Tugujatim.id – Stasiun paling sepi jalur Surabaya-Malang ternyata masih jadi hal yang jarang disadari banyak penumpang. Padahal, hampir setiap hari ribuan orang melintasi rute ini menggunakan kereta lokal maupun kereta jarak jauh. Di tengah ramainya perjalanan tersebut, ada beberapa stasiun yang justru terlihat lebih tenang dan tidak dipadati penumpang seperti stasiun-stasiun besar pada umumnya.
Beberapa nama yang masuk dalam daftar stasiun paling sepi jalur Surabaya-Malang di antaranya Stasiun Gedangan, Stasiun Tanggulangin, Stasiun Sengon, Stasiun Singosari, dan Stasiun Ngebruk. Masing-masing punya karakter yang berbeda, mulai dari lokasi yang jauh dari pusat kota hingga suasana pedesaan yang masih terasa kuat di sekitar area stasiun.
Baca Juga: Daftar Stasiun dengan Penumpang Terbanyak, Tersibuk di Jalur Kereta Surabaya-Malang Tahun 2026
Bukan Ramai Penumpang, Justru Punya Suasana yang Berbeda
Ketika berbicara tentang perjalanan kereta Surabaya-Malang, kebanyakan orang langsung teringat stasiun-stasiun besar yang selalu sibuk oleh aktivitas penumpang. Namun, beberapa stasiun berikut justru menawarkan suasana yang lebih santai dan jauh dari keramaian.
Meski jumlah penumpangnya tidak sebanyak stasiun utama, keberadaan stasiun-stasiun ini tetap penting bagi masyarakat sekitar. Bahkan ada yang menawarkan pemandangan alam sawah yang membuat perjalanan terasa lebih menyenangkan.
1. Stasiun Gedangan
Stasiun Gedangan memang bukan yang paling sepi di jalur ini. Namun dibandingkan stasiun besar lain di sekitarnya, aktivitas penumpangnya cenderung lebih sedikit, terutama di luar jam berangkat dan pulang kerja.
Lokasinya berada dekat perempatan jalan besar Gedangan yang sering dipadati kendaraan. Kondisi lalu lintas tersebut terkadang membuat akses keluar-masuk kawasan stasiun terasa kurang praktis bagi sebagian penumpang.
Karena itulah, orang yang turun di sini biasanya memang memiliki tujuan di sekitar wilayah Gedangan. Selain jam sibuk, suasana stasiun sering terlihat cukup lengang dibanding stasiun lain yang berada di kawasan perkotaan.
2. Stasiun Tanggulangin
Setelah melewati Stasiun Sidoarjo, kereta akan berhenti di Stasiun Tanggulangin. Meski masih berada dalam wilayah Kabupaten Sidoarjo, jumlah penumpang yang turun di sini biasanya tidak sebanyak di Stasiun Sidoarjo.
Alasannya cukup sederhana. Banyak orang lebih memilih turun di Sidoarjo karena akses menuju pusat kota lebih mudah dan pilihan transportasi lanjutan juga lebih banyak.
Di hari biasa, terutama di luar jam ramai, suasana Stasiun Tanggulangin terlihat cukup tenang. Ukurannya yang tidak terlalu besar juga membuat stasiun ini terasa lebih sederhana dibanding beberapa stasiun utama lainnya di jalur Surabaya-Malang.
3. Stasiun Sengon

Kalau ada stasiun yang bisa membuat penumpang spontan melirik keluar jendela, jawabannya adalah Stasiun Sengon.
Nama stasiun ini mungkin tidak sepopuler stasiun lain di jalur Surabaya-Malang. Namun bagi pencinta perjalanan kereta, Stasiun Sengon punya daya tarik tersendiri yang sulit dilewatkan.
Selain dikenal sebagai lokasi persilangan antar kereta pada waktu tertentu, kawasan sekitar stasiun juga menyuguhkan pemandangan alam yang masih asri. Hamparan sawah hijau dan area terbuka membentang di sekitar jalur rel sehingga memberikan suasana yang berbeda dari stasiun perkotaan.
Karena lokasinya cukup jauh dari pusat keramaian, tidak banyak penumpang yang turun di sini. Justru itulah yang membuat suasananya terasa lebih tenang.
Saat kereta berhenti menunggu persilangan, penumpang bisa menikmati panorama pedesaan yang memanjakan mata. Bahkan jika kereta tidak berhenti sekalipun, pemandangan dari jendela tetap menjadi salah satu momen menarik selama perjalanan.
Tak heran jika banyak penumpang menganggap Stasiun Sengon sebagai salah satu titik paling menarik dalam daftar stasiun paling sepi jalur Surabaya-Malang.
4. Stasiun Singosari
Memasuki wilayah Malang Raya, ada Stasiun Singosari yang juga tergolong tidak terlalu ramai dibanding stasiun tujuan utama di Kota Malang.
Banyak penumpang dari arah Surabaya lebih memilih melanjutkan perjalanan hingga Stasiun Malang. Akibatnya, jumlah orang yang turun di Singosari tidak sebanyak yang turun di pusat kota.
Padahal, stasiun ini cukup strategis bagi masyarakat yang tinggal di kawasan Kabupaten Malang bagian utara. Suasana yang tidak terlalu padat juga membuat proses naik dan turun penumpang terasa lebih nyaman.
Bagi warga sekitar, Stasiun Singosari tetap menjadi salah satu akses transportasi yang penting meski tidak selalu dipenuhi penumpang.
5. Stasiun Ngebruk
Kalau mendengar namanya untuk pertama kali, mungkin banyak orang akan merasa penasaran. Namun memang benar, Kabupaten Malang memiliki Stasiun Ngebruk yang masih aktif melayani perjalanan kereta.
Popularitasnya memang kalah jauh dibanding Stasiun Malang maupun Stasiun Malang Kotalama. Karena itu, tidak sedikit penumpang yang bahkan baru mengetahui keberadaan stasiun ini.
Sama seperti Stasiun Sengon, area sekitar Stasiun Ngebruk juga masih didominasi pemandangan sawah dan lahan terbuka. Nuansa pedesaan yang kuat membuat suasananya terasa berbeda dibanding stasiun yang berada di pusat kota.
Baca Juga: 7 Cafe Dekat Stasiun Gubeng, Nomor 6 Lagi Viral Juni Ini!
Penumpang yang turun di sini umumnya memiliki tujuan ke wilayah Kabupaten Malang. Di luar itu, aktivitas di stasiun cenderung lebih tenang sehingga masuk dalam daftar stasiun paling sepi jalur Surabaya-Malang yang menarik untuk diketahui.
Itulah lima stasiun paling sepi jalur Surabaya-Malang yang mungkin jarang mendapat perhatian penumpang. Meski tidak seramai stasiun utama, masing-masing memiliki keunikan tersendiri yang membuat perjalanan terasa lebih berwarna.
Jadi saat kamu naik kereta dari Surabaya menuju Malang, coba perhatikan stasiun nomor 1 sampai 4 yang akan dilewati sepanjang perjalanan. Dan kalau berkesempatan menjelajah hingga Kabupaten Malang, jangan lupa melirik Stasiun Ngebruk. Siapa tahu, justru stasiun-stasiun yang jarang disorot ini menjadi bagian paling menarik dari perjalananmu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Nabila Eka S/Magang
Editor: Dwi Lindawati








