• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
kisah matosin tugu jatim

Adegan-adegan dalam drama teatrikal Kompi Matosin yang ditampilkan oleh anggota Front Kolosal Soerabaja. Foto: Izzatun Najibah/Tugu Jatim

Kisah Matosin dan Komplotan Pencuri yang Tak Pernah Tertulis di Buku Sejarah

Lizya Kristanti by Lizya Kristanti
3 years ago
in Hiburan
0
Share on FacebookShare on Twitter

SURABAYA, Tugujatim.id – Surabaya dikenal sebagai Kota Pahlawan. Pada 10 November 1945, ada peristiwa pertempuran besar, perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia, perlawanan arek-arek Suroboyo menghadapi tentara Inggris yang tak pernah sirna sebagai identitas jantung kota ini.

Banyak kisah-kisah pahlawan nasional yang tercantum dalam sejarah. Seperti aksi Bung Tomo dalam membakar semangat arek-arek Suroboyo untuk berjuang melawan penjajah.

You might also like

Surabaya sebagai lokasi syuting.

Bikin Bangga! 6 Deretan Film yang Memilih Surabaya sebagai Lokasi Syuting

05/06/2026 3:00 PM
Mojokerto

Momen Libur Panjang, Stasiun Mojokerto Layani 9.000 Lebih Pelanggan

05/06/2026 2:05 PM

Namun, kisah Matosin melawan tentara Inggris pada pertempuran 10 November tak pernah diceritakan dalam buku sejarah. Komunitas seni Front Kolosal Soerabaja mempertontonkan cerita Matosin kepada para pengunjung Tugu Pahlawan Surabaya, Jawa Timur, pada Minggu (12/3/2023) pagi.

kisah matosin tugu jatim
Adegan-adegan dalam drama teatrikal Kompi Matosin yang ditampilkan oleh anggota Front Kolosal Soerabaja. Foto: Izzatun Najibah/Tugu Jatim

Matosin merupakan salah satu pahlawan revolusi yang terlibat pada pertempuran 10 November 1945 di Surabaya. Dia memang asli Mojokerto, tapi Matosin tinggal di Surabaya dan terlibat sebagai pejuang arek-arek Suroboyo.

Pandegiling, wilayah yang dia tinggali terkenal dengan markas para bandit, pencuri, dan preman di masa itu. Namun, kesadaran tentang jiwa nasionalismenya yang tinggi membentuk pola hidupnya untuk menjadi “Robin Hood” Surabaya.

Dimulai dengan cerita Matosin yang dihadang dan ditangkap oleh para tentara Jepang setelah dia dan komplotannya berhasil mencuri barang dan bahan pokok rampasan tentara Jepang di Kalimas untuk dibagikan kepada penduduk.

Kemudian adegan berlanjut dengan memperlihatkan para komplotan maling yang lain sedang bersantai sambil membicarakan Matosin. Tiba-tiba Matosin muncul di hadapan mereka. Ya, Matosin lagi-lagi lolos dari cengkraman tentara Jepang.

“Aku dicekel Jepang perkoro gudhuk maling, tapi dikiro komplotane Jepang. Dadi aku isok bebas. (Aku ditangkap Jepang bukan karena mencuri, tapi dikira komplotan Jepang),” ucap Matosin kepada kawan-kawan komplotannya.

Lalu, proklamasi kemerdekaan Indonesia didengungkan, sebagai pertanda bahwa tentara Jepang telah menyerah pada sekutu.

Pertemuan antara komplotan Matosin dengan para pasukan Indonesia mulai menghasilkan strategi untuk menghacurkan markas tentara Jepang. Jepang diharuskan menyerahkan seluruh pasokan persenjataan kepada Indonesia.

Diselingi sedikit bumbu-bumbu komedi, agedan komplotan maling saat baris berbaris berhasil mengundang gelak tawa pengunjung yang mulai menyipitkan mata karena panas matahari pagi ini.
Hingga pasukan BKR mulai mengajarkan Matosin dan para komplotan untuk menggunakan persenjataan.

Berlanjut, salah seorang penduduk mengabarkan bahwa tentara Inggris mulai menginjakkan kaki di Surabaya. Tentu saja, kabar ini membuat amarah arek-arek Suroboyo semakin memuncak.

Tentara Keamanan Rakyat (TKR), anggota laskar, Badan Keamanan Rakyat (BKR), dan arek-arek Suroboyo, termasuk Matosin bersama komplotan-komplotannya, menyerang tentara Inggris.

Semangat yang membara, bersatunya kekuatan seluruh pejuang berhasil menewaskan pemimpin Inggris, Jenderal Mallaby.

Tak lama setelah itu, tepatnya 20 hari sejak 10 November, pejuang arek-arek Suroboyo kalah. Tak sedikit pejuang yang memilih pergi ke luar kota untuk mencari perlindungan. Namun tidak dengan Matosin dan komplotannya. Matosin tetap berada di Kota Surabaya untuk bergerilya.

Matosin berani masuk ke markas tentara Inggris lewat sapiteng. Nekat dan berani. Dari situ, TKR memberikan penghargaan kepada Matosin dengan pangkat Letnan Dua.

Matosin memang tak bisa baca tulis. Dia hanya penduduk sipil biasa, tapi semangat, jiwa nasionalismenya untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia dari cengkraman penjajah tak pernah surut.

Cerita tersebut ditampilkan dalam bentuk drama teatrikal yang naskahnya ditulis oleh Robert Beyoned.

Tags: berita Surabayaberita Surabaya hari inikisah matosinmatosinSurabaya
Lizya Kristanti

Lizya Kristanti

Related Stories

Surabaya sebagai lokasi syuting.

Bikin Bangga! 6 Deretan Film yang Memilih Surabaya sebagai Lokasi Syuting

by Dwi Linda
05/06/2026 3:00 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Dalam beberapa tahun terakhir, Surabaya juga semakin sering dilirik oleh para sineas sebagai lokasi pengambilan gambar berbagai...

Mojokerto

Momen Libur Panjang, Stasiun Mojokerto Layani 9.000 Lebih Pelanggan

by Mochamad Abdurrochim
05/06/2026 2:05 PM
0

MOJOKERTO, Tugujatim.id - Pihak PT Kereta Api Indonesia melalui Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya menyampaikan catatan atas momen libur panjang...

Marketing FYP TikTok

Strategi Marketing FYP TikTok 2026, Cara Brand Menarik Perhatian Konsumen dalam Hitungan Detik

by Mochamad Abdurrochim
04/06/2026 9:30 PM
0

Tugujatim.id – Di tengah derasnya arus konten yang muncul setiap hari di TikTok, perhatian pengguna menjadi sesuatu yang sangat berharga....

Film Barat Juni 2026

5 Film Barat Juni 2026 yang Wajib Masuk Watchlist, dari Sci-Fi hingga Horor Menegangkan

by Mochamad Abdurrochim
04/06/2026 4:00 PM
0

Tugujatim.id – Bulan Juni menjadi momen yang menarik bagi para pencinta film karena sejumlah film barat Juni 2026 siap meramaikan...

Next Post
PMII Tuban Nilai Penundaan Pemilu Melucuti Demokrasi

PMII Tuban Nilai Penundaan Pemilu Melucuti Demokrasi

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID