SURABAYA, Tugujatim.id – Pasar tradisional menjadi bagian penting dari sejarah perkembangan Kota Surabaya, meski modernisasi terus berkembang. Sejumlah pasar legendaris Surabaya pun tetap bertahan dan masih ramai dikunjungi karena menawarkan beragam kebutuhan, mulai dari bahan pangan, rempah, hingga kuliner khas dengan harga terjangkau.
Mau tahu mana saja pasar legendaris Surabaya mana saja yang masih beroperasi hingga saat ini? Yuk simak Tugu Jatim bakal kasih informasinya.
Baca Juga: 7 Makanan Sehat Murah yang Mudah Ditemukan di Pasar Tradisional
Ini dia beberapa daftar pasar legendaris di Surabaya yang sampai saat ini masih eksis sebagai tempat perbelanjaan. Mulai dari Pasar Kembang, Pasar Pabean, Pasar Pacar Keling, Pasar Atom, Pasar Genteng, Pasar Bunga Kayoon, Pasar Bong dan Pasar Keputran.
Rekomendasi Wisata Pasar Legendaris di Surabaya yang Eksis
Ada wisata tradisional dengan mengunjungi pasar legendaris di Surabaya yang cocok untuk liburan. Apa saja ya?
1. Pasar Kembang
Pasar legendaris Kota Surabaya pertama ada Pasar Kembang yang sudah ada sejak tahun 1940-an. Pasar ini sempat menjadi pusat perputaran ekonomi sebelum kemerdekaan Indonesia. Dahulu, pasar ini sangat terkenal dengan penjualan bunga taburnya, hal ini dikarenakan pasar ini lokasinya dekat dengan area pemakaman.
Namun, keberadaan Pasar Kembang yang masih beroperasi sekarang ini bukanlah pasar kembang yang dulu ada. Lokasinya bergeser pindah ke Pasar Kembang baru, yang ada di sebelah utara atau di sebelah kiri jalan Pasar Kembang sebelum pertigaan Jalan Pandegiling dari arah utara ke selatan.
Walau begitu, nama Pasar Kembang sudah terkenal menjadi pasar legendaris dan bersejarah. Kini pasar ini tak lagi didominasi dengan penjualan bunga tabur, melainkan menjadi pasar pada umumnya yang menjual kebutuhan dapur. Tetapi uniknya, di lantai dua pasar ini kini terkenal dengan penjualan kue-kuean sebagai lokasi kulak untuk dijual kembali karena kue-kue yang dijual di sana memiliki harga yang sangat murah.
2. Pasar Pabean
Pasar legendaris yang kedua bisa kamu lihat pada keberadaan Pasar Pabean yang sudah berdiri sejak masa penjajahan Belanda pada tahun 1890-an dan menjadi pusat perdagangan penting di masa itu.
Pada zaman itu, pasar ini dikenal sebagai “Boezennmarkt” yaitu tempat dilakukannya pengumpulan pajak atau bea, itulah yang menjadikan nama pasar ini sekarang “Pabean” bermula dari kata “bea” yang artinya pajak. Hingga, pada 1918 pasar ini diserahkan ke Pemerintah Kota Surabaya dan dijadikannya Pasar Pabean ini sebagai pasar umum.
Hingga saat ini, pasar yang lokasinya ada di Jalan Ketapang III No 18, Nyamplungan, Kec. Pabean Cantian, ini masih beroperasi dan menjadi pusat penjualan bahan dapur seperti rempah-rempah, sayuran, daging. Pasar satu ini juga terkenal dengan penjualan aneka tangkapan laut seperti ikan, cumi, kepiting dan lain-lainnya hingga ada sebutan tersendiri yaitu “Pasar Ikan Pabean”.
3. Pasar Pacar Keling
Pasar legendaris Surabaya yang ketiga selanjutnya ada Pasar Pacar Keling. Pasar yang berlokasi di Jalan Pacar Keling No 5A ini merupakan sebuah pasar yang sudah ada sejak 1974.
Di pasar ini, berbagai dagangan dijajakkan mulai dari adanya penjualan sayur, daging, ikan, bumbu-bumbu dapur, juga terdapat toko emas, logam, gerabah, depot, dan jajanan kue-kue basah yang proses produksinya dilakukan di tempat.
Meskipun tetap beroperasi sampai saat ini, sekarang pasar ini telah mengalami relokasi dan penataan, di samping pasar satu ini juga dibuka jalur jalan baru sehingga banyak juga pedagang yang harus memindah lokasi dagangan mereka ke tempat lain.
4. Pasar Atom
Selanjutnya pasar legendaris keempat ada Pasar Atom yang melansir dari salah satu sumber berdasarkan buku Signivicant Matters of Sourabaya, keberadaan Pasar Atom ini diperkirakan sejak 1954.
Namun, sumber-sumber lainnya mengatakan bahwa pasar ini berdiri sejak 1972. Dulunya pasar ini awalnya hanya sebuah tempat perdagangan informal atau pasar kaget sejak masa kolonial.
Pada akhir 1980-an, pasar satu ini juga sempat mengalami kebakaran hingga mengalami renovasi. Pasar ini juga dulunya sempat menjadi salah satu pusat perbelanjaan terbesar di Indonesia Timur terutama di Surabaya.
Hingga saat ini, Pasar Atom masih beroperasi. Selain terkenal sebagai pusat perdagangan emas dengan kualitas yang baik, Pasar Atom saat ini juga sangat terkenal dengan berbagai macam produk makanan tradisional hingga kekinian dengan cita rasa dan kualitas yang baik.
5. Pasar Genteng
Pasar legendaris Kota Surabaya selanjutnya juga ada Pasar Genteng yang juga menjadi salah satu pasar tertua. Tak diketahui pasti pada tahun berapa pasar ini mulai berdiri karena beberapa sumber menyebutkan tahun yang berbeda-beda, namun, pasar ini dianggap sudah berdiri sejak sebelum kemerdekaan Indonesia dan sudah menjadi bagian penting dari aktivitas perdagangan kota sejak puluhan tahun lalu.
Pasar satu ini bisa dibilang unik karena kombinasi yang dijual di dalamnya ada barang elektronik, juga kebutuhan pokok dapur seperti sayur, daging, bumbu-bumbu dan lauk pauk lainnya. Tak hanya itu, di daerah ini juga menjadi pusat penjualan oleh-oleh khas Surabaya yang kerap dikunjungi hingga kini, lokasinya yang strategis juga menjadikan pasar satu ini mudah untuk diakses.
6. Pasar Bunga Kayoon
Selanjutnya pasar legendaris di Surabaya yang keenam ada Pasar Bunga Kayoon yang menyimpan sejarah panjang berkaitan erat dengan perkembangan kawasan Kayoon sejak masa kolonial Belanda. Pasar yang pada 1950-an masih berupa rawa-rawa ini kemudian mulai dibangun sebagai pasar bunga pada 1970-an atas dasar kebutuhan masyarakatnya.
Sedangkan nama Kayoon sendiri sudah sangat terkenal di masa kolonial belanda di mana kawasan ini dipenuhi dengan taman-taman cantik dan hunian berupa rumah-rumah elite pada zamannya yang menghadap ke arah sungai. Hingga saat ini, Pasar Bunga Kayoon menjadi sebuah pasar yang menjual aneka bunga hias hingga bucket bunga/bunga rangkai.
7. Pasar Bong
Selanjutnya ada Pasar Bong yang juga menjadi salah satu pasar legendaris di Surabaya yang masih berdiri sampai sekarang. Seperti namanya yang berasal dari kata “Bong” yang berarti makam, pasar satu ini memang dibangun di kawasan yang dulunya merupakan kawasan pemakaman masyarakat Tionghoa.
Melansir dari beberapa sumber, dikatakan pada buku berjudul Riwayat Tionghoa Peranakan di Jawa yang ditulis Ong Hok Ham tertulis bahwa Pasar Bong dulunya terdapat sebuah makam Han Bwee Kong alias Han Bwee Sing pada 1727-1778 yang mana dia merupakan orang pertama dari keluarga Han yang memiliki jabatan sebagai Kapitan China di Surabaya. Seiring berjalannya waktu, area bekas pemakaman itu kian berubah menjadi pusat aktivitas ekonomi warga Tionghoa, yang kemudian berkembang menjadi pasar tradisional seperti yang dikenal saat ini.
Hingga saat ini, pasar ini masih terus beroperasi dan terkenal sebagai pusat oleh-oleh haji dan umrah seperti perlengkapan muslim sarung, mukenah, peci, sajadah dan lain-lainnya.
8. Pasar Keputran
Pasar legendaris Kota Surabaya selanjutnya ada sebuah pasar yang dikenal sebagai sentra perdagangan sayur mayur terbesar yaitu Pasar Keputran.
Pasar ini juga memiliki dua kawasan dengan fungsi yang berbeda. Pasar Keputran Selatan atau Pasar Keputran Lama sejak lama menjadi tempat berjualan berbagai kebutuhan pokok, seperti sembako, bunga setaman, janur, manggar, hingga tebu.
Baca Juga: 5 Pasar Tradisional Unik Surabaya yang Masih Eksis di Tengah Gempuran Mal Modern
Sementara itu, Pasar Keputran Utara atau Pasar Keputran Baru pada awal berdirinya sekitar 1955 merupakan pasar umum yang menjual pakaian bekas (pasar rombeng), peralatan rumah tangga, dan aneka kebutuhan dapur. Hingga seiring perkembangan waktu, kawasan ini bertransformasi menjadi pusat perdagangan sayur mayur yang ramai hingga sekarang.
Memasuki dekade 1960-an, Pasar Keputran semakin berkembang setelah para distributor sayur dari berbagai daerah di luar Surabaya mulai memasok hasil panen ke pasar ini. Aktivitas perdagangan yang terus meningkat membuat lapak pedagang meluber hingga ke ruas jalan di sekitar pasar.
Hingga kini, Pasar Keputran dikenal sebagai salah satu pasar induk sayur mayur terbesar di Surabaya yang memasok kebutuhan pedagang eceran, rumah makan, hingga pasar-pasar tradisional di berbagai wilayah Jawa Timur. Selain menjadi pusat distribusi hasil pertanian, kawasan ini juga identik dengan aktivitas jual beli yang dimulai sejak dini hari sehingga selalu ramai oleh pedagang grosir maupun pembeli dalam jumlah besar.
Itulah kedelapan pasar legendaris Surabaya yang eksistensinya masih ada dan beroperasi hingga masa kini. Dengan sejarah panjang dan aktivitas yang tetap hidup hingga kini, pasar-pasar legendaris di Surabaya ini tidak hanya menjadi pusat perdagangan, tetapi juga menyimpan nilai budaya dan cerita yang terus diwariskan dari generasi ke generasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Devi Ismayanti/Magang
Editor: Dwi Lindawati








