan pengetatan pengawasan terhadap lalu lintas jual beli ternak, maka akan mendatangkan masalah penyakit antraks ini.
“Daerah perbatasan akan kami awasi betul peredarannya, lalu lintas penjualan dan pembelian ternak ketika sudah mendekati Hari Raya Kurban juga perlu diperhatikan. Harus ekstra ketat mengawasinya,” terangnya ketika dikonfirmasi di Pendapa Panjalu Jayati Kabupaten Kediri.
Untuk hasil sampel, Tutik belum bisa memastikan kapan akan keluar dari BBVet. Namun, Tutik mengupayakan agar hasilnya segera keluar dalam waktu dekat.
“Biasanya untuk antraks bisa sampai seminggu pengujian sampelnya, tapi satu dua hari nanti semoga keluar,” kata Tutik.
Tak hanya itu, ada beberapa hal yang sedang diselidiki petugas DKPP Kabupaten Kediri terkait kematian ini. Seperti pola perawatan kambing dan kebersihan kandang dari peternak. Tutik mengakui, kambing sangat sensitif terhadap kebersihan kandang dan cuaca jika baru saja berpindah tempat dari tempat lain.
“Kalau asam amoniak tinggi, kambing gampang stres. Jadi, kotoran kambing di kandang harus dibersihkan setiap hari. Berbeda dengan perawatan ayam, pembersihannya bisa sebulan sekali,” ujar Tutik.







