• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Tomboan Ngawonggo, wisata dengan konsep unik bernuansa Jawa Kuno di Kabupaten Malang. (Foto: Dani Alifian)

Tomboan Ngawonggo, wisata dengan konsep unik bernuansa Jawa Kuno di Kabupaten Malang. (Foto: Dani Alifian)

Tomboan Ngawonggo, Wisata Bernuansa Jawa Kuno yang Ramah Lingkungan di Malang

Redaksi by Redaksi
5 years ago
in Featured, Wisata
0
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG, Tugumalang.id – Bagi Anda yang tertarik dengan wisata bernuansa tradisional, kerajaan, dan peradaban Jawa Kuno, destinasi wisata ini mungkin bisa jadi target kunjungan berikutnya. Namanya Tomboan Ngawonggo.

Terletak di Desa Ngawonggo, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang, Tomboan Ngawonggo menyajikan suasana wisata yang begitu alami. Yakni bernuansa rindang pohon bambu, serta suara gemercik aliran sungai yang terbalut satu menjadi suatu harmoni.

You might also like

Cafe dekat Stasiun Gubeng.

7 Cafe Dekat Stasiun Gubeng, Nomor 6 Lagi Viral Juni Ini!

05/06/2026 6:15 PM
Hotel di Banyuwangi.

Banyak Dicari Wisatawan! Hotel di Banyuwangi dengan Akses Mudah ke Pantai dan Kawah Ijen 2026

05/06/2026 4:17 PM

Tak hanya mengusung suasana tradisional peradaban Jawa tempo dulu, Tomboan Ngawonggo yang didirikan pada April 2017 silam itu juga mengusung konsep ramah lingkungan. Di mana wisata ini tak memperbolehkan pengunjung membawa makanan dari luar, terlebih lagi yang berbentuk kemasan.

Hal tersebut diungkapkan oleh pengelola Tomboan Ngawonggo, Rahmat Yasin.

“Mungkin di pintu masuk itu tamu sudah bisa membaca ada tata tertib saat memasuki Tomboan Ngawonggo. Salah satunya dilarang membawa makanan dan minuman yang mengandung unsur hewani dan dalam kemasan termasuk terasi, telur, susu, dan petis,” ungkap Yasin ketika ditemui, Minggu (7/3/2021) lalu.

tomboan ngawonggo 2
Suasana tempat wisata Tomboan Ngawonggo yang tampak begitu alami dengan latar peohonan rindang. (Foto: Dani Alifian)

Yasin menambahkan semua olahan yang ada di Tomboan Ngawonggo terbuat dari tumbuhan. Sebab, menurutnya hal tersebut melambangkan kesederhanaan.

“Sama seperti kata Tomboan, itu berasal dari tumbuhan. Kan kata tomboan sendiri artinya obat, dan tumbuhan ini bisa menjadi obat,” terang pria berambut gondrong tersebut.

Suguhan yang ada di sini pada awalnya hanya minuman rempah hasil olahan warga sekitar. Namun berbekal keuletan, dan ketekunan Yasin terus konsisten tempat singgah hingga menjadi Tomboan. Yasin tidak berkenan jika Tomboan disebut sebagai warung, kafe, atau tempat makan.

“Pada dasarnya tempat ini, atau Tomboan ini belum secara resmi diketok palu sebagai warung. Awalnya, daripada kosong kami saja yang mengelola. Kami sendiri bukan warung, hanya menyuguhkan kepada orang yang sudah rawuh, terutama yang sudah reservasi dari jauh jauh hari. Jadi konsep yang diusung bukan jual beli, tapi bertamu dan menerima tamu.” Terang Yasin.

Salah satu pengelola Pawon, yang enggan disebut namanya menyatakan jika pengunjung hendak berpartisipasi sudah disediakan kotak asih.

“Oleh karena itu di sini kami menyediakan kotak asih, untuk para tamu yang hendak berpartisipasi, bukan dalam artian membayar seikhlasnya. Bahasanya bukan bayar seikhlasnya, tapi jika berkenan partisipasi monggo, jika tidak ya tidak apa apa,” ungkapnya sembari menyembul tungku dari kayu untuk menghangatkan minuman.

Penulis bersama Yasin, pengelola Tomboan Ngawonggo. (Foto: Dani Alifian)
Penulis bersama Yasin, pengelola Tomboan Ngawonggo. (Foto: Dani Alifian)

Tomboan Ngawonggo saat ini mengutamakan pelanggan yang sudah reservasi, yang dapat dilakukan melalui akun instagram @tomboan.

Setiap hari Kamis, Tomboan tidak menyediakan makanan, karena hari istirahat untuk para pengelola. Tetapi pengunjung tetap bisa bertamu ke Tomboan, dengan menikmati minuman yang disediakan.

Tomboan sendiri tidak mengenal kata buka tutup, seperti di tempat wisata atau tempat makan. Hanya saja, untuk jam pelayanan dimulai dari pukul 8 pagi hingga jam 4 sore untuk pelanggan yang hendak menikmati suguhan makan, atau kudapan. Namun, untuk minuman tersedia 24 jam.

“Ya Alhamdulillah, kendati kondisi tengah pandemi, tamu ada saja, ibaratnya lumintu, selalu ada saja tamu yang mengisi. Kalau berkenan ke sini hari kamis, hanya ada minuman saja, karena waktu istirahat kami,” imbuh Yasin sembari menyilakan makanan. (Dani Alifian)

Tags: Destinasi WisataKabupaten MalangMalangrekomendasi wisataWisata
Redaksi

Redaksi

Related Stories

Cafe dekat Stasiun Gubeng.

7 Cafe Dekat Stasiun Gubeng, Nomor 6 Lagi Viral Juni Ini!

by Dwi Linda
05/06/2026 6:15 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id – Cafe dekat Stasiun Gubeng menawarkan banyak pilihan tempat nyaman bagi kamu yang baru turun dari kereta dan...

Hotel di Banyuwangi.

Banyak Dicari Wisatawan! Hotel di Banyuwangi dengan Akses Mudah ke Pantai dan Kawah Ijen 2026

by Dwi Linda
05/06/2026 4:17 PM
0

BANYUWANGI, Tugujatim.id – Banyuwangi terus berkembang menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Indonesia. Karena itu, ada hotel di Banyuwangi...

Kampung Unik dan Kreatif Surabaya

Daftar Kampung Unik dan Kreatif Surabaya yang Penuh Cerita

by Mochamad Abdurrochim
04/06/2026 4:30 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Selain terkenal sebagai kota Besar, Surabaya juga punya banyak perkampungan yang mana beberapa diantaranya memiliki julukan dan...

Jatim Park 1.

Jatim Park 1 Masih Jadi Favorit Wisatawan, Wahana Ekstrem Dipadati Pengunjung saat Liburan

by Dwi Linda
04/06/2026 9:37 AM
0

BATU, Tugujatim.id – Antrean panjang terlihat memenuhi pintu masuk Jatim Park 1, Kota Batu, sejak long weekend tiba. Destinasi wisata...

Next Post
Kepala Bidang Pemberantasan, Badan Narkotika Nasional Jawa Timur (BNNP Jatim), Monang Sidabukke MSi melaksanakan pemusnaah barang sitaan narkotika jenis pil ekstasi dan ganja, Sabtu (08/03/2021). (Foto: Dokumen/BNNP Jatim)

BNNP Jatim Musnahkan 301 Butir Ekstasi dan 4,1 Kg Ganja

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID