SURABAYA, Tugujatim.id – Hasil survei terbaru Saiful Munjadi Research and Consulting (SMRC) dari pemilih kritis yang dirilis pada 29 April 2023 kemarin, menunjukkan elektabiltas Ganjar Pranowo unggul dari Prabowo Subianto setelah diusung PDI Perjuangan (PDIP) pada Pemilihan Presiden 2024 mendatang.
Pemilih kritis adalah pemilih yang memiliki akses ke sumber informasi sosial politik melalui internet dan dapat menyikapi berita-berita seputar politik. Umumnya mereka berlatar lebih berpendidikan dan cenderung tinggal di perkotaan. Diperkirakan, total pemilih kritis secara nasional berjumlah 80 persen. Maka dari itu, survei ini tidak mengikuti jumlah pemilih nasional 100 persen.
SMRC melakukan survei nasional terhadap pemilih kritis dalam bentuk pertanyaan terbuka melalui metode random digital dialing atau RDD dengan 1.021 responden.
Margin of error diperkirakan ±3,1 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen asumsi simple random sampling. Survei dilakukan dengan wawancara melalui telepon dengan pewawancara profesional.
Hasil survei terbaru ini menunjukkan bahwa posisi Ganjar berada di urutan pertama dengan poin 20,8 persen. Disusul oleh Prabowo dengan persentase 15,8 persen, lalu Anies Baswedan sebesar 11,4 persen.
Sebelumnya, pada tanggal 4-7 April 2023, elektabilitas bakal calon presiden 2024 sempat diungguli oleh Prabowo dan Ganjar menurun signifikan menjadi 13 persen dari 16,2 persen. Tepatnya, setelah pembatalan FIFA menjadikan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Baru setelah PDIP deklarasi, Ganjar unggul dari Prabowo dan berada di posisi pertama.
“Elektabiltas bakal calon presiden selama tiga tahun belakangan cukup dinamis. Tahun 2020 Prabowo paling kuat, kemudian tahun 2021-2022 digeser oleh Ganjar. Tahun 2023, Prabowo kembali menguat menggeser Anies Baswedan di posisi kedua. Sejak Jokowi mendukung Prabowo secara terbuka,” kata Direktur Riset SMRC, Deni Irvani melalui keterangan resminya, pada Minggu (30/4/2023).
Lebih lanjut, menurut Deni, elektabilitas Ganjar dan Prabowo cukup seimbang ketika simulasi dilakukan untuk empat calon presiden.
Sebelumnya, simulasi calon presiden diputuskan dari sejumlah partai, terdapat empat orang yakni Ganjar dari PDIP dan PPP; Prabowo dari Gerindra dan dukungan PKB; Anies dideklarasikan oleh Nasdem, PKS, dan Demokrat; serta Airlangga Hartanto oleh Golkar.
“Kalau calonnya Ganjar, Prabowo, Anies, dan Airlangga, survei terakhir menunjukkan Ganjar 30,4 persen, Prabowo 29,5 persen, Anies 19,8 persen, dan Airlangga 2,9 persen. Sehingga mengindikasikan Ganjar dan Prabowo bersaing ketat,” jelas Deni.
Menurutnya, para pemilih kritis banyak yang memilih Prabowo karena kemungkinan Prabowo sudah dikenal oleh hampir semua responden.








