7 Mitos Orang Jawa yang Diyakini Hingga Saat Ini

7 Mitos Orang Jawa yang Diyakini Hingga Saat Ini

  • Bagikan
Ilustrasi
Ilustrasi. (Foto: Pixabay)

Oleh: Siti Ayu Devina, Mahasiswa Unitri Malang

Tugujatim.idMitos boleh dibilang sebagai salah satu cara hidup orang Jawa. Beberapa tindakan orang Jawa dilatari oleh suatu keyakinan pada mitos tertentu yang didapat secara turun temurun.

Bagi kita yang sudah hidup modern mungkin mitos adalah tidak rasional, tetapi orang Jawa meyakininya. Bahkan menjadi satu cara untuk memahami dunia. Orang Jawa meyakini jika mitos itu dilanggar ada konsekuensi atau balasan tertentu yang akan dialami oleh orang yang melanggar.

Di Jawa terdapat berbagai macam mitos. Dalam kesempatan ini Tugu Jatim akan membahas 7 mitos Jawa yang sampai saat ini masih diyakini.

1. Anak gadis dilarang duduk depan pintu

Dalam masyarakat Jawa, anak gadis dilarang duduk di depan pintu. Ini diyakini bisa menyebabkan sulit bertemu jodohnya. Namun, dibalik mitos yang diyakini ini sebenarnya masyarakat Jawa memiliki pesan tersendiri bagi para gadis agar bisa menjaga kesopanan dalam berperilaku karena pintu merupakan tempat ke luar-masuk tamu. Jika ingin duduk bisa langsung di dalam rumah.

2. Dilarang keluar saat magrib

Waktu magrib dalam masyarakat Jawa dikenal dengan sebutan “Sande’ olo” atau sandingan olo yang artinya waktunya hal-hal buruk muncul. Sehingga, masyarakat Jawa percaya jika ke luar rumah ketika magrib bisa diculik oleh wewe gombel, khususnya anak-anak.

Sosok wewe gombel ini diyakini sangat suka dengan anak kecil. Akan tetapi, jika dipikir secara logis mitos ini bermaksud agar anak-anak kecil tahu batasan untuk bermain karena sore hari seharusnya waktu untuk berdiam di rumah.

3. Dilarang memakai baju hijau dan biru

Orang Jawa percaya jika pergi ke Pantai Selatan tidak boleh menggunakan baju berwarna biru dan hijau. Jika dilanggar akan dibawa oleh Nyi Roro Kidul dan hilang tanpa jejak. Padahal, sebenarnya larangan ini memiliki alasan yang cukup logis, karena warna hijau dan biru jika tenggelam akan sulit ditemukan karena warnanya yang hampir sama dengan warna laut.

4. Burung gagak di atas rumah

Suara burung gagak menurut masyarakat Jawa menjadi petanda tidak baik yang akan terjadi, baik itu musibah ataupun meninggal dunia. Cara mereka memahami pertanda ini dengan menggunakan jarak dengar dari suara burung. Jika suaranya tepat di atas rumah, maka keluarga terdekat akan ada yang meninggal dunia. Akan tetapi jika jauh biasanya akan menimpa orang di daerah sekitarnya.

5. Menyapu tidak bersih

Konon, pada zaman dahulu perempuan Jawa suka dengan lelaki yang bersih sehingga ketika menyapu tetapi masih kotor maka diyakini akan mendapatkan suami brewokan. Namun, hal itu sebenarnya hanya untuk menakut-nakuti saja karena sudah sewajarnya ketika menyapu harus dipastikan benar-benar bersih.

6. Jika ada kupu-kupu besar masuk rumah

Jika ada kupu-kupu besar yang masuk ke dalam rumah, orang Jawa biasanya percaya akan ada tamu istimewa yang datang ke rumahnya. Selain itu, tamu ini jarang-jarang mengunjungi sehingga sekali bertamu akan jadi istimewa.

7. Ayam berkokok di malam hari

Biasanya ayam berkokok sebagai pertanda pagi hari telah tiba. Namun, dalam kondisi tertentu ayam bisa berkokok di malam hari. Menurut masyarakat Jawa hal ini justru menjadi petanda yang kurang baik karena ayam berkokok tidak pada waktunya. Artinya, bisa jadi akan ada musibah atau petanda ada gadis yang hamil di luar nikah.

Nah, itulah beberapa mitos yang masih dipercayai masyarakat Jawa hingga saat ini. Bagaimana? Apakah Anda sendiri juga percaya dengan mitos-mitos tersebut?

 


Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugujatim , Facebook Tugu Jatim
Youtube Tugu Jatim ID , dan Twitter @tugujatim

  • Bagikan