MALANG, Tugujatim.id – Tiga kandidat calon penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang terpilih akan segera menjalani proses seleksi lanjutan, yakni uji publik pada 8 April 2021. Rencananya, kegiatan ini akan dihelat di Ngalam Command Center (NCC) Balai Kota Malang.
Metode uji publik ini diklaim baru kali pertama diterapkan dalam pemilihan sekda/sekkota di Indonesia. Bahkan, tes uji publik ini mendapatkan apresiasi dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).
Dalam pelaksanaan uji publik itu akan ada proses tanya jawab antara bakal calon sekda Kota Malang dengan masyarakat umum terkait visi-misi ke depannya para calon.
Seperti diketahui, ketiga kandidat sekda Kota Malang itu adalah Subkhan, kepala BKAD Kota Malang; Erik Setyo Santoso, kepala Disnaker-PMPTSP; dan Handi Pritanto, kepala Bapenda Kota Malang.
Ketiganya akan menjalani tes uji publik yang akan ditanyai oleh sejumlah tokoh penting di Malang. Mulai dari ketua DPRD Kota Malang, kapolresta Malang Kota, dandim 0833/Kota Malang, kepala Kejaksaan Negeri Kota Malang, hingga kepala Pengadilan Negeri Kota Malang.
Selain itu, nanti tim panelis lain juga melibatkan 15 perwakilan dari organisasi profesi lintas pentahelix, termasuk unsur media massa.
“Saya juga minta ada panelis lain termasuk Aptisi hingga unsur media massa,” terang Wali Kota Malang Sutiaji Selasa (06/04/2021).
Sebelumnya, Panitia Seleksi Terbuka Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Sekda Kota Malang telah mengumumkan 3 nama yang kandidat kuat yang rata-rata adalah pejabat eselon II dan namanya juga sering hilir mudik di media massa.
Diketahui, ketiganya telah melalui tahapan seleksi penilaian kompetensi bidang. Dalam waktu dekat, mereka akan menjalani tes kesehatan, kejiwaan, hingga bebas narkotika.
Sutiaji menuturkan, dalam pelaksanaan uji publik itu akan ada proses tanya jawab antara bakal calon sekda Kota Malang dengan masyarakat umum terkait visi-misi mereka ke depannya.
“Nanti siapa pun mulai kajari, kapolresta, dandim, maupun masyarakat umum bebas bertanya. Karena nanti segala arah kebijakan kota juga adalah representasi warga Kota Malang,” imbuhnya.
Hingga setelah uji publik, baru akan disampaikan hasil penilaian akhir oleh Tim Pansel yang diperkirakan pada 12 April 2021. (azm/ln)








