Tugujatim.id – Sunrise Bromo selalu punya cara sendiri buat bikin orang rela bangun tengah malam, menahan dingin yang menusuk, sampai berdesakan di atas bukit hanya demi satu momen: matahari muncul perlahan dari balik pegunungan. Tapi sebelum sampai di momen itu, ada satu pertanyaan yang hampir selalu muncul di kepala wisatawan, terutama yang baru pertama kali datang ke Bromo. Lebih bagus berburu sunrise di Penanjakan atau Bukit Kingkong?
Jawabannya ternyata sederhana, karena keduanya sama-sama menawarkan pengalaman yang sulit dilupakan. Yang membedakan hanyalah karakter pemandangan, akses menuju lokasi, dan seberapa besar effort yang ingin dikeluarkan untuk mendapatkan panorama terbaik.
Baca Juga: Bukit Teletubbies Bromo: Daya Tarik, Lokasi, dan Waktu Terbaik untuk Berkunjung
Penanjakan, Spot Tertinggi untuk Sambut Matahari Pertama
Kalau berbicara soal lokasi paling ikonik untuk menikmati sunrise Bromo, nama Penanjakan hampir selalu masuk daftar pertama. Bahkan bagi banyak wisatawan, rasanya belum lengkap ke Bromo kalau belum melihat matahari terbit dari tempat ini.
Menariknya, kawasan Penanjakan ternyata memiliki beberapa titik seperti Penanjakan 1, Penanjakan 2, hingga Penanjakan 3. Namun yang paling populer tetap Penanjakan 1 karena berada di posisi paling tinggi dan menawarkan sudut pandang yang lebih luas dibanding titik lainnya.

Perjalanan menuju lokasi biasanya dimulai menggunakan jeep sebelum dilanjutkan dengan tracking singkat menuju area pandang utama. Jalur menuju Penanjakan 1 sendiri sudah beraspal sehingga cukup nyaman dilalui, meskipun wisatawan tetap harus menyiapkan tenaga ekstra karena lokasi ini cenderung lebih ramai dan membutuhkan waktu keberangkatan lebih awal.
Usaha tersebut biasanya terbayar lunas saat langit mulai berubah warna. Dari ketinggian ini, bentangan pegunungan terlihat begitu luas dengan siluet Gunung Bromo dan Gunung Semeru yang berdiri gagah di kejauhan. Jika cuaca sedang mendukung dan awan berkumpul di bawah kawasan pegunungan, suasananya terasa seperti berdiri di atas lautan awan yang perlahan diterangi cahaya matahari pagi.
Tidak sedikit wisatawan yang menganggap pengalaman ini menjadi alasan utama mereka kembali lagi untuk menikmati sunrise Bromo di kesempatan berikutnya.
Bukit Kingkong, Pilihan Santai Buat yang Anti Ribet
Kalau Penanjakan identik dengan perjuangan ekstra, maka Bukit Kingkong hadir sebagai opsi yang lebih santai dan ramah untuk semua kalangan usia.
Akses menuju lokasi ini relatif lebih mudah karena pengunjung tidak perlu melakukan tracking menanjak yang terlalu jauh. Sebagian besar jalurnya sudah menggunakan paving block dan cenderung landai sehingga lebih nyaman untuk dilewati, termasuk bagi wisatawan yang membawa anak-anak maupun orang tua.
Keunggulan lainnya adalah jarak parkir jeep yang jauh lebih dekat. Setelah turun dari kendaraan, wisatawan hanya perlu berjalan sekitar 100 hingga 200 meter untuk sampai di area pandang utama.

Meski berada di posisi yang lebih rendah dibanding Penanjakan, pemandangan yang ditawarkan tetap memukau. Banyak wisatawan justru menyukai suasana Bukit Kingkong karena terasa lebih santai dan tidak terlalu menguras tenaga.
Di beberapa titik tertentu memang tersedia area yang lebih tinggi untuk mendapatkan sudut pandang tambahan. Namun akses menuju titik tersebut masih berupa tanah tanpa paving sehingga pengunjung perlu lebih berhati-hati, terutama saat kondisi tanah lembap atau setelah hujan turun.
Bukan Cuma Sunrise, Fasilitasnya Juga Jadi Nilai Plus
Hal lain yang membuat Bukit Kingkong cukup digemari adalah fasilitas pendukungnya yang lebih lengkap dan mudah dijangkau.
Setelah puas menikmati sunrise di Bromo, wisatawan tidak perlu buru-buru berpindah lokasi karena di sekitar area sudah tersedia banyak warung yang menjual aneka makanan dan minuman hangat. Menikmati semangkuk mie instan atau secangkir kopi panas sambil melihat kabut pagi perlahan menghilang tentu punya sensasi tersendiri.
Selain itu, tersedia pula toilet dan musala yang memudahkan pengunjung selama berada di kawasan tersebut.
Tidak jauh dari area pandang juga terdapat sebuah kafe dengan konsep kaca besar yang langsung menghadap ke arah Gunung Bromo. Banyak wisatawan memanfaatkan tempat ini untuk beristirahat sejenak sekaligus mengabadikan momen dengan latar pemandangan pegunungan yang terbentang di depan mata.
Jadi, Tim Penanjakan atau Tim Bukit Kingkong?
Memilih lokasi terbaik untuk menikmati sunrise Bromo sebenarnya kembali pada gaya perjalanan masing-masing wisatawan.
Kalau ingin mendapatkan panorama paling tinggi dengan bentangan lanskap yang terasa lebih megah, Penanjakan bisa menjadi pilihan yang tepat. Namun jika lebih menyukai perjalanan yang santai, akses yang mudah, dan fasilitas yang lebih lengkap, Bukit Kingkong jelas layak dipertimbangkan.
Baca Juga: Wisatawan Banyak Mampir, Kuliner Dekat Bromo Ini Punya Menu Andalan
Yang tidak kalah penting adalah menentukan waktu keberangkatan sebaik mungkin. Datang terlalu siang bisa membuat area favorit sudah dipenuhi pengunjung lain.
Pada akhirnya, baik Penanjakan maupun Bukit Kingkong sama-sama menawarkan momen yang sulit digambarkan hanya lewat foto atau video. Karena seindah apa pun cerita orang lain tentang sunrise Bromo, pengalaman melihatnya langsung dengan mata sendiri tetap punya rasa yang berbeda.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Nabila Eka S/Magang
Editor: Dwi Lindawati







