• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Cara didik anak. (Foto: Pexels/Tugu Jatim)

Ilustrasi orang tua mendidik anaknya. (Foto: Pexels)

5 Cara Didik Anak agar Tak Jadi Pem-Bully, Edukasi Dilakukan sejak Dini

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
4 years ago
in Pendidikan, Tips
0
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG, Tugujatim.id – Indonesia memang akhir-akhir ini diwarnai cukup banyak kasus perundungan atau bullying. Mirisnya, pelaku maupun korban dari kasus ini rata-rata didominasi anak sekolahan hingga yang beranjak dewasa. Lalu bagaimana cara didik anak agar tidak melakukan tindakan tak terpuji itu?

Menurut data dari Program for International Student Assessment (PISA) pada 2018, sebanyak 41% siswa di Indonesia melaporkan di-bully setidaknya beberapa kali dalam sebulan. Dalam data tersebut juga, Indonesia menempati urutan kelima dengan persentase kasus perundungan tertinggi setelah Filipina, Brunei Darussalam, Republik Dominika, dan Moroko.

You might also like

Polije

Polije Siapkan Kampus 7 di Situbondo, Perluas Akses Pendidikan Vokasi

20/07/2026 3:00 PM
Kucing

Kucing Tiba-Tiba Buang Air Sembarangan? Ini 8 Hal yang Bisa Menjadi Penyebabnya

20/07/2026 11:00 AM

Dalam upaya mencegah perundungan atau bullying, orang tua sudah pasti mengambil peranan penting di dalamnya. Agar terhindar dari perilaku tak baik tersebut, orang tua harus mengajarkan dan mendisiplinkan anaknya terhindar dari sifat menindas orang lain.

Dilansir dari Health Kids dan Unicef, ada 5 cara didik anak agar terhindar dari sifat dan mental pem-bully. Simak ya!

1. Jaga Sikap di Depan Anak

Sebelum mengajari anak, Anda harus menjaga perilaku diri sendiri. Pikirkan tentang bagaimana Anda berbicara di sekitar anak-anak dan bagaimana menangani konflik dan masalah.

Anak-anak yang hidup di dalam rumah yang penuh teriakan, panggilan tidak senonoh, ejekan, kritik, kemarahan, dan kekerasan fisik dari orang tua ataupun saudara kandung dapat mendorong mereka mencontoh hal serupa di lingkungan lain.

2. Beri Konsekuensi Tegas sejak Dini

Pastikan anak-anak Anda memahami bahwa tak akan menoleransi perundungan atau bullying di rumah atau di mana pun. Tetapkan konsekuensi tegas tanpa melibatkan kekerasan dan minta mereka mematuhinya untuk kebaikan.

Selain itu, beri contoh kasus jika anak Anda ketahuan menindas anak lain lewat pesan atau media sosial. Nantinya Anda akan menghentikan akses internet atau komputer dalam jangka waktu tertentu untuk mereka.

3. Ajari Perlakukan Orang Lain dengan Hormat

Cara didik anak dengan mengedukasi bahwa mengejek perbedaan yang ada di dunia seperti ras, agama, penampilan, kebutuhan khusus atau disabilitas, jenis kelamin, dan status ekonomi adalah hal yang salah. Cobalah untuk menanamkan rasa empati kepada mereka yang berbeda. Pertimbangkan untuk melibatkan anak Anda ke dalam kelompok komunitas di mana mereka dapat berinteraksi dengan anak-anak yang berbeda.

4. Tanamkan Perilaku Baik

Menanamkan pikiran positif pada anak bisa lebih kuat daripada mendisiplinkan secara negatif. Ajari mereka untuk terus berbuat baik.

Ketika mereka menangani situasi dengan cara yang positif, beri perhatian akan hal itu dan pujilah mereka. Selain itu, cobalah pahami secara mendalam alasan di balik perilaku anak Anda.

Anak-anak pada dasarnya belum bisa mengelola emosi kuat seperti kemarahan, frustrasi atau rasa tidak aman. Mereka juga belum belajar cara kooperatif untuk mengatasi konflik dan memahami perbedaan. Karena itu, observasilah perilaku dan pandu mereka agar nantinya dapat mengontrol semua itu dengan benar.

5. Ajari Berempati Tinggi

Sedari dini, ajarkanlah anak-anak Anda untuk “menempatkan diri di sepatu orang lain” atau menempatkan diri di posisi orang lain. Minta mereka membayangkan skenario ketika mereka yang dirundung dan disakiti, juga minta respons bagaimana mereka akan bereaksi.

Dengan bertukar pikiran seperti ini, nantinya anak akan lebih mudah merenungi kemungkinan skenario masa depan dan belajar untuk lebih memikirkan perasaan orang lain.

Itulah 5 cara didik anak agar jauh dari sifat pem-bully. Segala bentuk perundungan, bullying, ataupun penindasan bukanlah hal yang patut dibanggakan dan harus dicegah. Mengedukasi anak mengenai isu ini dapat menjadi solusi untuk mengurangi kasus perundungan di masa yang akan datang. Semoga bermanfaat!

 

 

—
Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugujatim , Facebook Tugu Jatim , 
Youtube Tugu Jatim ID , dan Twitter @tugujatim

 

 

Tags: Anak pembullybullyingCara didik anakKasus BullyKasus pembullyan anakKasus perundunganKasus perundungan anakperundunganTips anak terhindari jadi pembullyTips didik anak tak jadi pembully
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Polije

Polije Siapkan Kampus 7 di Situbondo, Perluas Akses Pendidikan Vokasi

by Mochamad Abdurrochim
20/07/2026 3:00 PM
0

SITUBONDO, Tugujatim.id - Politeknik Negeri Jember (Polije) bersama Pemerintah Kabupaten Situbondo bergegas mematangkan persiapan pembukaan Kampus 7 Polije di Kabupaten...

Kucing

Kucing Tiba-Tiba Buang Air Sembarangan? Ini 8 Hal yang Bisa Menjadi Penyebabnya

by Mochamad Abdurrochim
20/07/2026 11:00 AM
0

Tugujatim.id - Kucing yang biasanya selalu buang air di litter box terkadang bisa tiba-tiba pipis atau buang air besar di lantai,...

Unesa

Diduga Lakukan Kekerasan Verbal di Grup Whatsapp, Unesa Nonaktifkan Enam Mahasiswa

by Mochamad Abdurrochim
19/07/2026 12:53 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id – Sebanyak 6 mahasiswa vokasi dinonaktifkan sementara selama proses investigasi yang dilakukan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan...

Mahasiswa UM.

Mahasiswa UM Kembangkan GS-PBL, Strategi Pembelajaran Berbasis Game Tingkatkan Kolaborasi Siswa

by Dwi Linda
19/07/2026 12:00 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) kembali menghadirkan inovasi di bidang pendidikan. Yonna Divanka Yuanvanelli, mahasiswa UM Program...

Next Post
Motif pembacokan. (Foto: Dok Polres Pasuruan Kota/Tugu Jatim)

Dugaan Motif Pembacokan Tewaskan Pemuda Lekok di Kraton Pasuruan, Pelaku Ternyata Salah Paham

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID