• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Piala Dunia U20.

Koordinator Bonek Wanita (Bonita) atau suporter Persebaya Siti Rafika Hardhiansari. (Foto: dok Rafika for Tugu Jatim)

Jelang Piala Dunia U20 di Indonesia, Bonek Wanita Surabaya Tolak Tim Israel Ikut Berlaga

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
3 years ago
in Catatan
0
Share on FacebookShare on Twitter

SURABAYA, Tugujatim.id – Ajang Piala Dunia U20 bakal terselenggara pada 20 Mei-11 Juni 2023. Namun, ada penolakan tim kesebelasan Israel berlaga di Indonesia. Salah satunya datang dari koordinator Bonek Wanita (Bonita) atau suporter Persebaya Siti Rafika Hardhiansari.

Mbak Fika, sapaan akrab Siti Rafika Hardhiansari, menolak keras keikutsertaan tim kesebelasan Israel dalam ajang Piala Dunia U20. Bukan tanpa sebab dia menolak tim Israel datang ke Indonesia. Sebab, Surabaya menjadi satu di antara enam kota yang bakal menjadi tuan rumah ajang bergengsi ini.

You might also like

Gus Yahya.

Menakar Dua Periode Gus Yahya: Mungkinkah?

30/05/2026 8:27 PM
Tasyakuran 50 tahun pernikahan

Tasyakuran 50 Tahun Pernikahan Surya Burhanuddin dan Sjenny Jamain, Penuh Kesan dan Menginspirasi

03/05/2026 7:42 PM

Perempuan berhijab ini tidak rela kota kelahirannya Surabaya kedatangan tim sepak bola Israel.

“Saya menolak keras kehadiran tim sepak bola Israel untuk berlaga di Piala Dunia U20 yang akan berlangsung di Indonesia yang rencananya akan terselenggara pada Mei 2023,” tegasnya.

Dia mengatakan, masih melekat dalam ingatannya bahwa Israel terus menjajah Palestina hingga saat ini.

“Kita bangsa Indonesia yang mempunyai hati nurani harus bersikap tegas melawan penjajahan Israel pada Palestina,” ujarnya pada Kamis (23/03/2023).

Tim Israel.
Siti Rafika Hardhiansari di tengah pertandingan sepak bola. (Foto: dok Rafika for Tugu Jatim)

Dia juga mengatakan, semua harus terus menyuarakan perdamaian dunia yang berlandaskan semangat kemanusiaan dan anti penjajahan sesuai yang tertuang dalam Undang-Undang Dasar 1945.

“Termasuk momentum ajang olahraga internasional yang sesuai kesepakatan bersama akan berlangsung di negara kita Indonesia tercinta. Bukan tanpa sebab kita menolak kedatangan kesebelasan Israel. Namun karena Israel terus menyerang Palestina tanpa henti hingga saat ini,” ujarnya.

Menurut dia, ajang olahraga adalah momentum yang sangat tepat menyuarakan semangat perdamaian dunia hingga politik kemanusiaan yang universal. Sebab, olahraga dijalankan dengan prinsip jujur sportivitas, prinsip-prinsip yang banyak dilupakan oleh Israel ketika dengan bangganya menduduki tanah Palestina.

“Nek iso, ojok sampek Israel teko nang Indonesia. Opo maneh nang Suroboyo yo rek. (Kalau bisa, jangan sampai Israel datang ke Indonesia. Apalagi kalau ke Surabaya, jangan ya,” imbuh perempuan yang gemar dengan olahraga sepak bola ini.

Dia menolak kedatangan Israel juga merupakan bentuk hormat dan solidaritas yang setinggi-tingginya atas perjuangan bangsa Palestina dalam meraih hak kemerdekaannya. Dia membeberkan bahwa Indonesia adalah bangsa yang memulai pembangunannya dengan perjuangan merebut kemerdekaan. Indonesia pernah merasakan pedihnya menjadi bangsa yang sedang terjajah, seperti juga Palestina yang terus dijajah oleh Israel hingga saat ini.

“Karena itu, begitu kita merdeka dan memiliki konstitusi sendiri, pembukaan UUD 1945 langsung secara tegas menyatakan bahwa kemerdekaan ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan,” ujarnya.

Forum-forum dunia seperti Konferensi Asia Afrika dan Gerakan Non Blok juga secara tegas menyatakan dukungan untuk kemerdekaan setiap bangsa, termasuk Kemerdekaan Palestina. Kemanusiaan itu harus di atas segalanya termasuk di bidang olahraga. Apalagi Palestina adalah negara yang kali pertama mengakui kemerdekaan Indonesia. (*)

Tags: Berita Kota Surabaya hari iniBonita SurabayaJelang Piala Dunia U20Kota Surabaya hari iniPersiapan Piala Dunia IndonesiaPiala Dunia di IndonesiaSuporter Surabaya
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Gus Yahya.

Menakar Dua Periode Gus Yahya: Mungkinkah?

by Dwi Linda
30/05/2026 8:27 PM
0

Oleh: Abdur Rahim** Tugujatim.id - Kepemimpinan di Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sedang berada di persimpangan yang tidak mudah. Ketegangan...

Tasyakuran 50 tahun pernikahan

Tasyakuran 50 Tahun Pernikahan Surya Burhanuddin dan Sjenny Jamain, Penuh Kesan dan Menginspirasi

by Mochamad Abdurrochim
03/05/2026 7:42 PM
0

JAKARTA, Tugujatim.id – Tasyakuran 50 tahun pernikahan Surya Burhanuddin dan Sjenny Jamain berlangsung penuh kesan, syukur, dan inspirasi di Hotel...

AHWA.

Menimbang Pelembagaan AHWA sebagai Otoritas Kepemimpinan NU

by Dwi Linda
14/04/2026 7:52 PM
0

Oleh: Abdur Rahim (Warga NU; tinggal di Desa Simo, Tuban)   TUBAN, Tugujatim.id - Beberapa waktu lalu, saya bertemu dengan...

Busana Khas Malang

Kajian Sejarah Busana Khas Malang

by Darmadi Sasongko
11/04/2026 3:25 AM
0

Tugujatim.id - Kajian Sejarah Busana Khas Malang ditulis oleh Dwi Cahyono, Yayasan Inggil. Identitas sebuah daerah tidak hanya tercermin dari...

Next Post
Liga Inggris Bakal Hentikan Laga demi Bolehkan Pemain Buka Puasa Ramadhan 2023

Liga Inggris Bakal Hentikan Laga demi Bolehkan Pemain Buka Puasa Ramadhan 2023

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID