Surabaya, Tugujatim.id – Kamu butuh spot foto sejarah yang estetik untuk postingan di media sosialmu? Yuk simak, 6 Lokasi Wisata di Surabaya ini bisa jadi alternatifnya!
Hari bersejarah, seperti Hari Kartini contohnya, biasanya masyarakat banyak menggunakan pakaian selayaknya ibu Kartini terutama siswa-siswi di sekolah. Namun sangat sayang apabila kostum ala ibu Kartini ini hanya dikenakan begitu saja, mengambil gambar tentu saja menjadi hal utama yang perlu dilakukan.
Untuk itu, Enam tempat di Surabaya ini bisa jadi lokasi untuk kamu mengambil foto dengan pakaian ala Kartini atau tokoh sejarah lain, 6 lokasi ini ada di depan Hotel Majapahit Jalan Tunjungan, Kota Lama Surabaya, Alun-alun Surabaya, Taman Persahabatan Korea, Tugu Pahlawan, hingga Jembatan Merah.
1. Jalan Tunjungan
Rekomendasi pertama ada Jalan Tunjungan Surabaya. Lokasi ini sangat cocok sebagai spot foto dengan pakaian berkain seperti kebaya dan kain jarik ala tokoh sejarah karena banyak bangunan-bangunan ala vintage yang bisa jadi latar belakang ketika pengambilan foto.
Beberapa bangunan yang bisa dijadikan latar belakang untuk foto dengan menggunakan kebaya diantaranya ada depan area hotel Majapahit, sekitar bangunan siola, bangunan bank benta hingga depan gedung restoran Tunjungan 39.
2. Kota Lama Surabaya
Rekomendasi kedua ada Kota Lama Surabaya. Di sini Kamu bisa menjumpai berbagai sudut estetik untuk berswafoto menggunakan kebaya karena terdapat banyak bangunan bekas peninggalan sejarah yang berarsitektur ala eropa.
Sudut-sudut dari Kota Lama yang bisa kamu jadikan spot untuk berfoto diantaranya ada sepanjang jalan Gelatik, depan hotel depan hotel arcadia, museum De Javasche Bank, hingga pusat Kota Lama Surabaya.
3. Balai Pemuda Surabaya
Ketiga, Tugu Jatim punya Balai Pemuda Surabaya. Area Balai Pemuda Surabaya menjadi pilihan yang sangat tepat untuk spot foto dengan baju ala tokoh sejarah karena memiliki nuansa arsitektur kolonial yang kuat dan estetik.
Lokasi ini sangat selaras dengan kebaya dan gaya busana tradisional perempuan Indonesia. Perpaduan antara unsur budaya dan sejarah tersebut mampu memperkuat kesan anggun, elegan, serta mencerminkan semangat perjuangan pahlawan.
4. Taman Persahabatan Korea
Taman Persahabatan Korea menjadi lokasi yang sangat cocok untuk spot foto dengan busana ala tokoh sejarah karena memiliki nuansa estetika yang unik dan berbeda dari taman pada umumnya. Taman yang berada di median Boulevard Dr. Soetomo ini merupakan bukti kerjasama sister city antara Surabaya dengan Korea Selatan yang diresmikan oleh Tri Rismaharini.
Di taman ini terdapat sebuah monumen yang ditulis menggunakan tulisan korea/ Hangeul sehingga ketika berfoto dengan latar belakang monumen ini, kamu akan diberikan sensasi seolah sedang berfoto di korea.
5. Tugu Pahlawan
Tugu Pahlawan merupakan salah satu ikon bersejarah di Kota Surabaya yang sarat akan nilai perjuangan dan nasionalisme. Tempat ini sangat cocok dijadikan spot foto pada peringatan nasional karena memiliki latar yang kuat dalam menggambarkan semangat perjuangan.
Selain itu, kawasan taman di sekitar Tugu Pahlawan memiliki tata ruang yang luas, rapi, dan asri, sehingga mendukung berbagai konsep fotografi. Pepohonan hijau, jalan setapak, serta suasana yang tenang dapat menambah kesan elegan dan anggun.
6. Jembatan Merah
Taman Jembatan Merah menjadi salah satu lokasi yang sangat cocok dijadikan spot foto sejarah. Kawasan ini memiliki nuansa sejarah yang kuat karena berada di sekitar Jembatan Merah, yang dikenal sebagai salah satu saksi penting perjuangan bangsa.
Mengabadikan momen di tempat seperti ini tidak hanya sekadar berfoto, tetapi juga menjadi cara untuk menghargai perjuangan Indonesia dengan nuansa yang lebih mendalam dan autentik.
Itulah keenam spot foto yang bisa kamu kunjungi sembari menggunakan kain jarik ataupun kebaya atau pakaian tradisional lain. Hasil dari foto-foto tersebut akan sangat cocok untuk kamu post di media sosialmu dengan mengkampanyekan semangat kepahlawanan dan nasionalisme.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Penulis: Devi Ismayanti/ Magang
Editor: Darmadi Sasongko








