MOJOKERTO, Tugujatim.id – Aspek lingkungan hidup menjadi kurikulum yang penting dalam perguruan tinggi. Tidak terkecuali kurikulum yang dipakai oleh Unim Mojokerto. Melalui prodi teknik industri, mahasiswa dikenalkan sejak dini tentang aspek lingkungan hidup. Salah satunya membangun kesadaran ekologi.
Kaprodi Teknik Industri Unim Mojokerto Imaduddin Bahtiar Efendi ST MT CRMPA mengatakan, kesadaran ekologi perlu ditanamkan kepada mahasiswa. Khususnya sebelum mahasiswa mengerjakan tugas akhir. Salah satu tujuannya adalah untuk membangun sistem industri yang berkelanjutan.
“Kesadaran ekologi dimaksudkan untuk membangun serta merancang sistem industri yang berkelanjutan,” kata Imad saat dikonfirmasi Tugu Jatim, Rabu (19/07/2023).
Penanaman kesadaran tersebut salah satunya melalui manajemen limbah.
“Hasil luaran saat materi manajemen limbah ini adalah dengan membuat model industri yang berkaitan dengan prinsip tiga R yaitu Reduce, Recycle, dan Reuse,” beber Imad.
Di sisi lain, Imad dan beberapa mahasiswa akan mengurus paten untuk model industri berkelanjutan ini.
“Masih kami urus untuk hak paten. Maka, belum bisa kami tunjukkan modelnya. Insyaa Allah kalau paten sudah turun, kami tunjukkan,” tambah Imad.
Imad melanjutkan, alam atau lingkungan sebagai bagian dari proses produksi harus dijaga sedemikian rupa. Sebab, dengan bahan baku yang kualitasnya terjamin akan menghasilkan produk yang berkualitas pula.
“Bahan baku berkualitas ini bukan berarti mahal, tapi kaitannya dengan lingkungan. Tapi, berkaitan dengan bagaimana menjaga kelestarian alam.
Selain menghasilkan model sistem industri berkelanjutan, prodi Teknik Industri Unim Mojokerto juga memberikan wawasan terkait manajemen sampah. Bedanya, hasil luaran dalam materi ini berbentuk artikel ilmiah dengan menganalisis dampak lingkungan dari hasil industri. Selain itu, mahasiswa juga membuat artikel lain dengan tema rekayasa dampak sampah industri agar lebih ramah lingkungan.
“Selanjutnya, materi manajemen sampah. Hasilnya berupa artikel ilmiah yang menganalisis dampak lingkungan hasil industri. Selain itu, juga ada tema artikel tentang rekayasa dampak agar lebih ramah lingkungan,” ujar Imad.
Sementara itu, Imad juga berharap, melalui pembelajaran ini mahasiswa dapat menindaklanjuti dengan karya ilmiah. Karya tersebut dapat berupa tugas akhir strata 1 atau melakukan penelitian kolaboratif dengan teman sesama mahasiswa atau dosen Teknik Industri Unim Mojokerto sendiri.
“Selain itu, harapannya dari aktivitas tersebut bisa menjadi ide karya ilmiah. Baik skripsi atau penelitian bareng sesama teman atau bersama dosen Unim,” ujar Imad. (adv)
Writer: Hanif Nanda Zakaria
Editor: Dwi Lindawati








