5 Fakta Caligula, Kaisar Paling Gila dalam Sejarah Kekaisaran Romawi

5 Fakta Caligula, Kaisar Paling Gila dalam Sejarah Kekaisaran Romawi

  • Bagikan
Caligula (Ido Drent), dalam serial Netflix Roman Empire: The Mad Emperor/tugu jatim
Caligula (Ido Drent), dalam serial Netflix Roman Empire: The Mad Emperor. (Foto: Pinterest)

Tugujatim.id – Kekaisaran Romawi Kuno adalah salah satu peradaban paling sukses sepanjang sejarah. Selama ratusan tahun berdiri, Romawi Kuno banyak berkontribusi terhadap peradaban manusia. Hal tersebut dibuktikan dengan beberapa bangunan ikonik dan juga penemuan-penemuan yang tersebar di beberapa wilayah.

Pujian tentu diberikan kepada kaisar yang sukses membangun kesuksesan peradaban Romawi Kuno. Namun, tak semua kaisar layak mendapatkannya. Pasalnya, ada beberapa kaisar yang tidak melakukan pekerjaannya dengan baik.

Caligula adalah salah satu contohnya. Caligula terkenal sebagai pemimpin paling gila dalam sejarah Romawi Kuno. Ia memerintah sejak 37 M hingga 41 M. Berikut fakta-fakta seputar Caligula selama empat tahun kekuasaannya.

1. Keturunan Terhormat

Caligula lahir dari pasangan Germanicus dan Vipsania Agrippina. Caligula masih disebut sebagai cicit Kaisar Augustus. Ayahnya, Germanicus, adalah prajurit kebanggaan Romawi Kuno. Caligula besar di perkemahan tentara bersama ayahnya. Oleh karena itu, ia mendapat nama Caligula yang artinya Sandal Prajurit.

2. Masa Kecil Tidak Berlangsung Baik

Meski lahir dari keluarga terpandang, masa kecil Caligula sangat menderita. Sejak kematian ayahnya, keluarga Caligula dianggap sebagai ancaman bagi kaisar Tiberius, pemimpin Romawi pada saat itu. Vipsania Agrippina, ibu Caligula, pernah menuduh kaisar Tiberius yang membunuh suaminya. Hal itulah yang membuat Kaisar Tiberius murka. Berturut-turut anggota keluarganya dibunuh dan diasingkan. Mulai dari Vipsania Agrippina, hingga saudara kandung Caligula, Drusus dan Nero.

Oleh karena usia yang masih muda, Caligula pun dibiarkan hidup. Meskipun begitu, ia merasa kehilangan keluarga yang ia cintai. Akhirnya, Caligula muda pun dipaksa hidup bersama Tiberius di Capri.

3. Awal Pemerintahan Caligula

Sejak kematian Tiberius pada 37 M, tahta kekaisaran Romawi Kuno diberikan kepada Caligula. Berita naiknya Caligula disambut baik oleh rakyat Romawi Kuno. Dengan naiknya Caligula sebagai kaisar, masyarakat Romawi terbebas dari belenggu Tiberius, kaisar yang dianggap buruk oleh sebagian besar masyarakat Romawi.

Caligula melakukan perubahan di sistem pemerintahan pada saat itu. Misalnya, seperti keterbukaan anggaran kekaisaran yang tidak dilakukan oleh Tiberius, menerbitkan kembali karya-karya sejarah, dan juga memperbaiki sistem pemilihan umum yang dirancang untuk mengembalikan hak suara bagi rakyat.

Pertunjukan kesenian merupakan kesukaan Caligula, Ia memberikan sejumlah pertunjukan teater di Syracuse, mengadakan pertandingan yang disebut sebagai pertarungan Gladiator, menyelesaikan proyek teater Pompeii dan membangun amfiteater di Saepta dan membangun kembali reruntuhan tembok serta kuil Didymaen Apollo di Miletus.

4. Hubungan Sedarah dengan Saudara Kandungnya

Setelah tujuh bulan berkuasa, Caligula jatuh sakit. Ia terpaksa harus terbaring di tempat tidurnya selama beberapa waktu. Meski secara fisik ia sembuh, kondisi psikisnya tidak demikian. Ia menjadi paranoid terhadap orang-orang di sekitarnya. Ia takut orang-orang di sekitarnya akan merampas tahtanya sebagai kaisar.

Karena kekhawatirannya yang begitu besar, Caligula pun memutuskan untuk berhubungan dengan saudara kandungnya, Drussula. Drussula dianggap bisa memberikan keturunan untuk Caligula. Hubungan ini membuat Drussula menderita hingga akhirnya mati dalam keadaan yang tragis.

Kegilaan Caligula terhadap Drussula tidak berhenti sampai di sini. Ia memerintahkan masyarakat Romawi untuk membangun monumen yang merepresentasikan Drussula. Karena kegilaannya itu, Romawi sempat mengalami kebangkrutan akibat penggunaan anggaran yang berlebihan.

5. Dibunuh Pengawalnya Sendiri

Realitanya, bukan hanya rakyat yang resah hidup di bawah pemimpin seperti Caligula, para pengawal dan senat Romawi Kuno pun merasakan hal yag sama. Diam-diam, mereka berkonspirasi dan merencanakan pembunuhan terhadap Caligula.

Pada akhirnya, Caligula dibunuh seorang pengawal dekatnya saat Caligula berjalan dari teater menuju istananya. Caligula mati pada 41 M dan gelar kaisar diberikan kepada pamannya, Claudius.

Dari beberapa fakta di atas, sudah jelas bahwa kehidupan Caligula penuh dengan kegilaan. Ia pun dikenal sebagai kaisar paling gila yang pernah dimiliki Kekaisaran Romawi Kuno.

  • Bagikan