• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Massa aksi demo pada momen International Women;s Day di Malang berujung ricuh di kawasan Stadion Gajayana Malang, Senin (8/3/2021). (Foto: Azmy/Tugu Malang/Tugu Jatim)

Massa aksi demo pada momen International Women;s Day di Malang berujung ricuh di kawasan Stadion Gajayana Malang, Senin (8/3/2021). (Foto: Azmy/Tugu Malang/Tugu Jatim)

Pembubaran Unjuk Rasa Dinilai Diskriminatif, Pemkot Malang: Untuk Cegah Penyebaran Covid-19

Redaksi by Redaksi
5 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG, Tugujatim.id – Belakangan aksi unjuk rasa kembali terjadi di Kota Malang. Namun, aksi tersebut sempat diwarnai kericuhan saat akan dibubarkan oleh aparat. Tak ayal, beberapa pihak pun menilai jika pembubaran paksa tersebut berbau diskriminatif.

Menanggapi hal tersebut, Pemerintah Kota Malang memberikan klarifikasi bahwa aksi pemberhentian unjuk rasa bukan karena diskriminatif. Melainkan sebagai upaya preventif untuk menekan penyebaran kasus Covid-19.

You might also like

Muktamar

Pesantren Tambakberas Jombang Disterilkan, Golf Cart dan Becak Listrik Disiagakan untuk Muktamar NU

21/07/2026 11:17 AM
Jawa Timur

Cuaca Jawa Timur Hari Ini Bikin Waspada, Dari Kabut Pekat hingga Hujan dan Angin Kencang Mengintai

21/07/2026 10:00 AM

Menurut Wali Kota Malang Sutiaji, pihaknya akan selalu terbuka dalam menerima aspirasi masyarakat. Terlebih saat disampaikan dengan cara yang damai.

“Saya tegaskan tidak ada yang namanya diskriminasi. Menyuarakan aspirasi diperbolehkan namun haruslah memperhatikan situasi,” ujarnya.

Imbauan tersebut juga dilatari masa pandemi yang belum usai serta pelaksanaan PPKM Mikro. Ditambah dengan munculnya kluster panti asuhan yang yang sempat mencuri perhatian beberapa waktu lalu.

Wali Kota Malang, Sutiaji saat Deklarasi Jaga NKRI, Lawan Covid-19, Radikalisme, Terorisme dan Narkoba di halaman depan Balai Kota Malang, Rabu (10/03/2021). (Foto: Dokumen/Pemkot Malang)
Wali Kota Malang, Sutiaji. (Foto: Dokumen/Pemkot Malang)

“Pandemi ini masih ada di tengah tengah kita. Bisa hadir kapan dan dimana pun. Seperti halnya, yang tak kita duga dan perkirakan, COVID-19 juga sempat menyasar sebuah panti. Kita tidak akan mengambil resiko setiap potensi yang dapat memunculkan klaster klaster baru. Sekali lagi penghentian unjuk rasa mempertimbangkan hal itu,” tambahnya.

Menurut Sutiaji, aksi pembubaran oleh petugas kerap kali dilakukan. Salah satunya melalui Operasi Penegakan oleh Pemkot bersama Polresta Malang Kota dan Kodim 0833 Kota Malang.

Operasi tersebut terus digencarkan seiring dengan memberikan edukasi pada masyarakat untuk tidak mengadakan kegiatan yang mengundang kerumunan.

“Pada operasi penegakan, kita sering menghentikan kegiatan sosial, gelar hajatan, nikah saja pernah kita bubarkan. Artinya tidak tebang pilih, dan juga bisa dilihat sebelum pandemi, Kota Malang selalu memberi ruang bagi siapa pun untuk menyampaikan aspirasi,” imbuh  pria yang juga menjadi Ketua Satgas Covid-19 Kota Malang itu.

Pun, Sutiaji meyakini bahwa semua warga Arema bertekad untuk segera terbebas dari Covid-19. Sehingga ia menghimbau agar masyarakat lebih waspada dan disiplin protokol dengan 6M.

Yakni, memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun, menghindari kerumunan, membatasi mobilitas serta meningkatkan imun

“Atas dasar itu, segala bentuk kegiatan yg berdampak pada rawannya penyebaran Covid-19 termasuk aksi unjuk rasa kita hentikan. Jadi ndak benar kalau tindakan itu penghentian unjuk rasa diskriminasi,” tegasnya. (fen/gg)

Tags: demodemonstrasiKota MalangPemkot MalangSutiajiunjuk rasaWali Kota Malang
Redaksi

Redaksi

Related Stories

Muktamar

Pesantren Tambakberas Jombang Disterilkan, Golf Cart dan Becak Listrik Disiagakan untuk Muktamar NU

by Mochamad Abdurrochim
21/07/2026 11:17 AM
0

JOMBANG, Tugujatim.id – Alih-alih kendaraan bermotor, panitia gelaran Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang...

Jawa Timur

Cuaca Jawa Timur Hari Ini Bikin Waspada, Dari Kabut Pekat hingga Hujan dan Angin Kencang Mengintai

by Mochamad Abdurrochim
21/07/2026 10:00 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jawa Timur pada Selasa (21/07/2026) bergerak dinamis dengan pola yang tidak merata di banyak daerah. Sejumlah...

Rumah doa.

DPRD Kabupaten Pasuruan Terima Aduan Warga Tolak Dugaan Rumah Doa Ilegal di Bangil

by Dwi Linda
20/07/2026 9:04 PM
0

PASURUAN, Tugujatim.id - Perwakilan warga Lingkungan Sukalipura, Kelurahan Dermo, Kecamatan Bangil, mendatangi kantor DPRD Kabupaten Pasuruan untuk audiensi pada Senin...

Piala Dunia 2026.

Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Ribuan Warga Nobar di Sidoarjo Senang Berhadiah Umrah hingga Sepeda Gunung

by Dwi Linda
20/07/2026 6:05 PM
0

SIDOARJO, Tugujatim.id – Ribuan warga memadati Jalan Cokronegoro di depan Pendopo Delta Wibawa, Kabupaten Sidoarjo, Senin dini hari (20/07/2026). Mereka...

Next Post
Jajaran tiga pilar Kecamatan Purwosari, Pasuruan melakukan operasi penegakan disiplin protokol kesehatan. (Foto: Dokumen/aKodim Pasuruan)

Danramil 21/Purwosari Pasuruan Perintahkan Anggota Tetap Konsisten Tegakkan Prokes

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID