• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Gua Gembyang Mojokerto.

Gua Gembyang Mojokerto yang eksotis di kawasan Desa Kuripansari, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. (Foto: Hanif Nanda/Tugu Jatim)

Sejarah Gua Gembyang Mojokerto, Gua Eksotis Konon Bisa Bikin “Gila” Pengunjung 

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
3 years ago
in Sastra & Budaya, Wisata
0
Share on FacebookShare on Twitter

MOJOKERTO, Tugujatim.id – Aura mistis yang kental bakal pengunjung rasakan saat memasuki Gua Gembyang Mojokerto. Gua eksotis di kawasan Desa Kuripansari, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, ini memang memiliki daya pikat tersendiri. Meski nuansa mistis begitu kental terasa, tapi gua ini pun tidak pernah sepi pengunjung untuk melakukan berbagai ritual.

Lokasinya yang berada di Lereng Gunung Welirang dan Gunung Penanggungan, gua ini terletak di ketinggian 600 mdpl. Kondisi geografis itu membuat Gua Gembyang menjadi salah satu spot petualangan yang patut untuk disinggahi saat mendatangi Mojokerto.

You might also like

Wisata gratis Mojokerto.

Wisata Gratis Mojokerto yang Tetap Seru untuk Dikunjungi Bersama Keluarga

03/07/2026 9:02 PM
Jalur Trawas–Pacet.

Menjelajahi Jalur Trawas-Pacet, Rute Favorit dengan Panorama Pegunungan

03/07/2026 8:05 PM
Gua Gembyang Mojokerto.
Pintu masuk Gua Gembyang Mojokerto di kawasan Desa Kuripansari, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. (Foto: Hanif Nanda/Tugu Jatim)

Sabar Supardi, penjaga Gua Gembyang Mojokerto, saat ditemui Tugu Jatim, menjelaskan soal nuansa mistis itu. Dia mengatakan, Gua Gembyang sebenarnya gua yang sudah dijaga keluarganya secara turun temurun. Awalnya gua itu dibuat untuk tempat berteduh di masa lalu.

“Gua ini memang sudah dijaga turun temurun. Saya generasi ke-12 yang sekarang menjaganya. Tidak ada apa-apa di sini,” kata Sabar, sapaan Sabar Supardi, saat diwawancarai pada Senin (06/02/2023).

Dia mengatakan, pengunjung bisa melihat ada tiga lubang gua. Untuk gua di tengah menembus sisi kanan gua yang lebih kecil. Lalu di sebelah kiri, ada gua kecil yang tidak sedalam gua-gua lainnya.

Sejarah dan Asal Mula Nama Gua Gembyang Mojokerto

Sabar menjelaskan, asal mula nama Gua Gembyang diambil dari nama Dusun Gembyang, Desa Kuripansari, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. Dia mengatakan, dulu kawasan gua secara administratif masuk dalam kawasan Dusun Gembyang.

“Yang tengah besar itu gua utama. Untuk yang lainnya ada yang tembus, di sisi kiri tidak tembus,” tambah pria kelahiran Kandangan, Kuripansari, Pacet, itu.

Akses awal masuk Gua Gembyang Mojokerto memang belum mulus. Jalanan bebatuan banyak dijumpai mulai gerbang utama hingga Gua Gembyang. Setelah melewati jalan bebatuan, pengunjung akan menjumpai makam keluarga di depan musala.

Terkait hal mistis di sana, Sabar membantah kalau Gua Gembyang dijadikan tempat bertapa seorang raja di masa lalu. Namun, dia tidak menampik bila ada orang datang ke gua dengan berbagai maksud. Mulai dari meminta kemudahan rezeki, keperluan pribadi, maupun ritual lainnya.

“Semua bebas ke sini asal tidak membikin keonaran. Mau berkunjung, monggo. Mau bakar dupa atau menyan, ya silakan,” sambung Sabar.

Gua Gembyang Mojokerto.
Suasana Gua Gembyang Mojokerto di kawasan Desa Kuripansari, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. (Foto: Hanif Nanda/Tugu Jatim)

Namun, Sabar mengingatkan agar pengunjung berlaku sopan ketika masuk gua. Ada kepercayaan yang beredar bila masuk gua membikin keramaian atau keonaran, orang yang keluar bisa “gila” atau rezekinya bakal seret.

“Saya hanya mengingatkan, jangan membuat gaduh. Jadi dijaga betul-betul. Karena kalau buat ramai-ramai tidak jelas, bila sudah keluar dari gua kalau tidak gila, ya rezekinya seret,” tegas pensiunan PNS itu.

Sabar menambahkan, kakek buyutnya memberi tirai putih sebagai penanda agar gua tidak disalahgunakan dengan kegiatan sembarangan. Sabar dulu pernah marah kepada pengunjung karena melakukan ritual menarik barang gaib. Dia pun tidak habis pikir sebenarnya gua itu perlu dijaga kelestariannya dan tidak perlu melakukan hal-hal di luar nalar manusia.

“Pernah ada yang bikin ritual, Mas. Awalnya saya biarkan. Pas kedua kali, saya marahi karena gua itu nggak butuh ritual kayak gitu. Kami jaga saja bersama,” tegas Sabar.

Untuk menjaga kelestariannya, Sabar tidak menerima aliran listrik. Dia tetap kukuh dengan alat seadanya ketika tinggal dan menjaga Gua Gembyang Mojokerto.

Tags: Berita Gua Gembyang MojokertoBerita Kabupaten Mojokerto hari inicerita mistisCerita mistis di MojokertoGua Gembyang Kabupaten MojokertoGua Gembyang MojokertoKabupaten Mojokerto hari iniRitual di Gua Gembyang MojokertoSejarah Gua Gembyang MojokertoWisata Gua Gembyang MojokertoWisata mistis Gua Gembyang Mojokerto
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Wisata gratis Mojokerto.

Wisata Gratis Mojokerto yang Tetap Seru untuk Dikunjungi Bersama Keluarga

by Dwi Linda
03/07/2026 9:02 PM
0

MOJOKERTO, Tugujatim.id – Menikmati waktu liburan tidak harus selalu mengeluarkan biaya besar saat berkunjung ke Kabupaten Mojokerto. Sebab, ada banyak...

Jalur Trawas–Pacet.

Menjelajahi Jalur Trawas-Pacet, Rute Favorit dengan Panorama Pegunungan

by Dwi Linda
03/07/2026 8:05 PM
0

MOJOKERTO, Tugujatim.id – Bagi wisatawan yang sering berlibur ke Mojokerto, jalur Trawas-Pacet bukan sekadar jalan penghubung antara dua kawasan wisata....

Sunrise Bromo.

Sunrise Bromo dari Penanjakan atau Bukit Kingkong? Ini Perbedaannya Menurut Wisatawan

by Dwi Linda
03/07/2026 7:40 PM
0

Tugujatim.id – Sunrise Bromo selalu punya cara sendiri buat bikin orang rela bangun tengah malam, menahan dingin yang menusuk, sampai...

Wisata keluarga Malang.

Wisata Keluarga Malang yang Cocok untuk Liburan Sekolah

by Dwi Linda
03/07/2026 3:46 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Wisata keluarga Malang menjadi pilihan favorit saat liburan sekolah, terutama bagi masyarakat yang mencari rekreasi seru dan...

Next Post
Ibu-ibu terbakar saat hajatan.

Diduga LPG Bocor, 5 Ibu-Ibu Terbakar saat Hajatan di Rembang Pasuruan

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID