Tugujatim.id – El Nino yang akan datang ke Indonesia merupakan fenomena alam yang dapat mempengaruhi iklim dan cuaca di wilayah Indonesia. El Nino terjadi ketika suhu laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur meningkat secara signifikan. Hal ini dapat memicu perubahan pola angin dan curah hujan di wilayah Indonesia.
Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), El Nino yang akan terjadi pada bulan Agustus-September 2023 ini diperkirakan akan lebih lemah hingga moderat dibandingkan dengan El Nino pada 2015 lalu. Namun, dampaknya tetap dapat dirasakan oleh masyarakat, terutama dalam hal curah hujan dan suhu udara.
Dalam kondisi El Nino, curah hujan di wilayah Indonesia cenderung lebih rendah dari biasanya. Hal ini dapat berdampak pada kekeringan, ketahanan pangan, hingga banjir di beberapa wilayah.
Selain itu, suhu udara juga cenderung lebih tinggi dari biasanya sehingga dapat memicu terjadinya gelombang panas yang dapat mengganggu kesehatan masyarakat.
Dalam menghadapi ancaman El Nino yang dapat berdampak buruk bagi masyarakat, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati telah melakukan diskusi dengan Presiden RI, pada Selasa, 18 Juli 2023. Diskusi tersebut membahas beberapa strategi antisipasi dan kesiapan dalam menghadapi dampak El Nino.

Adapun salah satu tindakan yang dapat diaplikasikan adalah melakukan langkah-langkah mitigasi. Beberapa langkah mitigasi yang dapat dilakukan adalah dengan meningkatkan efisiensi irigasi, menggunakan varietas tanaman yang tahan kekeringan, serta melakukan pengelolaan hama dan penyakit yang baik.
“Namun, tindakan mitigasi ini tidak hanya dapat dilakukan oleh pemerintah atau petani saja, namun juga melibatkan partisipasi masyarakat.” ucapnya.
Oleh karena itu, masyarakat juga diimbau untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan pada saat suhu udara sangat tinggi. Dengan melakukan tindakan mitigasi ini, diharapkan dapat membantu mengurangi dampak perubahan iklim pada sektor pertanian dan masyarakat secara keseluruhan.
Tahun ini, kata dia, ada beberapa daerah di Indonesia yang diprediksi akan terdampak fenomena El Nino. Daerah tersebut meliputi pulau Jawa, Bali, Sumatera bagian selatan, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
“El Nino yang akan datang ke Indonesia pada bulan Agustus-September perlu diwaspadai oleh masyarakat. Dampaknya dapat berdampak pada berbagai sektor, terutama sektor pertanian dan kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, perlu adanya koordinasi dan kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pihak terkait untuk mengantisipasi dampak dari El Nino tersebut,” pungkasnya.
Penulis: Jesicca Putri (Magang)
Editor: Lizya Kristanti








