JEMBER, Tugujatim.id – Gus Ning Jember 2026 menjadi momentum bagi Bupati Jember Muhammad Fawait atau Gus Fawait untuk menyampaikan pesan kepada kalangan muda agar tetap menjaga etika saat menyampaikan kritik di tengah situasi politik nasional yang memanas.
Pesan tersebut disampaikan Gus Fawait saat menghadiri malam Grand Final Gus Ning Jember 2026 di Alun-Alun Jember, Sabtu (13/06/2026) malam.
Dalam kesempatan itu, ia mengajak mahasiswa dan generasi muda untuk tetap menggunakan cara-cara yang mencerminkan budaya masyarakat Jember ketika menyampaikan aspirasi.
Menurut Gus Fawait, kritik maupun aksi penyampaian pendapat merupakan bagian dari demokrasi. Namun, penyampaiannya harus tetap mengedepankan sikap santun serta menghormati nilai-nilai budaya lokal yang selama ini dijaga masyarakat Jember.
“Saya pesan kepada anak-anak muda Kabupaten Jember, terutama adik-adik mahasiswa, mengkritik boleh, demo boleh, yang tidak boleh adalah mencaci maki, menghina dan lain sebagainya, karena itu bukan budaya Kabupaten Jember,” ujar Gus Fawait.
Gus Fawait juga menegaskan bahwa perbedaan pandangan politik merupakan hal yang wajar dalam kehidupan demokrasi. Namun, menurutnya, penyampaian kritik harus dilakukan dengan cara yang tidak merendahkan pihak lain.
“Kalau mau mengkritik pemerintah pusat silakan, tetapi mencaci tidak boleh,” katanya.
Dorongan Anak Muda Tetap Aktif dalam Demokrasi
Pernyataan Gus Fawait tersebut disampaikan ketika situasi politik nasional tengah menjadi perhatian publik baru-baru ini.
Sejumlah aksi demonstrasi mahasiswa juga terjadi di berbagai daerah, termasuk aksi yang melibatkan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI) di Jakarta.
Gus Fawait meminta generasi muda tetap berperan dalam kehidupan demokrasi, namun menjaga ruang publik agar tetap sehat.

“Kalau merasa tidak cocok dengan pemimpin sekarang, bertarungnya nanti di Pilpres atau Pilkada yang akan datang,” ucapnya.
Selain memberikan pesan kebangsaan, Gus Fawait juga menyampaikan sejumlah capaian pembangunan Kabupaten Jember. Ia menyebut pemerintah daerah terus berupaya meningkatkan layanan publik, termasuk sektor kesehatan dan ekonomi.
“Di Jember, kesehatan sudah kita jamin, khususnya warga tidak mampu,” katanya.
Menurutnya, sejumlah sektor ekonomi Jember juga menunjukkan perkembangan positif. Ia menyinggung pertumbuhan ekonomi daerah yang mengalami peningkatan signifikan pada 2026.
“Jember, pertumbuhan ekonominya tahun 2026 sudah menjadi yang terbaik di wilayah Sekar Kijang, dengan pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan juga PAD yang tinggi,” ujarnya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Kabupaten Jember pada Triwulan I 2026 tercatat mencapai 6,35 persen secara tahunan. Angka tersebut berada di atas pertumbuhan ekonomi Jawa Timur sebesar 5,96 persen dan nasional 5,61 persen.
Capaian itu menempatkan Jember sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang, melampaui sejumlah daerah seperti Banyuwangi, Lumajang, Situbondo, dan Bondowoso.
Di sisi lain, Gus Fawait juga menyoroti perkembangan konektivitas daerah, termasuk keberadaan Bandara Notohadinegoro yang menurutnya membuka akses lebih luas bagi masyarakat Jember.
“Jember, bandaranya walaupun seperti balai desa, sudah bisa terbang ke Jakarta,” pungkasnya. (Adv)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer : M. Imron Fauzi
Editor: Mochamad Abdurrochim







