• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
anak hanyut tugu jatim

Tim Basarnas Surabaya menjelaskan peta pencarian korban hanyut di DAS Brantas. Foto: Yona Arianto/Tugu Jatim

2 Anak Hanyut di DAS Brantas Kota Malang

Lizya Kristanti by Lizya Kristanti
3 years ago
in Peristiwa
0
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG, Tugujatim.id – Dua anak hanyut di Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas, Kelurahan Bumiayu, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Jawa Timur, pada Senin (19/6/2023).

Dua anak itu berinisial R dan P, warga RT 6 RW 5 Kelurahan Bumiayu, Kota Malang, dengan usia sekitar 10 – 11 tahun. Keduanya hanyut di DAS Brantas ketika bermain air bersama teman-temannya. Kejadian itu terjadi sekitar pukul 10.15 WIB setelah pulang sekolah.

You might also like

Tol Jombang-Mojokerto.

Lagi! Tragedi di Tol Jombang-Mojokerto: Satu Orang Tewas usai Honda City Tabrak Truk Gandeng

12/06/2026 9:55 AM
Mayat bayi.

Geger! Penemuan Mayat Bayi dalam Kardus di Kebun Tebu Gondanglegi Malang

11/06/2026 6:47 PM

Ketua RW 5, Jaya Sena baru mendapat laporan kejadian sekitar pukul 16.30 WIB. Kata dia, sebenarnya ada delapan anak yang bermain di sekitar sungai. Namun, dua di antara mereka hanyut karena derasnya sungai.

Kata dia, bukti kedua korban hanyut terbawa arus sungai adalah pakaian dan sendal yang dipakai oleh kedua korban.

“Yang hilang ini sekitar kelas 4 SD, yang dua hanyut, sementara yang lain selamat. Setelah mendapat laporan warga, saya koordinasi dengan Babinsa dan Bhabinkamtibmas untuk penanganan lebih lanjut,” kata Jaya Sena, pada Selasa (20/6/23).

Teman korban, RA (10) mengaku melihat kedua temannya hanyut. Ibu RA, Siti Zubaidah (47) menceritakan tentang apa yang dialami oleh anaknya itu bersama teman-temannya.

Setelah mendapat laporan dari anaknya, dia bersama warga lainnya mencari kedua korban. Namun, tidak membuahkan hasil.

“Salah satu orang tua korban sempat tidak percaya, dan meminta warga untuk pulang, katanya kalau jam setengah 5 sore belum ketemu, baru dicari,” kata Siti.

Setelah di rumah, RA diminta untuk menceritakan apa yang terjadi saat temannya itu hanyut di sungai.

Dari cerita anaknya itu, Siti mengatakan bahwa dari delapan anak, enam anak yang berenang sempat terbawa pusaran air. Mereka mencoba saling tolong menolong dengan dibantu dua anak lainnya yang tidak berenang.

“Teman-temannya ini saling membantu untuk menarik temannya itu, tapi kata anak saya, itu salah satunya minta dilepaskan karena tidak kuat menahan rasa sakit dan hanyut. Kemudian saya keluar rumah lagi, minta tolong ke warga untuk mencari,” katanya.

Basarnas Surabaya pun bergerak ke Kota Malang untuk membantu pencarian korban. Penyisiran sungai di hari kedua dilakukan pada Selasa (20/6/2023) mulai pukul 07.00 WIB.

Komandan Tim Pencarian Basarnas Surabaya, Andi Pamuji mengatakan bahwa ada tujuh tim yang dikerahkan untuk melakukan pencarian. Basarnas juga mengerahkan empat perahu karet, dua perahu kayak, dan 15 tubing.

“Ada tujuh tim yang kami kerahkan untuk melalukan pencarian. Kami akan lakukan penyisiran dari lokasi kejadian hingga Dam Sengguruh nantinya,” kata Andi, pada Selasa (20/6/2023).

Ada tiga titik yang dibagi untuk melakukan pencarian korban.

Pertama, dimulai dari lokasi kejadian yang berada di wilayah Kelurahan Bumiayu hingga Jembatan Kendalpayak, Kabupaten Malang, dengan jarak sekitar 3,4 kilometer.

Kedua, dari Jembatan Kendalpayak hingga Bendungan Bloboh, Kabupaten Malang, dengan jarak 9,7 kilometer.

Ketiga, dari Bendungan Bloboh menuju Bendungan Sengguruh dengan jarak 8 kilometer.

Hingga siang ini belum ada tanda-tanda ditemukannya kedua korban. “Tim sudah melakukan pencarian hingga separuh jarak dari target, sementara masih belum ada tanda-tanda,” katanya.

Adapun kendala dalam pencarian dua korban di antaranya arus Sungai Brantas yang cukup deras ditambah dengan kontur sungai yang banyak bebatuan. “Kendala arus memang sangat deras, di samping kontur Sungai Brantas berbatu, apalagi jika Dam Sengguruh dibuka akan mempengaruhi derasnya arus sungai,” pungkasnya.

Tags: anak hanyutberita malangberita Malang hari iniDAS BrantasKota Malang
Lizya Kristanti

Lizya Kristanti

Related Stories

Tol Jombang-Mojokerto.

Lagi! Tragedi di Tol Jombang-Mojokerto: Satu Orang Tewas usai Honda City Tabrak Truk Gandeng

by Dwi Linda
12/06/2026 9:55 AM
0

JOMBANG, Tugujatim.id – Ruas Tol Jombang-Mojokerto (Tol Jomo) kembali menjadi saksi bisu sebuah tragedi yang merenggut nyawa. Satu orang dilaporkan...

Mayat bayi.

Geger! Penemuan Mayat Bayi dalam Kardus di Kebun Tebu Gondanglegi Malang

by Dwi Linda
11/06/2026 6:47 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Warga Desa Gondanglegi Kulon, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, geger dengan penemuan mayat bayi perempuan yang ditemukan di...

Pantai Pangi.

3 Santri Terseret Ombak di Pantai Pangi Blitar saat Outing Class, Satu Korban Hilang

by Dwi Linda
11/06/2026 4:40 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Sebanyak tiga santri asal Pondok Pesantren (Ponpes) Muhammadiyah Markas Quran Kabupaten Kediri terseret ombak besar di Pantai...

Mobil di Surabaya.

2 Mobil di Surabaya Tercebur dan Terjun dalam Sehari, Pemicu Pengemudi Sama-Sama Diduga Hilang Kendali

by Dwi Linda
09/06/2026 7:38 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Dua kecelakaan tunggal yang melibatkan mobil pribadi terjadi di dua lokasi berbeda di Kota Surabaya, Jawa Timur,...

Next Post
menko pmk tugu jatim

SDN Purwotengah Kota Mojokerto Bakal Jadi Destinasi Wisata Jejak Bung Karno

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID