• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Bencana alam.

Bencana alam tanah longsor merenggut nyawa seorang warga di Dusun Tlogosari, Desa Tlogosari, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan. (Foto: dok BPBD Kabupaten Pasuruan)

577 Rumah Rusak dan Satu Warga Meninggal, Akibat Bencana Alam di Pasuruan 2025

Dwi Linda by Dwi Linda
6 months ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

PASURUAN, Tugujatim.id – Kabupaten Pasuruan masih jadi salah satu wilayah rawan bencana hidrometeorologi. BPBD Kabupaten Pasuruan mencatat setidaknya terdapat 448 kejadian bencana alam yang terjadi di berbagai wilayah.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan Sugeng Hariyadi menyatakan bencana alam yang paling sering terjadi berupa angin kencang dengan total 161 kejadian. Hampir semua kecamatan di Kabupaten Pasuruan memiliki potensi terdampak bencana angin kencang ini.

You might also like

Cuaca di Jawa Timur.

Hujan Ringan dan Udara Kabur Dominasi Cuaca di Jawa Timur 13 Juni 2026, Waspadai Kelembapan Tinggi dan Jarak Pandang

13/06/2026 8:58 AM
Santri

Terkendala Gelombang Tinggi, Pencarian Hari Kedua Santri Terseret Ombak di Blitar Nihil

12/06/2026 8:54 PM

Baca Juga: 5 Bencana Alam Terbesar Gemparkan Dunia Sepanjang 2025, Tewaskan Ribuan Orang!

“Angin kencang bisa terjadi di semua wilayah. Dampaknya mulai dari pohon tumbang, serta rumah rusak, baik ringan, sedang, ataupun berat, ” ujar Sugeng pada Senin (22/12).

Selain itu, BPBD Kabupaten Pasuruan juga mencatat ada kejadian banjir genangan sebanyak 112 kejadian, kemudian 101 titik tanah longsor. Selain itu, bencana lainnya di antaranya 54 insiden pohon tumbang, kekeringan di 12 desa, dan 8 kebakaran lahan atau hutan.

Deretan bencana hidrometeorologi yang terjadi di Kabupaten Pasuruan mulai dari Januari hingga November 2025 tidak hanya merusak lingkungan, tapi juga membawa dampak serius untuk masyarakat. Catatan Data BPBD Kabupaten Pasuruan sebanyak 577 rumah rusak dikarenakan bencana alam pada periode tersebut.

Deretan Kerusakan Akibat Bencana Alam

Rinciannya, 148 rumah rusak berat, 132 rumah rusak sedang, dan 297 rumah rusak ringan. Kerusakan paling banyak diakibatkan angin kencang, genangan banjir, serta tanah longsor yang hampir merata terjadi di berbagai wilayah kecamatan.

Tidak hanya kerugian materiil, bencana juga merenggut korban jiwa. Satu warga meninggal dunia dikarenakan tertimbun tanah longsor yang melanda di Dusun Tlogosari, Desa Tlogosari, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan, 5 Desember 2025.

“Satu korban meninggal dunia dikarenakan tertimbun longsoran di wilayah pegunungan,” ungkap Sugeng.

Sugeng memastikan bahwa BPBD Kabupaten Pasuruan tetap bersiaga 24 jam guna menangani dampak bencana. Nantinya petugas diterjunkan langsung ke TKP bencana untuk mengevakuasi, asesmen, serta menyalurkan bantuan logistik kepada masyarakat yang terdampak.

Dalam menangani bencana, BPBD Kabupaten Pasuruan juga selalu berkoordinasi dengan berbagai pihak, mulai dari TNI, Polri, dinas sosial, hingga relawan dan masyarakat.

Sementara itu untuk bencana kekeringan yang terjadi di 12 desa, BPBD dengan instansi terkait bekerja sama dan juga didukung pihak swasta dalam mendistribusikan air bersih kepada masyarakat.

“Koordinasi lintas sektor tetap kami laksanakan agar penanganan bencana bisa tepat sasaran dan cepat,” ungkapnya.

BPBD juga mengimbau warga agar meningkatkan kewaspadaan, apalagi mau memasuki musim hujan untuk segera melapor jika ada potensi bencana di wilayahnya masing-masing.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

Writer: Laoh Mahfud

Editor: Dwi Lindawati

Tags: Bencana Alam di PasuruanBerita Kabupaten Pasuruan hari iniBPBD Kabupaten PasuruanKabupaten Pasuruan hari iniPasuruan
Dwi Linda

Dwi Linda

Related Stories

Cuaca di Jawa Timur.

Hujan Ringan dan Udara Kabur Dominasi Cuaca di Jawa Timur 13 Juni 2026, Waspadai Kelembapan Tinggi dan Jarak Pandang

by Dwi Linda
13/06/2026 8:58 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jawa Timur pada Sabtu (13/06/2026) didominasi hujan ringan, udara kabur, dan kondisi berawan di berbagai wilayah....

Santri

Terkendala Gelombang Tinggi, Pencarian Hari Kedua Santri Terseret Ombak di Blitar Nihil

by Mochamad Abdurrochim
12/06/2026 8:54 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Operasi pencarian terhadap santri asal Kabupaten Kediri yang terseret ombak di Pantai Pangi, Desa Tumpakkepuh, Kecamatan Bakung,...

Bediding

Fenomena Bediding 2026: Kenapa Suhu Malam hingga Dini Hari Terasa Lebih Dingin Saat Musim Kemarau?

by Mochamad Abdurrochim
12/06/2026 8:22 PM
0

Tugujatim.id - Masyarakat di sejumlah wilayah Indonesia bagian selatan mulai merasakan perubahan suhu udara yang lebih dingin dalam beberapa hari...

DPRD Surabaya.

Warga Ketar-ketir, DPRD Surabaya Tegaskan Kenaikan Pertamax Bukan Alasan Utama Harga Barang Naik

by Dwi Linda
12/06/2026 6:33 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Menyikapi kenaikan harga Pertamax, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya melihat adanya penyesuaian tersebut tidak serta...

Next Post
Mobil masuk ke Malang.

104 Ribu Mobil Masuk ke Malang selama Tiga Hari, Ini Titik Paling Macet!

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID