• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Petugas melakukan pengecekan pada kambing di Desa Bendo, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri. (Foto: Rino Hayyu Setyo/Tugu Jatim)

Petugas melakukan pengecekan pada kambing di Desa Bendo, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri. (Foto: Rino Hayyu Setyo/Tugu Jatim)

20 Kambing Mati Mendadak, Pemkab Kediri Khawatir Ternak Diserang Antraks

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
5 years ago
in News, Pilihan Redaksi
0
Share on FacebookShare on Twitter

KEDIRI, Tugujatim.id – Menjelang perayaan Hari Raya Idul Adha, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri mulai mengawasi peredaran hewan kurban. Hasilnya, ditemukan 20 kambing mati mendadak selama seminggu terakhir. Kejadian ini membuat Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Kediri mengecek ke lapangan di Desa Bendo, Kecamatan Pare, untuk memastikan apakah kematian tersebut disebabkan virus antraks.

“Seminggu ada 20 kambing yang mati di Desa Bendo,” terang Kepala DKPP Tutik Purwaningsih.

You might also like

Cuaca di Jawa Timur.

Hujan Ringan dan Udara Kabur Dominasi Cuaca di Jawa Timur 13 Juni 2026, Waspadai Kelembapan Tinggi dan Jarak Pandang

13/06/2026 8:58 AM
Santri

Terkendala Gelombang Tinggi, Pencarian Hari Kedua Santri Terseret Ombak di Blitar Nihil

12/06/2026 8:54 PM

Penemuan kasus kematian kambing ini membuat DKPP waspada untuk mengambil sampel dari kambing tersebut pada Minggu (06/06/2021) dan bekerja sama dengan Balai Besar Veteriner (BBVet) Yogyakarta.

“Minggu malam teman dari Yogya dan Malang datang, langsung melakukan pengecekan,” ujarnya.

“Jadi, untuk antraks disebabkan bakteri, dan itu termasuk zoonosis artinya penyakit yang bisa menular ke manusia,” imbuhnya.

Petugas mengecek kondisi kandang di Desa Bendo, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri. (Foto: Rino Hayyu Setyo/Tugu Jatim)
Petugas mengecek kondisi kandang di Desa Bendo, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri. (Foto: Rino Hayyu Setyo/Tugu Jatim)

Dari sifat spora bakteri, Tutik melanjutkan, tidak mudah mati dan tahan hingga puluhan tahun. Pencegahan dilakukan dengan pelaporan masyarakat ke dinas, dan lalu lintas ternak harus diawasi lebih ketat. Khususnya di wilayah Kabupaten Kediri yang berbatasan dengan Kabupaten Tulungagung dan Blitar.

Berdasarkan informasi di lapangan, Tutik mendapatkan data di Desa Sidomulyo, Kecamatan Pagerwojo, Kabupaten Tulungagung, yang sudah ada kasus tersebut. Jadi, dia khawatir jika tidak melakukan pengetatan pengawasan terhadap lalu lintas jual beli ternak, maka akan mendatangkan masalah penyakit antraks ini.

“Daerah perbatasan akan kami awasi betul peredarannya, lalu lintas penjualan dan pembelian ternak ketika sudah mendekati Hari Raya Kurban juga perlu diperhatikan. Harus ekstra ketat mengawasinya,” terangnya ketika dikonfirmasi di Pendapa Panjalu Jayati Kabupaten Kediri.

Untuk hasil sampel, Tutik belum bisa memastikan kapan akan keluar dari BBVet. Namun, Tutik mengupayakan agar hasilnya segera keluar dalam waktu dekat.

“Biasanya untuk antraks bisa sampai seminggu pengujian sampelnya, tapi satu dua hari nanti semoga keluar,” kata Tutik.

Tak hanya itu, ada beberapa hal yang sedang diselidiki petugas DKPP Kabupaten Kediri terkait kematian ini. Seperti pola perawatan kambing dan kebersihan kandang dari peternak. Tutik mengakui, kambing sangat sensitif terhadap kebersihan kandang dan cuaca jika baru saja berpindah tempat dari tempat lain.

“Kalau asam amoniak tinggi, kambing gampang stres. Jadi, kotoran kambing di kandang harus dibersihkan setiap hari. Berbeda dengan perawatan ayam, pembersihannya bisa sebulan sekali,” ujar Tutik.

Tags: Berita ternak matiDinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kabupaten KediriKabupaten KediriPemkab KediriTernak diserang virus antraksVirus antraks
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Cuaca di Jawa Timur.

Hujan Ringan dan Udara Kabur Dominasi Cuaca di Jawa Timur 13 Juni 2026, Waspadai Kelembapan Tinggi dan Jarak Pandang

by Dwi Linda
13/06/2026 8:58 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jawa Timur pada Sabtu (13/06/2026) didominasi hujan ringan, udara kabur, dan kondisi berawan di berbagai wilayah....

Santri

Terkendala Gelombang Tinggi, Pencarian Hari Kedua Santri Terseret Ombak di Blitar Nihil

by Mochamad Abdurrochim
12/06/2026 8:54 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Operasi pencarian terhadap santri asal Kabupaten Kediri yang terseret ombak di Pantai Pangi, Desa Tumpakkepuh, Kecamatan Bakung,...

Bediding

Fenomena Bediding 2026: Kenapa Suhu Malam hingga Dini Hari Terasa Lebih Dingin Saat Musim Kemarau?

by Mochamad Abdurrochim
12/06/2026 8:22 PM
0

Tugujatim.id - Masyarakat di sejumlah wilayah Indonesia bagian selatan mulai merasakan perubahan suhu udara yang lebih dingin dalam beberapa hari...

DPRD Surabaya.

Warga Ketar-ketir, DPRD Surabaya Tegaskan Kenaikan Pertamax Bukan Alasan Utama Harga Barang Naik

by Dwi Linda
12/06/2026 6:33 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Menyikapi kenaikan harga Pertamax, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya melihat adanya penyesuaian tersebut tidak serta...

Next Post
Pakar Komunikasi dan Motivator Nasional, Dr Aqua Dwipayana dalam Fellowship Jurnalisme Pendidikan Batch 2 Selasa (08/06/2021). (Foto: Rap/Tugu Jatim)

Aqua Dwipayana: Wartawan Jangan Ragu Ingatkan Narasumber yang Tak Amanah Apa pun Risikonya

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID